Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Decided To Come!


__ADS_3


Anna mengemudikan mobilnya sendiri sesekali melihat ponselnya untuk memastikan alamat yang akan dia datangi. Anna sudah memutuskan untuk datang ke alamat yang Aaron berikan kemarin, hatinya entah mengapa mengatakan harus datang.


" Maaf, aku sudah berbohong padamu. "


Lirih Anna ketika beberapa saat lalu dia meminta izin kepada suaminya untuk ke rumah sakit seperti biasa,padahal itu hanya satu alasan Anna untuk pergi ke tempat tujuannya saat ini. Anna merasa sangat bersalah karena sudah tidak jujur kepada suaminya, namun dia terpaksa melakukan hal itu karena jika dia jujur pasti Daniel akan melarang keras dirinya.


Anna sangat ingin mengetahui siapa pembunuh itu dan apa motifnya membunuh sang Ayah. Setelah berdebat dengan pikirannya sendiri, akhirnya Anna memutuskan untuk datang ke alamat yang Aaron berikan. Meskipun dia harus berbohong dahulu kepada sang suami sebelumnya.

__ADS_1


Anna mengerutkan keningnya ketika memasuki sebuah jalan yang sedikit jauh dari perkotaan. Dengan memelankan laju mobilnya, Anna melihat kiri kanan yang mana dirinya kini sudah sampai di alamat itu. Anna melihat sekeliling yang tidak ada seorangpun, hanya ada sebuah taman yang sudah tidak terawat lagi karena rumput yang sudah tumbuh liar serta panjang.


Anna terus mengedarkan pandangannya hingga tatapannya terhenti pada dua mobil yang salah satunya seperti di kenali olehnya. Anna membuka pintu mobilnya dan menurunkan kakinya. Sebuah tas sudah dia jinjing, serta dengan pakaian yang begitu simpel, karena hanya memakai celana hitam panjang serta sebuah blazer panjang yang baru dia pakai setelah keluar dari mobil. Anna memakainya di luar menutupi kemeja hitam di dalamnya terlihat begitu kontras dengan stylenya saat ini.



Perlahan wanita yang berusaha menepis rasa gugupnya melangkahkan kakinya mendekati dua mobil yang sudah lebih dulu terparkir di sana. Anna mendekati salah satu mobil yang begitu familiar di matanya, Anna mengelilingi mobil hitam tersebut.


__ADS_1


" Tidak mungkin itu mobilnya. Tidak mungkin juga dia ada di sini. "


Anna menggeleng pelan menghilangkan pikiran buruknya saat ini. Setelah menarik nafas dalam dan membuangnya, Anna pun kini melangkahkan kakinya menuju arah masuk taman yang sudah tidak terawat itu. Pandangannya melirik ke sana ke sini mengawasi keadaan yang begitu menakutkan.


Tiba tiba ingatannya kembali mengingat hal yang hampir sama beberapa bulan yang lalu ketika dengan tidak sengaja dia masuk ke dunia yang jauh darinya. Sesaat wanita itu menyunggingkan senyumnya kala mengingat pertemuan dirinya dengan sang suami.


" Astaghfirullah! "


Anna yang sedang berjalan itu terperanjat kaget ketika sebuah suara tembakan masuk pendengarannya. Anna memegang dadanya yang berdegup kencang karena suara tembakan beberapa saat lalu. Pikirannya sudah tidak tenang, dirinya ketakutan apalagi suara itu kembali membuatnya trauma.

__ADS_1


Anna membalikkan tubuhnya untuk meninggalkan tempat sunyi itu karena dia tidak bisa melanjutkan rencananya. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara dua pria sedang saling memakai satu sama lain. Salah satu suaranya begitu dia kenali. Anna bisa mendengar dengan jelas suara keras dari dalam sana dan juga pendengarannya menangkap suara pukulan keras.


__ADS_2