Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Masalah itu kembali lagi


__ADS_3

Keesokan paginya.


Aku sudah bersiap untuk pergi bekerja dan siap mengantarkan Kara ke sekolah. Aku sudah memakai kan Kara baju sekolah dan menguncir dua rambutnya,aku juga sudah memasukan semua buku pelajarannya ke dalam tas,tidak lupa membawakan Kara bekal untuk makan disana. Aku pun sibuk dengan memasukan barang-barang ku ke dalam tas,seperti ponsel,dompet,alat make up untuk touch up dan juga kunci mobil.


Seseorang mengetuk pintu apartemen ku ketika aku masih sibuk bersiap untuk pergi bekerja. Aku langsung mengintip di lubang pintu.


Itu Bima dan Mama. Aku langsung membuka pintu.


“Mama” sapa ku kepada Mama yang berdiri di balik pintu.


Dan aku pun melirik Bima yang berdiri di belakang Mama.


“Hallo Nak” sapa Mama dengan manis lalu dia memeluk ku.


Aku membalas pelukan nya dengan raut wajah yang bingung.


“Mama minta Bima untuk mengantarkan Mama kesini” ujar Mama menjawab pertanyaan ku yang bingung melihat ada Bima bersama Mama.


“Ayo masuk” ajak ku kepada Mama dan Bima.


“Oh aku langsung kembali ke kantor Faw,tadi Bu Shinta kesini bersama supir pribadinya,dan aku membawa mobil kantor. Aku harus kembali ke kantor sekarang” ujar Bima.


“Oh. Oke” jawab ku dengan masih saja bingung.


“Bima. Tolong jangan katakan kepada Nicko jika saya ada disini. Saya mau bicara dengan Fawnia tanpa di ketahui Nicko” ucap Mama kepada Bima.


Kenapa Nicko tidak boleh tau ? Tanya ku di dalam hati.


“Baik Bu. Saya permisi”


“Iya. Terimakasih” jawab Mama.


“Terimakasih Bim” ucap ku ikut berterimakasih.


“Oke” lalu Bima pergi dan Mama ikut masuk dengan ku ke dalam apartemen.


“Omaaa” teriak Kara ketika melihat Mama masuk.


“Hay Kara”

__ADS_1


Kara langsung berlari menghampiri Oma nya dan memeluk Kara dengan lembut.


“Kara mau kemana kok udah cantik begini?”


“Kara mau sekolah Oma”


“Mau sekolah? Oh Kara sudah sekolah?”


“Iya masih hanya belajar dan bermain saja Ma” jawab ku.


“Oh,udah pintar dong cucu Oma. Ih udah cantik,baik,pinter lagi”


Kara tersenyum tersipu dengan malu melihat Oma memuji nya.


“Ayo duduk Ma. Mau minum apa?” Tanya ku sambil berjalan ke pantry.


“Apa saja” jawab nya.


Lalu aku membuatkan dia teh hangat di sebuah cangkir cantik berwarna putih. Lalu aku ikut duduk di samping nya. Mama langsung mencicipi sedikit teh yang aku buat.


“Ada apa Ma?” Tanya ku dengan penasaran.


Karena tidak mungkin Mama datang kesini sepagi ini jika tidak ada maksud yang tertentu.


“Faw,Mama mau membicarakan tentang Nicko”


Aku mengkerutkan keningku.


“Ada apa dengan dia?”


“Ini tentang Nicko dan Kirana”


Aku tiba-tiba teringat dengan masalah 5 tahun lalu.


Aku begitu yakin dia pasti akan kembali meminta ku untuk membantu nya lagi persis seperti 5 tahun lalu.


“Mama mau membahas ini tapi bukan berarti Mama meminta mu untuk pergi lagi Faw. Mama tidak pernah punya pemikiran hal seperti itu,tolong jangan berfikiran jahat tentang Mama” ucap nya memperingati.


Aku hanya diam merasa bersalah.

