
Kita sampai di parkiran rumah. Aku dan Nicko segera turun dari mobil dan kita menuju kamar kita masing-masing yang berada di lantai atas. Ketika sampai di kamar ku, aku memberikan ciuman perpisahan kepadanya sekali lagi.
“Selamat malam Nicko”
“Selamat malam Fawnia. I Love You” ucap nya berbicara begitu dekat dengan wajah ku sampai aku bisa merasakan nafas nya yang begitu hangat.
“I Love You Too Nicko” lalu aku masuk ke dalam kamar ku dan menutup nya.
Itu adalah kali pertama lagi aku bisa merasakan kebahagiaan yang terbesar dalam hidup ku sebelum kedua orang tua ku tiada.
Seiring berjalan nya waktu aku dan Nicko menjalani hubungan secara tersembunyi di belakang Mama dan Papa Nicko. Di hadapan mereka, kami tetap berpura-pura akrab seperti biasa, namun di belakang mereka kami begitu mesra dan selalu bercanda layak nya orang berpacaran.
Hari demi hari berlalu. Aku dan Nicko di tempatkan di kampus yang berbeda karena keinginan jurusan kami yang tak sejalan. Kami sudah tidak terlalu memaksakan untuk harus ikut mengugu ego agar selalu bersama,jadi kami memutuskan untuk masuk ke kampus yang kami inginkan, walaupun jurusan kami sama yaitu Management Bisnis.
Aku kira setelah kami di tempatkan di kampus yang berbeda, aku sudah akan terlepas dari Nicko. Namun ternyata tidak. Walaupun beda Universitas, Nicko masih selalu menemuiku di kampus. Dia sering menjemputku di kampus, dia juga sering mengikuti kegiatan ku di sekitar kampus. Aku hilang sebentar saja tidak ada kabar dia bisa mencari ku di seluruh penjuru kampus,padahal saat itu handphone kuk terjatuh dan rusak, tapi Nicko begitu khawatir dan dia mencari ku di sekitaran kampus mencari ku kesana kemari, sampai akhirnya beberapa teman ku kenal dengan Nicko. Termasuk Ben.
Aku dan Ben memang berbeda jurusan,namun kami selalu di pertemukan beberapa kali di perpustakaan yang membuat kami berkenalan. Ben sering sekali mengajak ku makan di kantin berdua, bahkan beberapa kali Ben selalu menawarikan ku tumpangan untuk pulang, namun tentu saja aku menolak. Karena berteman dengan Ben saja sudah membuat Nicko marah apalagi jika Nicko tahu aku di antarkan pulang olehnya.
Dia selalu cemburu kepada Ben sampai mendiamkan ku ketika di rumah.
Kita pernah tidak saling sapa di meja makan, bahkan ketika berpapasan di rumah pun Nicko begitu ketus melewatiku begitu saja.
Itu membuat Mama dan Papa penasaran kenapa Nicko selalu bersikap seperti itu kepadaku. Mereka mulai mencurigai hubungan tersembunyi kami.
Saat umur kami menginjak 21 tahun. Mama Nicko memutuskan untuk menjodohkan Nicko dengan anak kerabat kerja Papa nya. Itu tentu membuat aku ataupun Nicko shock. Aku tidak tahu harus berbuat apa, tapi Nicko dengan tegas menolak perjodohan itu,dan aku terus meminta Nicko untuk tidak mengatakan yang sejujurnya tentang hubungan kami sampai orang tua nya bisa menerima nya dengan baik.
“Nak dengarkan. Ini untuk masa depan kamu, Mama ingin kamu tumbuh besar dengan layak, Mama tidak ingin kamu merasakan bagaimana susah nya menjadi kami saat dulu” paksa Mama Nicko yang terus meminta Nicko untuk menuruti keinginan nya.
Mereka berdebat di ruang keluarga sepulang kuliah Nicko. Dan Mama nya tidak memberikan kesempatam Nicko untuk mengganti pakaian atau sekedar menyimpam tas nya dulu di kamar.
