Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Gotcha !


__ADS_3

Hari ini adalah hari baru ku bekerja sebagai direktur di kantor Papa yang berada di Tangerangan.


Pagi sekali aku sudah siap dengan penampilan baru ku sebagai seorang bos besar di sana. Memakai kemeja berwarana peach, jas berwarna putih pucat rok pendek berwarna cream dan hak tinggi berwarna putih. Aku juga menggerai rambut ku dan mengikat kan setengah, agar terlihat lebih elegant dan berkelas, aku menebalkan sedikit riasan ku agar terlihat mencolok, dan aku membawa kaca mata hitam ku untuk aku pakai disana.


Aku melirik Kara yang masih tertidur di atas tempat tidur dan mencium kening nya dengan pelan.


“Wow” ucap Nicko yang baru saja keluar dari kamar mandi.


Dia menatap ku dengan takjub.


“Kamu tidak main-main dengan peran kamu sebagai direktur” lanjut Nicko sambil terus melihat ku dari kepala hingga kaki.


“Kamu suka penampilan ku seperti ini?” Tanya ku sambil berkecak pinggang menunjukan diriku yang baru kepadanya.


“Aku suka, hanya saja aku tidak mau semua orang akan tidak fokus melihat mu seperti ini”


“Berarti kamu tidak suka?”


“Aku tidak bilang aku tidak suka” jawab Nicko sambil menyimpan handuk nya dan memakai pakaian yang telah aku siapkan di atas meja nya.


“Aku hanya tidak mau orang-orang akan banyak teralihkan perhatian nya dengan kecantikan mu”


Aku tersenyum mendengar ucapan nya, lalu menghampiri Nicko yang baru saja memakai jas nya dan memeluk nya dari belakang.


“Kamu khawatir orang-orang akan menggodaku kan?”


“Tidak”


“Kamu tidak bisa berbohong Nicko. I Know You Are,pasti kamu takut kan ?”


“Aku tidak akan takut, aku hanya cemburu”


“Ayolah, takut dan cemburu itu bisa jadi satu hal yang sama” ledek ku.


Nicko diam tak menjawab, dia terus mengancingkan kemeja nya.


“Aku pergi sekarang ya” pamit ku sambil membawa tas kecil ku yang ada di atas meja, dan juga koper kecil yang berisikan laptop juga berkas-berkas lain nya yang di berikan Papa.


“Supir sudah datang?”


“Sudah, Riri juga sudah di jemput nya”


“Aku masih heran, kenapa kamu bisa tiba-tiba dekat dengan Riri, padahal yang aku tahu dia begitu menyebalkan di kantor”


“Itulah yang aku suka darinya” jawab ku sambil tersenyum.


Lalu aku mencium bibir Nicko.

__ADS_1


“Kamu hati-hati bekerja sendiri tanpa aku, dan kabari aku jika ada apa-apa” ucap ku memberi pesan.


“Harusnya aku yang berkata seperti itu” ujar Nicko, lalu dia mencium bibir ku sekali lagi.


“Jaga dirimu baik-baik” pesan Nicko.


Aku menganggukan kepala ku.


“Aku titip Kara, sebentar lagi Mbak Susi datang untuk menjaga nya”


“Oke”


“Bye”


“Bye. Be careful”


“Oke”


Lalu aku keluar dari kamar dan segera menemui supir ku disana. Di bawah sudah ada Papa dan Mama menunggu ku, aku langsung berpamitan kepada mereka, dan Papa pun memberikan sedikit petuah kepadaku sebelum aku pergi. Lalu aku mencium punggung tangan Mama dan Papa dan segera masuk ke dalam mobil pribadi kantor yang telah ada supir dan Riri di dalam nya.


“Selamat pagi Bu Fawnia” sapa Riri dengan meledek ku.


Aku tertawa mendengar nya.


“Selamat pagi Bu, perkenalkan saya Jaka supir pribadi Bu Fawnia” sapa supir itu dengan menolehkan kepalanya ke belakang.


