Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Ikatan Batin


__ADS_3

Hari ini aku sedang sibuk di meja kerja ku untuk menghubungi partner kerja Nicko membuat janji pertemuan, lalu tidak lama seseorang masuk ke dalam ruangan ku.


“Hay Faw” sapa Bima dengan menggunakan jas berwarna coklat gelap, celana hitam dan rambut rapih nya.


“Hay” sapa balik ku.


“Malam ini ada acara?” Tanya nya membuat ku mengkerutkan kening, dan mengingat jadwal ku malam ini.


“Seperti nya tidak. Mungkin hanya menemani Kara. Kenapa?”


“Aku mau mengajak mu keluar untuk makan malam” ucap nya membuat ku semakin mengkerutkan kening.


“Makan malam? Kemana?” Tanya ku.


“Ya kemana saja,kita bisa mencari Restaurant yang enak malam ini”


Aku tertawa mendengar nya.


“Maaf Bima,tapi aku tidak bisa meninggalkan Kara dirumah sendirian”


“Oh. Maksud ku kita bertiga,ajak Kara untuk makan malam” ucap nya lagi.


“Bim” baru saja aku mau kembali menolak nya seseorang tiba-tiba keluar dari ruangan. Nicko,ya siapa lagi jika bukan dia yang selalu berada di samping ruangan ku.


Dia menatap kami berdua dengan tatapan kesal. Lalu Nicko menatap ku tajam.


“Ke ruangan saya sekarang” pinta nya dengan dingin,lalu dia masuk kembali ke ruangan nya tanpa mendengar ku menjawab permintaan nya.


“Baiklah. Nanti kita bicarakan lagi” ucap ku kepada Bima.


“Kamu akan mengabari ku?” Tanya Bima dengan tatapan nya yang meragukan ku.


“Aku tidak yakin” jawab ku sambil tersenyum.


Aku berdiri dan membereskan dulu meja ku.


“Ayola Faw”


“Aku harus bicara dulu dengan Kara, karena mood nya selalu buruk”


“Tapi kamu akan mengabariku kan?”


“Mmmhhh…” lalu tiba-tiba pintu ruangan Nicko kembali terbuka.


“Kenapa lama sekali?” Ucap Nicko dengan begitu kesal nya,membuat Bima berdiri dengan gugup dan terus menundukan kepala nya.


“Baik Pak. Mohon maaf” ucap ku langsung mengikuti Nicko dan ikut masuk ke dalam ruangan nya meninggalkan Bima yang masih berdiri di depan mejaku.


Nicko masuk ke dalam meja kerja nya dan membuka sebuah berkas yang ada di meja nya.


“Aku minta kamu hubungi perusahaan ini dan buatkan janji dengan mereka”


“Baik” jawab ku sambil mengambil alih berkas itu.


“Dan ajukan tawaran kita kepada perusahaan Furniture Couple secepatnya”

__ADS_1


“Baik”


“Apa janji pertemuan ku yang aku minta tadi sudah di buatkan?”


“Sudah Pak, tadi saya sudah menghubungi mereka”


Nicko menganggukan kepala nya sambil terus berfikir.


“Apa jadwal aku selanjutnya?”


“Tidak ada. Hanya mengecek pengeluaran kantor”


Lalu Nicko menganggukan kepala nya.


“Sudah selesai?” Tanya ku kepada Nicko yang terlihat seperti masih memikirkan sesuatu.


“Apa yang sedang kamu bicarakan dengan Bima?” Tanya nya membuat ku mengangkat kedua halis ku.


“Kenapa?”


“Aku ingin tahu” ujarnya.


Lalu aku diam sejenak untuk berfikir.


“Bima mengajak ku makan,malam ini”


Nicko mengkerutkan kening nya.


“Makan malam? Untuk apa?”


“Lalu kamu mau?” Tanya nya begitu penasaran.


Aku menatap Nicko dan berfikir untuk menjawab pertanyaan nya.


“Mau” jawab ku dengan begitu meyakinkan.


“Kamu mau makan malam berdua dengan nya ? Lalu bagaiman dengan Kara”


“Dia meminta ku untuk membawa Kara juga”


“Lalu ?” Tanya nya semakin membuat ku bingung dengan pertanyaan nya.


“Lalu apa?” Tanya ku balik.


Nicko pun tampak bingung dengan pertanyaan nya sendiri lalu dia terlihat kikuk.


“Tidak ada. Ya sudah,aku sudah selesai” ujar nya dengan langsung kembali membuka berkas-berkas nya.


“Baiklah” jawab ku. Lalu aku keluar dari ruangan Nicko.


