
Beberapa saat kemudian handphone Keysa berbunyi. Aku dan Nicko langsung refleks melirik ke arah handphone Keysa,kami yakin itu pasti dari Pak Diman.
Keysa melirik kami seolah bisa menjawab fikiran kami.
“Hallo Pak Diman”
“Hallo Neng,Bapak ada ini video bangunan rumah di tanah itu dulu. Tapi paling hanya di bagian depan sebelah kiri saja neng”
“Oh iya Pak tidak masalah”
Lalu Keysa mulai dengan acting nya.
“Tapi Pa ini saya seperti nya ada kendala,Bapak boleh kesini sebentar Pak?”
“Ada apa neng? Yang bersihkan rumput tidak benar ya neng?” Bagaikan di beri jalan oleh Pak Diman, Keysa langsung membulat kan mata menatap ku.
“Iya iya iya Pak. Boleh minta tolong bapak untuk kesini sebentar saja Pak”
“Tapi yang gantikan Bapak belum datang neng,tidak ada yang jaga di pos ini” ujar Pak Diman dengan khawatir.
“Oh. Cuma sebentar kok Pak,saya minta tolong lihatkan dulu saja,soalnya saya buru-buru juga ini” ucap Keysa berdalih.
“Baik neng,saya kesana sekarang” jawab Pak Diman akhirnya.
“Pak Diman udah kesini,lo mending cepet2 ke pos security nya keburu ada yang gantiin Pak Diman” ucap Keysa.
Aku langsung mengangguk. Aku dan Nicko segera pergi ke pos security menggunakan mobil dan sedikit berputar agar tidak berpapasan dengan Pak Diman. Jika begitu Pak Diman sudah menghampiri Keysa biarlah Keysa yang mengarang cerita, dia ahli dalam hal itu.
Aku dan Nicko sudah sampai di pos security yang tertutup. Aku khawatir jika pos ini terkunci. Aku dan Nicko melihat sekeliling kami sebelum akhirnya kami memegang handle pintu pos security untuk memsatikan pintu itu terkunci apa tidak. Nicko mencoba memutar handel pintu itu,dan terbuka. Pintu itu tidak di kunci. Kami langsung masuk ke dalam pos security dan menutup nya kembali agar tidak ada orang yang melihat kami disana.
Komputer masih menyala,dan menunjukan sebuah video gedung yang tengah di pause. Aku begitu mengenal bangunan itu. Itu rumah ku dulu,video cctv itu di ambil dari sudut jalan samping rumah ku,dan bisa memperlihatkan bagian depan gedung rumah ku. Nicko langsung duduk depan komputer.
“Seperti nya video ini di simpan di sebuah file” ucap Nicko sambil mulai mengotak atik komputer itu.
Aku berdiri di samping Nicko sambil terus memperhatikan sekitar kami,berjaga-jaga takut akan ada yang masuk ke dalam pos security.
“Tanggal berapa kejadian kebakaran rumah mu?” Tanya Nicko.
__ADS_1
“3 september 2002” jawab ku dengan begitu berat.
Nicko langsung mencari video di tanggal tersebut di sekitar perumahan. Butuh waktu lama untuk mencari nya,karena bagian cctv di perumahan begitu banyak di pasang dimana-mana.
“Coba lihat cctv yang hanya memperlihatkan ada gorong-gorong nya Nick” pinta ku agar mempermudah.
Nicko langsung mencari cctv yang aku pinta dan menghilang kan dari layar yang tidak perlu. Dan masih tidak ada.
“Sepertinya bukti itu sudah hilang. Mungkin Security itu benar-benar tidak ingin terbawa masalah” ucap Nicko.
Aku hanya bisa diam. Jika memang Security itu sudah menghilangkan barang bukti itu,berarti sudah tidak ada harapan untuk ku mencari kebenaran.
“Tunggu sebentar” ucap Nicko dengan cekatan kembali mengotak atik komputer itu.
“Dia tidak mungkin menghilangkan barang bukti yang begitu besar dan hanya dia yang tahu. Dia pasti menyimpan nya di suatu tempat” ucap Nicko.
Dia mencari di berbagai file yang mencurigakan. Dan lagi-lagi Nicko berhasil menemukan nya.