“Mama selalu memaksakan keinginan Mama, kenapa Mama tidak memberikan ku kebebasan untuk aku memilih jalan hidup ku sendiri!” teriak Nicko tak terima.
“Jalan hidup seperti apa yang kamu mau?!” Teriak Mama Nicko dengan begitu kencang nya.
Nicko menggelengkan kepala dengan kesal.
“Mama tahu yang terbaik untuk kamu Nak,kamu hanya tinggal mengikuti nya saja”
Nicko dengan emosi menggelengkan kepalanya menatap Mama nya begitu marah.
“Tidak Ma,aku tidak mau!” jawab Nicko sambil berdiri dari tempat duduk nya dan keluar mencari ku yang berada di kamar.
Aku terkejut melihat Nicko yang begitu terlihat marah masuk ke dalam kamar ku dengan raut wajah yang telah emosi.
Aku menatap nya dengan bingung di atas kasurku dengan handphone di genggaman ku.
“Kita pergi” ucap Nicko membut ku bingung.
“Apa maksud mu? Mau kemana kita ?” Tanya ku dengan panik karena dia terlihat begitu marah.
__ADS_1
“Kita pergi. Tidak ada yang memahami kita disini” ujar Nicko yang masih saja membuat ku bingung.
Tangan ku di tarik dengan cepat oleh Nicko tanpa aku sempat membantah keinginan nya.
Tangan ku terus di tarik nya dengan cepat keluar kamar, lalu aku bertemu dengan Mama nya yang akan berusaha menghentikan Nicko di ruang keluarga.
“Nicko berhenti! Mau kemana kamu membawa Fawnia” tanya Mama nya dengan terus mengejar kami.
Aku hanya menatap bingung Mama Nicko yang terus mengejar kami.
“Fawnia tolong berhenti!” Pinta Mama nya Nicko dengan memanggil nama ku.
Namun Nicko terus menarik tangan ku keluar dari rumah. Aku bingung harus bagaimana karena Nicko begitu kencang memegang tangan ku dan terus menarik ku keluar rumah.
“Nicko berhenti, Mama mau bicara” pinta ku dengan panik, karena melihat Mama yang sepertinya sudah marah.
“Pembicaraan kami sudah selesai” jawab Nicko dengan terusan berjalan begitu cepat menuju mobil nya.
“Nicko berhenti Mama bilang! Mau di bawa kemana Fawnia?” Teriak Mama nya di ambang pintu utama.
Nicko sama sekali tak menghiraukan Mama nya yang terus berteriak,sementara kita sudah sampai di samping mobil Nicko.
“Nicko hubungan kalian tidak akan pernah Mama restui!!” ucap Mama Nicko membuat ku membulatkan mata ku terkejut dengan ucapan nya.
Aku menatap wajah Nicko dengan tidak percaya, karena terkejut Mama nya telah mengetahui hubungan kami.
“Masuk” pinta Nicko yang telah membuka kan pintu mobil untuk ku.
“Masuk aku bilang!” Teriak Nicko membuat ku takut,aku menatap wajah Mama Nicko yang seperti penuh harap kepadaku.
“Masuk Fawnia!” Teriak nya lagi,dan aku langsung masuk ke dalam mobil sambil menatap Mama dengan sedih.
Aku sudah berada dalam mobil, namun wajah ku tak henti menatap wajah Mama Nicko yang begitu sedih sekaligus kecewa menatap ku.
“Nicko. Kembali kesini Nicko! Nickoo!”
Nicko tak menghiraukan teriak Mama nya dan dia terus melajukan mobil nya entah kemana.
Mata ku berbinar, aku sedih mendengar apa yang di ucapakan Mama Nicko tadi. Dia tidak akan pernah meretui hubungan kami. Lalu bagaimana kami selanjutnya ?
“Mau kemana kita?” Tanya ku dengan nada yang begitu cemas.
“Aku akan membawa mu pergi jauh dari rumah” ujar Nicko dengan terus menyetir.
