Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Kara menghilang


__ADS_3

Keesokan hari nya di rumah di hari libur ku dan juga Nicko. Aku terbangun di pagi hari dengan mata yang masih sangat mengantuk. Aku membalikan badan ku untuk kembali tertidur dan memeluk Kara. Namun ketika aku berusaha memeluk Kara aku tidak mendapati dia di sampingku. Aku terus meraba tempat tidur dengan mata yang masih tertutup. Aku meraba kesana kemari tapi tetap saja aku tidak merasakan keberadaan Kara di sekitar ku. Aku langsung terbangun dan mencari Kara di sekelilingku.


“Kara” panggil ku dengan berusaha membuka mata ku.


“Sayang” panggil ku yang mulai beranjak dari tempat tidur.


Aku bangun dan langsung mencari Kara ke kamar mandi dengan setengah sadar. Namun Kara tidak ada di kamar mandi. Aku mulai panik, nyawa ku sudah terkumpul penuh, aku berusaha mencari nya di luar kamar.


“Kara sayang” panggil ku.


Aku turun ke lantai bawah untuk mencari nya. Aku panik karena tidak biasanya dia bangun lebih awal dan tidak ada di kamar sebelum aku menyuruh nya.


Aku pergi ke tempat makan, masih belum ada siapapun disana. Aku mencari dia di dapur, dan aku hanya melihat pembantu Mama sedang bersiap membuat kan sarapan. Aku mencari ke kolam renang, dan melihat pintu kamar Mama, tetapi aku ragu jika dia ada di kamar Mama. Aku mau mengetuk tetapi takut mengganggu mereka yang masih tidur.


Aku terdiam sejenak di depan pintu kamar Mama dan mengusap kasar rambut ku dengan panik. Suara pintu kamar Mama terbuka. Mama keluar dari kamar dengan pakaian yang sudah wangi dan terlihat sudah mandi.


“Ma, lihat Kara?” Tanya ku dengan cemas.


Mama mengerutkan kening nya.


“Tidak, Mama belum lihat pagi ini, biasanya Kara turun dengan kamu kan?”


“Justru itu, dia tidak ada di kamar Ma. Aku takut dia bangun lebih dulu, terus dia jalan-jalan sendiri dan jatuh, atau main di pinggir kolam atau…”


“Sayang tenang” potong Mama menenangkan ku.


Aku begitu panik sekali mengingat kelalaian ku beberapa waktu lalu di apartemen yang menyebabkan dia cedera di bagian kepala dan tidak sadarkan diri.


Mama memegang lengan ku dengan lembut dan menatap mata ku dengan tenang.

__ADS_1


“Kamu sudah mencari nya di kamar Nicko?’ Tanya Mama.


Aku menurunkan halis ku. Aku tidak berfikir untuk mencari dulu ke kamar Nicko, karena aku tidak yakin jika Kara ada disana.


“Belum”


“Coba kamu cari di kamar Nicko”


Lalu dengan cepat aku langsung berlari kembali ke lantai atas dan mencoba mencari Kara di kamar Nicko. Pintu kamar Nicko masih tertutup dengan rapat, aku harap jika pintu nya tidak di kunci. Dan dengan perlahan aku mencoba memegang handle pintu nya untuk mengecek apa pintu nya di kunci atau tidak, dan ternyata tidak. Aku membuka pintu kamar Nicko dengan perlahan, dan melihat isi ruangan itu. Kamar Nicko masih gelap, dan masih begitu sangat rapih, aku melihat ke atas tempat tidur nya,namun tidak jelas terlihat dari ambang pintu. Aku berjalan mendekati tampat tidur dan melihat apakah Kara ada di samping nya atau tidak.


Dan ternyata benar. Nicko sedang memeluk Kara begitu erat, dan Kara pun terlihat begitu nyenyak sekali tertidur di pelukan Nicko,aku bernafas begitu lega sekali. Aku tidak tahu bagaimana Kara bisa sampai sini, tetapi aku begitu terharu melihat kehangatan mereka berdua. Karena ini masih pagi sekali, aku membiarkan mereka untuk tidur beberapa saat lagi. Aku menarik selimut yang ada di kaki Nicko dan menyelimuti tubuh mereka berdua dengan perlahan. Aku tidak ingin mengganggu acara tidur mereka di hari libur seperti ini. Aku mencium kening Kara dengan lembut,lalu Kara terlihat bergerak sebentar,lalu dia kembali terdiam dan kembali terlelap tidur. Aku juga mengusap kepala Nicko dengan penuh kasih sayang.