__ADS_1


“Kirana dan Nicko itu sudah bertunangan,dan keluarga Kirana sudah banyak sekali membantu perusahaan Papa selama bertahun-tahun ini. Dan keluarganya sudah begitu menginginkan Nicko untuk menikahi Kirana,mereka pun sudah sempat bertunangan kan? Dan Mama harap untuk kali ini Nicko mau mendengarkan Mama”


Ujar Mama tidak jauh berbeda dengan ceritanya di masa lalu. Aku merasa jika tujuan Mama menceritakan hal ini pun sama seperti dulu.


“Lalu kenapa Mama menceritakan semua ini ke aku?”


“Faw. Ini bukan soal pernikahan mereka saja, tapi ini pun tentang perusahaan kita. Perusahaan yang Papa dan Papa mu bangun itu banyak sekali rintangan nya sebelum seperti ini. Mereka berjuang begitu keras untuk bisa membangkitkan perusahaan ini, dan tugas kita hanya harus bisa mempertahan kan nya”


Aku masih diam belum menangkap inti dari cerita Mama.


“Ini peluang kita untuk bisa bekerjasama dengan keluarga Kirana. Pak Handoko itu adalah orang terbesar dan paling ternama di bidang property, kita harus bisa memanfaatkan peluang yang ada Faw. Keluarga Kirana sangat menghargai Papa, dan dia sangat ingin bisa ber besan dengan Papa, dan Mama harap kamu juga Nicko bisa mengerti”


“Mama tidak mau,lambat lain perusahaan kita itu menurun drastis seperti apa yang kita takutkan. Dan di tambah lagi dengan masalah Kirana Dan Nicko, Mama tidak mau sampai pernikahan mereka itu batal. Mama takut otang tua Kirana akan menarik semua aset dan saham yang mereka simpan di perusahaan kita Faw. Mengertilah,ini pun untuk kebaikan kita semua”


Ucap Mama begitu menyakitkanku. Seolah semua masalah yang terjadi pada perusahaan adalah kesalahanku.


“Lalu apa yang Mama inginkan? Mama mau aku keluar dari perusahaan itu” Tanya ku menahan sedihku.


Mama menggenggam tangan ku dengan lembut dan dengan tatapan penuh harap. Namun aku hanya bisa menatap mata Mana dengan sayu.


“Mama mau kamu pindah dari kantor itu, dan bekerja di kantor Papa yang lain nya” pinta Mama.


Aku diam sejenak menatap Mata mama yang sendu dan benar-benar penuh harap itu.


“Baiklah” jawab ku dengan begitu sedih.


Mama tersenyum mendengar jawaban ku,lalu dia mengelus lembut rambutku.


“Dan Mama harap kamu bisa tinggal kembali dirumah kami seperti dulu” ucap Mama sambil melepaskan pelukan nya.


Dia berbicara seolah di rumah itu sebelum nya tidak pernah ada masalah. Padahal dia tau sendiri bagaimana aku dan Nicko keluar dari rumah itu karena kita ingin mempertahankan perasaan kita.


Aku menatap mata Mama dengan penuh kesedihan. Aku masih tidak habis fikir kenapa dia masih saja memaksaku kembali kerumahnya setelah apa yang sudah dia katakan.


“Jika Mama mau aku pergi dari kantor,aku akan pergi. Tapi jika Mama meminta aku kembali ke rumah,itu tidak akan terjadi. Dan tentang Nicko,aku tidak mau ikut campur,aku tidak bisa membantu Mama untuk menikahkan Nicko dengan wanita pilihan Mama,aku tidak mau lagi terlibat dengan persoalan itu” ucap ku begitu tegas.


Mama menatap lurus dengan tatapan nya yang begitu kecewa,dia menghela nafasnya.


“Mama kira selama ini kamu baik Faw,Mama kira kamu itu bisa menjadi anak perempuan Mama yang bisa menyayangi Mama sepenuh hati,tapi ternyata Mama salah. Bagaimanapun kamu hanya memandang Mama sebagai orang lain ?”

__ADS_1


Ucap Mama dengan nada yang kecewa. Dia tidak melihat mataku,dan hanya menatap lurus kedepan.


Bisa-bisa nya Mama berfikir seperti itu tentang ku, dia menilai ku buruk hanya karena aku mencintai anaknya. Separah itukah kesalahan yang aku perbuat hingga dia langsung menilai jika aku tidak menyayangi dan menghargainya?


__ADS_2