Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Alice's Arrival


__ADS_3

" Aku mencintaimu! "


Anna tersenyum mendengar kalimat yang entah sudah ke berapa kali suaminya katakan. Semenjak pulang dari rumah sakit dan hubungan mereka jauh lebih bahagia, Anna selalu mendapatkan ungkapan cinta dari sang suami yang selalu di katakan padanya.


Seperti di pagi ini, ketika Anna sedang menyuapi sang suami, dia kembali mendapatkan ungkapan cinta sang suami. Dengan penuh kelembutan, Anna menyiapkan segala keperluan sang suami. Padahal Daniel sudah sembuh bahkan dirinya sudah bisa melakukan apapun sekarang, tetapi dia sengaja membuat dirinya seolah masih lemah hanya karena ingin selalu bersama sang istri.


Karena sang suami yang hanya ingin bersamanya, Anna terpaksa mengambil cuti beberapa hari ke depan. Sama halnya dengan Daniel, yang tidak akan masuk kerja. Namun pria itu tidak mengkhawatirkan perusahaannya karena sudah ada dua orang yang di percayanya bisa menghandle semua pekerjaannya.


" Apa kau tidak lelah mengatakan hal itu setiap saat? "


" Tidak, tidak ada kata lelah untukku mengatakan perasaanku kepada istriku. "


Anna kembali merona mendengar ungkapan sang suami yang entah mengapa sekarang bersikap lebih romantis dari sebelumnya. Anna senang mendapatkan perhatian dari sang suami, wanita itu semakin tidak sabar memberitahukan kehamilannya kepada sang suami.

__ADS_1


"Ah iya, sayang. Aku sudah menyuruh Christian untuk menjemput Bunda serta adik adik kita di bandara. Mungkin tak lama lagi mereka akan sampai di rumah ini.


" Terima kasih! "


Momen romantis pasangan suami istri itu terganggu ketika sebuah suara ketukan pintu terdengar. Anna pun membereskan piring bekas sarapan Daniel, dan tak lupa menyuruh orang itu masuk.


Seorang pelayan wanita masuk dengan pandangan yang menunduk. Wanita itu mengatakan bahwa ada tamu yang ingin bertemu dengan Anna di bawah. Setelah mengiyakan Anna segera bersiap untuk menemui seseorang yang ingin bertemu dengannya. Setelah meminta izin dari suaminya, Anna segera turun ke bawah.


Anna tersenyum ketika melihat siapa yang datang berkunjung, Anna segera memeluk sebentar seorang wanita yang sudah menjadi sahabatnya.


" Aku baik, Anna. Kau sendiri? "


Anna pun mengatakan hal serupa karena memang itulah yang dia rasakan saat ini. Keduanya pun duduk di sofa ruang tamu setelah sebelumnya meminta bantuan kepada seorang pelayan untuk membuatkan minuman kepada tamunya.

__ADS_1


Alice mengelilingi pandangannya melihat rumah itu, Alice mengangumi setiap penjuru rumah yang lebih di dominasi warna dark. Ini pertama kalinya dia datang ke rumah ini, setelah mengetahui alamat tempat tinggal dia segera berkunjung.


" Rumahnya bagus tetapi lebih bernuansa dark. "


" Iya, ini rumah suamiku. Tetapi aku sudah terbiasa dengan rumah ini, aku senang tinggal di sini. "


" Apa kau bahagia menikah dengannya, Anna? Aku masih ingat bagaimana dia memaksamu waktu itu. "


Anna tersenyum jika mengingat dirinya saat menikah dengan Daniel dulu. Itulah rahasia takdir yang tidak ada satupun yang mengetahuinya. Menikah dengan tiba tiba, tak ada rasa cinta satu sama lain karena hanya ada rasa benci dari Anna untuk suaminya.


Tetapi sekarang dia begitu bahagia mendapatkan suami seperti Daniel, meskipun pria itu banyak kekurangan tetapi dia bisa menutupi kekurangan itu. Tak di sangka dia bisa mencintai suaminya bahkan kini sedang mengandung anaknya.


" Aku bahagia sekali, Alice. Tak ada kalimat yang bisa mengungkapkan kebahagiaanku saat ini. "

__ADS_1


" Aku turut bahagia dengan pernikahanmu, Anna. Aku datang ke sini ingin melihat keadaan suamimu, Anna. "


" Ah iya, dia sudah membaik. Mungkin hanya merasakan ngilu di punggungnya jika dia bekerja berat, tetapi semuanya lebih membaik. Terima kasih karena sudah datang, Alice. Aku senang kau bisa tinggal di sini dan kembali bekerja bersamaku. "


__ADS_2