
Di ruang kerja perusahaan miliknya di kota Tokyo, Daniel begitu sibuk membaca berkas demi berkas yang bertumpuk di atas meja kerjanya. Dia terlihat sangat sibuk dengan pekerjaannya, karena bukan hanya mengatur perusahaan yang bergerak di bidang makanan ringan, tetapi juga dengan pekerjaan ilegalnya.
Namun tiba tiba fokusnya terhenti kala dia mengingat kejadian semalam. Seketika bibirnya membentuk sebuah senyuman saat dirinya mengingat kejadian yang begitu menggairahkan tadi malam.
" Oh ****! Mengapa aku membayangkan wajahnya? "
Daniel menggeleng guna untuk menghilangkan pikirannya saat ini. Dia harus berusaha kembali konsentrasi dengan pekerjaan saat ini. Namun pekerjaan kembali terhenti ketika Lucas datang ke ruangannya.
" Ada apa Lucas? "
" Tuan ini beberapa informasi mengenai William. "
Lucas memberikan beberapa berkas kepada Daniel. Daniel menerima dan membaca isi dari berkas itu, seketika dia menarik bibirnya ke atas.
__ADS_1
" Dia memiliki seorang anak? "
Daniel bertanya dan Lucas pun menganggukkan kepalanya. Daniel pun kembali melanjutkan membaca setiap informasi yang kini di dapatnya.
" Tetapi tidak ada satupun yang mengetahui identitas dari anak William tuan. Setelah dia mati dengan istrinya beberapa tahun yang lalu, hingga saat ini tidak ada satupun yang mengenal siapa anak dari William tuan. "
" Mungkin aku tidak bisa membalaskan dendamku padanya, tetapi masih ada anaknya. Aku akan mengetahui identitas siapa anak bajingan itu, setelah itu aku bersumpah akan membalaskan dendamku padanya. "
William Cedric. Pria yang menjadi dalang pembunuhan kedua orangtua Daniel yang selama ini dia cari. Hingga akhirnya dia bisa mengetahui identitas musuhnya melalui mantan tangan kanan pria itu Jack.
Dan akibat kemarahan dirinya, semalam dia memaksakan diri kepada istrinya. Daniel melampiaskan amarahnya dengan melakukan hubungan intim dengan sang istri.
" Aku sendiri yang akan mencari identitas anak bajingan itu. Lucas, kembalilah bekerja dan ya malam nanti kita ada sebuah tugas, bersiaplah! "
__ADS_1
Daniel berdiri dari kursinya dan berjalan ke arah jendela kaca yang menembus langsung gedung gedung tinggi kota Tokyo. Dia berdiri sembari memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana panjangnya.
" Annastasia Wilson. Seorang dokter bedah yang namanya kini sedang hangat di bicarakan orang. Wilson, nama itu seperti tidak asing bagiku. "
Pikirannya kembali memikirkan wanita yang sudah menjadi istrinya. Wanita yang sama sekali tidak di kenalnya, wanita yang tidak sengaja melihat dirinya membunuh istri dari musuhnya dan wanita yang dengan beraninya meminta seorang Daniel menikahinya.
Daniel, pria itu melanggar janjinya sendiri untuk tidak memiliki hubungan apapun dengan makhluk yang bernama wanita. Tetapi entah mengapa dia dengan begitu mudahnya menerima permintaan dari wanita itu hanya untuk menikmati tubuhnya.
" Sial. Aku menginginkan dirinya lagi. "
Tak bisa di tahan olehnya lagi hasrat yang sudah membara dalam dirinya. Tak memperdulikan pekerjaannya, Daniel memutuskan untuk segera pulang ke rumah yang sekarang ada seorang wanita yang sudah menjadi istrinya.
__ADS_1
Sembari berjalan dia sekilas melihat jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan waktu makan siang. Tak menunggu lama dia segera menjalankan mobil mewahnya. Mengemudikan mobil dengan kecepatan begitu tinggi, tanpa memedulikan lalu lintas yang sudah di langgar olehnya.