Aku kembali ke kamar ku dan duduk di tempat tidur dengan malas nya. Aku terdiam sejenak mengingat hal yang telah aku lalui kemarin. Aku teringat tentang Nicko yang membeberkan acara pernikahan kami kepada seluruh karyawan nya dengan terang-terangan,dan disana ada Bima. Aku melihat begitu terkejut nya Bima ketika mendengar pernyataan dari Nicko. Dia bahkan langsung pergi dari tempat nya dan aku belum bertemu dengan dia lagi sejak saat itu. Bima menghindar.


Aku langsung mengambil ponsel di atas meja di samping tempat tidur. Aku mencari kontak Bima, dan melihat chat kami sebelum nya. Aku juga mengirim dia pesan dengan memanggil nama nya namun tidak ada balasan darinya.


Aku yakin Bima pasti marah sekali kepadaku, karena aku tidak pernah jujur tentang Nicko kepadanya. Dan dia harus mengetahui kenyataan pahit ini dari Nicko sendiri.


Beberapa saat kemudian aku mendengar suara pintu terbuka. Itu Nicko sedang menggendong Kara yang masih tertidur dengan lelap.


“Apa dia masih tidur?” Tanya ku dengan berbisik.


“Ya” ujar Nicko sambil menidurkan Kara di tempat tidur ku.


Aku langsung menyelimuti nya.


“Dia sangat sulit di bangunkan”


Aku menatap nya dengan sinis.

__ADS_1


“Dia anak mu Nicko” ledek ku menyadarkan nya jika sikap Kara tentu di turunkan oleh dirinya.


Nicko terlihat tersenyum mendengar ucapan ku.


“Aku heran, kenapa 75% Kara harus sama seperti mu?”


“O ya. Apakah sebanyak itu?”


“Tentu saja. Dia suka caramel, dia tidak mau makan sayur berbentuk daun, dia susah di bangunkan, bahkan dia harus memiliki sikap keras kepala sama seperti mu”


“Benarkah?” Tanya Nicko lagi dengan tertawa terlihat bahagia.


“Aku tidak mengerti. Padahal aku yang telah mengandung nya selama 8 bulan lebih, dan aku juga yang sudah merawat nya selama 4 tahun sendiri, tapi kenapa dia harus memiliki sifat dan watak seperti mu”


Nicko terus saja tersenyum mendengar ocehan ku. Dia memasukan tangan ke kedua saku celana tidur nya. Dan dia menatap ku dengan manis.


“Mungkin itu semua agar kamu selalu mengingat aku”


Aku mengangkat halis ku mendengar ucapan nya.


“Mengingat semua hal menyebalkan dalam dirimu?” Ledek ku.


Nicko menggedikan bahu nya.


“Tapi kamu harus berysukur karena aku hanya menurunkan 75 persen sifat dan watak kepada Kara, jadi kamu masih memiliki sisa 25 persen nya lagi kan? Beruntunglah kamu masih di beri andil untuk hal itu”


Aku memicingkan mata menatap nya dengan kesal.


“Aku juga bersyukur, Kara di berikan paras yang begitu cantik persis seperti Ibu nya, sehingga aku merasa beruntung,karena akhirnya aku memilki dua wanita cantik yang telah membuat aku begitu bahagia” ujar Nicko membuat ku kembali tersanjung.

__ADS_1


Aku menatap nya dengan malu. Lalu aku memalingkan wajah ku menutupi merona merah nya wajah ku. Aku begitu bahagia setiap kali Nicko bersikap manis seperti ini kepada ku,aku jadi selalu salah tingkah, walaupun kami lebih banyak berdebat ,tapi dia sangat bisa membuat ku tersanjung seperti ini.


__ADS_2