“Tidak masalah Bu”


“Baik Pak, langsung ke kantor ya”


“Baik Bu”


Lalu Pak Jaka ini langsung mengemudikan mobil nya dengan perlahan dan hati-hati.


Di dalam perjalanan, aku dan Riri langsung membahas tentang pekerjaan pertama kami yang sebelum nya telah aku e-mail kepadanya, Riri pun memberikan beberapa berkas yang harus aku lakukan di hari pertama, dari bertemu client, mengecek grafik, mengecek jadwal, survey tempat, dan lain lain nya.


Aku juga menunjukan beberapa data kepada Riri agar dia juga bisa memahami tentang misi rahasia yang akan kita lakukan sambil berjalan nya pekerjaan kita disana. Dan aku senang, karena Riri akhirnya cepat mengerti dengan pekerjaan nya.


Setelah sampai di kantor aku langsung masuk ke dalam kantor dengan begitu anggun dan elegant. Beberapa orang tampak menyambutku dengan tersenyum dan ada juga yang mengintip ku dari balik ruangan kerja nya.


Aku memberikan mereka senyuman perkenalan sebelum aku masuk ke dalam ruangan ku dan bertemu beberapa karyawan kantor yang akan memberi kan ku penyerahan pekerjaan di hari itu. Dia adalah seorang sekretaris perempuan bernama Dita,dia adalah orang yang beberapa hari ini menangani perusahaan tanpa Papa.


“Ada yang mau di tanyakan ?” Tanya Dita setelah dia menunjukan pekerjaan nya.


“Euh saya mau lihat data beberapa perusahaan yang bergerak di bidang furniture”


“Baik Bu, akan saya kirimkan ke e-mail Ibu segera” jawab Ditta dengan begitu baik nya.

__ADS_1


Riri yang ada di sebelah ku, terus mencatat setiap hal penting yang dia dengar.


“Saya permisi dulu”


“Baik. Terimakasih”


“Sama-sama, jika membutuhkan saya, bisa langsung hubungi saya”


“Oke”


Lalu Dita keluar dari ruangan ku.


Riri menatap ku dan langsung menunjukan beberapa data yang dia catat.


“Kerjaan kita cuma gini aja?” Tanya Riri.


“Iyalah, ini kan perusahaan kecil Papa, kerjaan kita ga akan terlalu banyak kaya di Jakarta”


“Wow”


“Gue ga sabar pengen ketemu cewe itu” ujar Riri.


“Kita harus bertahap Ri, kita harus tetap jalanin perusahaan ini dengan lancar dan tanpa ada masalah”


“Oke”


Lalu tidak lama, sebuah pesan e-mail masuk di dalam notifikasi komputer ku.


“E-mail dari Dita”


“Buka buka” pinta Riri.


Aku langsung membuka pesannya, dan melihat satu persatu data client kita yang bergerak di bidang furniture, dan aku hanya mencari satu nama saja di dalam sana. Aku terus scroll data itu ke bawah dan mencari dengan jelas data yang sedang ku cari.


“Gotcha!”


Aku menemukan nya. Perusahaan furniture yang bernama Nikon dan ada fhoto Shiella juga Denis di dalam nya. Data itu begitu lengkap, dengan alamat no telepon juga berapa lama mereka bekerja sama dengan kita, dan aku juga melihat ada jadwal pertemuan aku dengan dia di minggu depan.


“Gue minta lo cari tahu tentang perusahaan ini, dan cari titik kesalahan mereka dimana. Liat juga history perjalanan mereka di tempat lain”


“Oke”


“Terus cari tahu semua tentang si Sheilla ini, dari sejak dia keluar dari perushaan Ben”


“Oke Oke”


Riri langsung bergerak dengan cepat, dan dia mengeluarkan laptop nya lalu duduk di sofa tamu yang ada di hadapan ku.

__ADS_1


Aku begitu tidak sabar untuk bertemu dengan wanita ini, wanita yang sudah begitu tega menjerumuskan aku ke dalam kehancurhan perusahaan.


__ADS_2