
Hari ini seperti janjinya kepada Anna akan mengatakan segalanya kepada keluarga Anna dan meminta maaf yang sangat besar atas kesalahannya. Sama halnya seperti Anna, Bunda dan kedua adiknya begitu terkejut dengan fakta pembunuhan suami dan Ayah dari anak anaknya di masa lalu.
Hati mana yang tidak hancur ketika mengetahui bahwa orang terdekat mereka lah yang melenyapkan sang suami. Bunda Hana begitu hancur mendengar setiap perkataan Daniel. Tak terkecuali dengan Anin dan Alisya yang ikut hancur mengetahui suami kakaknya yang telah membunuh Ayah mereka.
Awalnya mereka bertiga begitu membenci Daniel bahkan bunda memberikan tamparan kepada pembunuh suaminya serta menantunya sendiri. Dia tidak menyangka suami putrinya adalah pemimpin mafia yang banyak melakukan aksi kejahatan.
Tetapi setelah hati mereka tenang dan memikirkan lagi permintaan maaf tulus dari Daniel. Akhirnya Bunda Hana bersedia memaafkan kesalahan Daniel, meskipun hatinya masih sakit tetapi bagaimanapun menantunya sudah berani berkata jujur kepadanya. Dan karena kejujuran itu membuat hati Bunda melunak, dan dirinya sudah mengikhlaskan masa lalunya.
Baik bunda dan kedua putrinya kini sudah memaafkan kesalahan Daniel. Mereka sudah mengikhlaskan kejadian yang sudah mereka lupakan. Bunda Hana bisa melihat ketulusan dari menantunya dan karena hal itu dia memberikan maaf kepada Daniel.
Daniel begitu bahagia mendapatkan maaf dari sang mertua meskipun mendapatkan beberapa tamparan dan makian beberapa saat lalu. Daniel bahkan berlutut di hadapan wanita paruh baya itu, Daniel terharu ketika wanita yang sudah menjadi mertuanya memberinya maaf atas kesalahan kejinya.
__ADS_1
Tak hanya Daniel, Anna juga menangis terharu melihat perjuangan suaminya mendapatkan maaf dari Bunda dan kedua adiknya. Tanpa ada yang menyadari, Anna mengusap perutnya yang masih rata, kehamilannya benar benar sebuah keajaiban.
" Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah, terima kasih karena semua kebahagiaan yang kau berikan. Terima kasih karena sudah memberikanku kepercayaan untuk amanah ini. "
Anna menyeka air matanya sembari tersenyum melihat perutnya. Kehamilannya saat ini benar benar membuatnya bahagia. Meskipun hampir setiap pagi dia merasa mual seperti ibu hamil lainnya. Namun dia tidak mengeluh sama sekali, hatinya terlalu bahagia hanya sekedar mengeluh untuk itu.
Daniel, pria itu sama sekali tidak menyadari tanda tanda sang istri sedang hamil bayinya. Anna sampai saat ini belum memberitahu apapun tentang kehamilannya kepada siapapun. Dia sudah melakukan sebuah kejutan untuk sang suami malam ini. Wanita itu tersenyum ketika membayangkan wajah suaminya ketika mengetahui sedang mengandung buah hati mereka.
Anna menyeka segera air matanya ketika tangan kekar sang suami memeluknya dari belakang. Dirinya sedang berdiri di balkon kamarnya sembari mengingat kejadian beberapa saat lalu. Pasangan suami istri itu menikmati pelukan hangat mereka, Daniel baru pulang dari kantornya karena sudah beberapa hari ini dia kembali masuk bekerja.
Dia melihat sang istri yang sedang di balkon segera mendekap tubuh itu dan menciumi aroma tubuh yang begitu menenangkan dirinya. Sudah menjadi sebuah kebiasaan ketika pulang dari perusahaan dengan rasa lelahnya, dia akan langsung memeluk sang istri sekedar untuk menghilangkan rasa lelahnya.
__ADS_1
" Mengapa berdiri di sini? Sudah malam, angin malam tidak terlalu baik untuk kesehatan tubuhmu. "
Ujarnya sembari mencium tengkuk Anna serta meninggalkan bekas gigitannya di sana. Anna yang merasa geli segera berbalik menghadap sang suami. Jemarinya bergerak di dada bidang yang sudah menjadi tempat ternyamannya ketika berpelukan.
" Apa kau sedang menggodaku? "
" Tidak. Aku sedang tidak menggodamu. Ada sesuatu yang ingin aku katakan kepadamu. "
" Benarkah? Apa kau memberikan sebuah kejutan untukku? "
Daniel tersenyum sembari menarik tubuh sang istri menyentuh tubuh kekarnya. Tatapan mata keduanya saling bertemu, ada sebuah kebahagiaan yang saat ini di rasakan oleh mereka.
__ADS_1