“Kenapa Nick? Karena hubungan kita tidak akan di restui?” Tanya ku dengan sedih.
“Karena Mama mau menjodohkan ku dengan wanita lain” jawab Nicko dengan nada sedikit keras.
Aku langsung terdiam mendengar ucapan nya.
__ADS_1
Nicko akan di jodohkan dengan wanita lain. Lalu bagimana dengan aku? Apa yang harus aku lakukan ? Apa aku akan mempertahankan perasaan ku ? Apa aku akan egois dengan tidak memberikan Nicko kepada wanita pilihan orang tua nya ? Sementara orang tua Nicko sudah terlalu baik kepadaku.
“Kita kembali kerumah” pinta ku dengan berusaha tegar, namun aku harus menerima kenyataan pahit ini.
Nicko melirik ku sebentar dengan mengkerutkan kening ku.
“Apa maksud mu?”
“Aku tidak mau menjadi anak yang tidak tahu diri Nicko!” Ucap ku berusaha membuat dia mengerti.
Lalu dengan cepat Nicko membanting stir nya ke bahu jalan dan me-rem mobil dengan mendadak. Membuat ku terhentak ke depan.
Kami saling diam untuk sejenak menenangkan pikiran kami. Nicko seperti nya terlihat kesal karena ucapan ku.
“Apa maksud mu?” Tanya Nicko dengan nada yang begitu kecewa tanpa menoleh ke arah ku.
Aku memejamkan mataku,berharap pilihan ku benar.
“Aku ingin kamu mengikuti apa yang Mama mu mau” jawab ku dengan begitu berat hati.
“Dan mematahkan hatimu?” Tanya nya melirik ku dengan kecewa.
Raut wajah nya sudah begitu terlihat muak.
“Aku bisa menahan perasaan ini Nicko. Aku akan melupakan nya seiring berjalan nya waktu”
“Lalu bagaimana dengan aku?!” Tanya Nicko dengan penuh emosi.
“Aku sudah terlalu mencintai kamu Fawnia. Bahkan aku tidak pernah berfikir untuk bisa meninggalkan kamu. Bagaimana bisa kamu meminta aku untuk menikahi wanita yang sama sekali tidak aku cintai?”
Akhirnya aku meneteskan air mata. Aku tak bisa lagi membendung tangisan ku yang tak tertahankan. Karena aku juga merasakan apa yang Nicko rasakan selama ini. Nicko pun adalah cinta pertama ku,dan belum pernah tergantikan.
“Aku tidak mau orang tua mu membenci ku Nicko. Tolong mengertilah” ucap ku memohon menatap nya dengan sedih.
Aku merasa situasi ku begitu sulit. Aku tidak bisa memilih antara dia dan keluarga nya.
“Dan aku akan membuat orang tua ku ikut membenci ku Fawnia” ucap Nicko membelai rambut ku dengan lembut nya.
Nicko pun sudah begitu terlihat kacau. Dia sudah merasa sulit dengan keadaan yang dia miliki. Aku tahu dia begitu mencintai ku, namun orang tua nya pun begitu baik kepadaku,tidak mungkin aku mematahkan kebaikan nya hanya karena ke egoisan perasaan ku ini.
Nicko membawa ku ke sebuah motel di luar kota.
“Kita akan menginap disini untuk beberapa hari, sampai kita mendapatkan sebuah apartemen yang pas untuk kita” ucap Nicko begitu menjanjikan.
Aku tidak tahu Nicko akan membawa ku hidup seperti apa dengan tanpa orang tua nya. Apa aku dan Nicko akan bernasib seperti Papa dan Mama ku? Yang tidak di restui oleh orang tua mereka dan memutuskan untuk menikah tanpa restu ?
Aku sudah begitu bingung memikirkan sikap Nicko yang begitu keras kepala. Namun aku tahu, tidak akan menang untuk bisa membantah nya,jadi aku hanya perlu mengikuti keinginan nya sampai hati nya tenang dengan sendirinya.
__ADS_1
___******____*