Aku melihat Nicko dari meja kerja ku melalui jendela kaca nya. Dia tampak serius bekerja di balik meja nya dengan wajah nya yang begitu sangat tampan. Mata indah nya semakin hari semakin membuat ku tersihir untuk terus menatap nya,bahkan sikap dingin nya masih saja membuat ku selalu merindukan nya. Dia tidak pernah berubah, bahkan ketika dia sudah bekerja menjadi orang besar seperti ini pun,sikap nya kepada ku tidak pernah berubah sedikit pun.


Malam hari nya. Aku dan Kara sedang bersantai di kamar kami bermain dengan buku gambar favorit Kara. Aku memakai baju tipis berlengan panjang dengan celana kain yang berwarna putih,sedangkan Kara memakai baju tidur baby doll berwarna putih juga senada dengan ku,rambut ku dan rambut Kara sama-sama di gerai karena kami merasa malam ini begitu dingin dan pundak kami akan terasa hangat jika rambut kami di gerai indah.


Kami berdua bertukar cerita tentang apa saja yang telah kami lakukan seharian ini. Kara menceritakan bagaimana dia di sekolah dan bagaimana dia bertemu teman-teman nya,dia bahkan menceritakan tentang pelajaran yang telah ia lalui di sekolah. Seperti berhitung dan bernyanyi,dia bahkan menunjukan hasil karya nya menulis ketika dia berskolah tadi pagi.

__ADS_1


Lalu tiba-tiba bel rumah berbunyi.


Aku melirik arah pintu sebentar.


“Kara tunggu disini ya” ucap ku lalu turun dari tempat tidur ku dan berlari ke luar kamar.


Aku membuka pintu apartemen ku dan mendapati seseorang dengan baju berlengan panjang berwarna hijau tua dan dengan celana panjang biru jeans berdiri di hadapan ku.


“Nicko?!” Panggil ku dengan mengerutkan kening menatap nya.


“Kamu ngapain disini?” Tanya ku.


“Bukan nya kamu ada acara makan malam dengan Bima?” Tanya Nicko membuat ku mengingat kembali kebohongan ku tadi siang.


Karena tadi aku hanya ingin melihat reaksi nya bagaimana jika dia tahu aku jalan dengan Bima. Tapi ternyata kebohongan ku malah membuat Nicko menghampiriku ke sini.


“Oh iya. Aku sudah membatalkan nya, karena..” aku berusaha mencari alasan.


“Kara sedang terlihat tidak sehat” alasan ku sambil menunjuk Kara yang ada di kamar,padahal dia begitu baik-baik saja.


“Baguslah” lalu Nicko menerobos masuk ke dalam apartemen ku sebelum aku mempersilahkan dia masuk.


“Kamu ada perlu apa kesini?” Tanya ku dengan keras membuat Kara keluar dari kamar.


“Hay Kara” sapa Nicko dengan manis.


“Om Nicko” sapa nya lalu berlari ke arah Nicko dan memeluk nya.


“Kara lagi apa di kamar?” Tanya Nicko begitu manis.


“Kara lagi main gambar bareng Mama. Om Nicko kok kesini nya malem?” Tanya Kara yang masih ada di dalam gendongan Nicko.


“Iya. Tadi Om ada urusan dulu. Om bawa sesuatu untuk Kara” ujar Nicko menunjukan sesuatu kepadanya.


“Apa ini?” Tanya nya sambil menyentuh brown bag besar di tangan Nicko.


“Sini duduk” Nicko mendudukan Kara di samping nya dan memberikan brown bag besar itu untuk nya.


“Waahh mainan” mainan barbie dengan sebuah rumah pink terlihat lengkap sekali dengan isi furniture mini yang ada di dalam rumah itu.


“Iya ini untuk Kara”


“Asiiikkk. Kara punya mainan baru”


Lalu Nicko pun memijit suatu tombol yang ada di bawah rumah mainan itu.


“Ini ada lampu nya juga” dan rumah mini itu pun menyala begitu indah, membuat rumah barbie itu tampak nyata seperti telah menyalakan lampu rumah di malam hari.


“Kara suka?” Tanya Nicko sambil menatap Kara tersenyum begitu manis


“Suka sekali Om. Terimakasih” jawab Kara.


Lalu dia berdiri di sofa,melingkarkan tangan di leher Nicko dan mencium pipi nya dengan manis.


Aku terkejut melihat kedekatan mereka yang sangat romantis ini. Apa Kara memiliki ikatan batin yang kuat kepada Nicko sampai membuat dia begitu terlihat langsung menyayangi nya. Apa semudah itu? Apa Nicko juga merasakan jika Kara adalah darah daging nya?

__ADS_1


__ADS_2