“File Diman” tulisan dalam file itu yang di simpan begitu teracak dan ter random yang pernah ada,hanya saja Pak Diman tetap lah tua. Dia menyiman file dengan keyword yang begitu sangat mudah.
Nicko melirik ku sebelum akhirnya dia membuka file itu. Tidak heran jika Nicko bisa di percaya memegang perusahaan besar Papa,karena dia begitu pintar dan sangat cerdik. Aku bangga menjadi istrinya.
Aku memberikan Nicko flashdisk untuk menyalin file nya. Dan setelah berhasil kami segera mengembalikan layar komputer seperti semula agar bisa menghilangkan jejak.
“Siapa kalian!” Tanya seseorang yang baru saja masuk dan memelototi kami.
Aku dan Nicko langsung berbalik dan memasang wajah yang begitu tegang.
“Kami...” ucap ku begitu bingung untuk menjawab nya.
Nicko memasukan flashdisk secara sembunyi kepada kantung celana bagian belakang nya.
“Mereka kerabat Neng Keysa” jawab seseorang yang baru juga datang di belakang orang menyeramkan ini.
Itu Pak Diman,datang dengan Keysa di belakang nya. Keysa juga amat terlihat sangat tenang namun berusaha untuk tersenyum.
“Tadi Neng Keysa mau lihat rumah yang dulu di bangun di atas tanah proyekan itu buat analisis katanya,terus saya tadi liat kerjaan tukang potong rumput dulu itu disana bener-bener ga beres” ucap Pak Diman mengalihkan perhatian teman nya ini yang masih curiga melirik ku dan Nicko.
__ADS_1
“Kenapa emang mereka ?” Tanya teman nya itu.
“Masa sampah rumput mereka di buang di gorong-gorong kan jadi buat mampet,pantes kemarin hujan itu air agak meluap kan” ucap Pak Diman dengan keluhan nya.
“Padahal saya kemarin sudah bilang loh,jangan sampai itu sampah-sampah ada yang ketinggalan”
Aku dan Nicko langsung bisa bernafas lega.
Pak Diman langsung melirik aku dan Nicko.
“Aden sama Neng sudah selesai?”
“Oh iyaa” jawab ku menyembunyiakan kepanikan ku.
“Sudah Pak. Saya juga sudah melaporkan kepada Pak....” ucap ku dengan menggantung dan melirik Keysa karena bisa-bisa nya aku lupa dengan nama Bos Keysa.
“Pak Jaka” jawab Keysa akhirnya mengerti tatapan ku.
“Pak Jaka,iya” timpal ku.
“Oh iya tadi Pak Jaka sudah bilang di group,thank Faw” ujar Keysa dengan tersenyum.
Dia tidak sadar bahwa panggilan Keysa kepada ku membuat Pak Diman ini mengerutkan kening. Pak Diman seperti nya masih kenal dengan nama 'Faw'. Tentu saja seharusnya dia masih ingat dengan anak kecil yang selalu bermain di dekat pos security dan keluarga nya selalu memanggil anak itu “Faw”Karena tatapan nya terlihat sekali bingung.
“Faula. Seperti nya kita harus segera ke kantor” ucap Nicko begitu tenang berbicara kepadaku.
Untung saja Nicko bisa mengecoh fikiran Pak Diman. Sudah ku bilang Nicko memang cerdas.
“Oh iya. Mari Pak” ucap ku sambil tersenyum dan berjalan melewati kedua security yang masih menatap aku dan Nicko dengan bingung.
Aku dan Nicko langsung masuk ke dalam mobil kursi belakang,biarkan Keysa yang berpamitan kepada security itu. Kami sudah terlalu gugup untuk berhadapan dengan mereka. Tidak lama Keysa menyusul masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil keluar dari perumahan itu.
“Gila ya lo. Bisa-bisa nya keceplosan panggil nama gue” ucap ku dengan langsung saja memarahi Keysa.
“Iya sorry sorry gue lupa”
“Untung aja Nicko Pak Diman ga curiga” ucap ku dengan tetap saja kesal kepadanya.
__ADS_1
“Iya sorry. Tapi Pak Diman emang masih inget ya sama lo?”
“Ya bisa aja kan,dia masih inget sama anak yang rumah nya dulu kebakaran” ucap ku lagi-lagi dengan berat hati mengatakan nya.