Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Anin & Alisya


__ADS_3

Setelah meminta izin dari sang kakak, kini Anin dan Alisya berniat untuk keluar sebentar. Mereka berdua pergi setelah mendapatkan izin dari sang bunda tentunya. Dengan style santai namun terlihat begitu menawan untuk gadis gadis cantik itu.


Dengan menggunakan sebuah mobil, mereka berdua kini sudah meninggalkan rumah mewah sang kakak. Kedua gadis itu begitu terlihat bahagia karena setelah sekian lama mereka bisa menikmati keindahan kota tersebut. Dengan senyuman yang tak luntur, kini keduanya sudah berada di jalan raya dengan Anin yang menyetir sendiri.


" Kakak aku senang sekali. "


Alisya begitu girang di samping Anin, sedangkan Anin hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya. Alisya seperti anak kecil yang mendapatkan sebuah permen, walaupun usianya sudah 17 tahun, tetapi gadis itu masih sering bersikap seperti anak kecil apalagi di depan bunda dan kedua kakaknya.


Anna maupun Anin sudah terbiasa dengan sikap kekanak-kanakan sang adik. Sedangkan bunda, sudah tidak tahu harus berkata apalagi dengan sikap anak bungsunya itu. Anin yang masih fokus menyetir hanya tersenyum melihat sang adik di sampingnya.


" Ke restoran dulu yuk makan siang dulu. "


Anin melihat sekilas jam tangannya yang kebetulan sudah menunjukkan jam makan siang. Alisya yang sibuk dengan ponselnya pun mengiyakan perkataan sang kakak, pun dia juga sudah merasa lapar.


" Kak temanku kebetulan juga sedang berada di sini. Boleh tidak jika dia ikut gabung dengan kita. "


" Perempuan? "


" Hm iya kak. Namanya Agatha. "

__ADS_1


Mobil yang di tumpangi oleh keduanya kini sudah terparkir di area parkiran sebuah restoran. Tanpa membuang waktu mereka pun masuk dan memilih sebuah meja yang dekat dengan jendela sehingga mereka bisa menikmati keindahan siang hari kota Tokyo yang akan segera mereka tinggalkan.


Setelah memesan beberapa menu makan siangnya, kedua gadis cantik itu kini berbicara santai. Sebagai saudari mereka selalu mencurahkan isi hati mereka, tak segan segan mereka juga sering bercerita banyak hal dengan sang bunda.


" Kak lihat di belakang kakak, bukankah itu tuan Christian dan tuan Lucas? "


Tatapan mata Alisya teralihkan dengan dua orang yang sangat mereka kenali. Anin pun segera membalikkan tubuhnya dan melihat dia pria yang sangat di kenalnya.


" Iya benar. Ada kak Daniel juga ternyata. "


Saat Anin melihat mereka, Daniel juga datang dan bergabung dengan Christian dan Lucas serta beberapa pria berjas rapi. Mata Anin dan Alisya menyipit ketika melihat seorang wanita sexy ikut bergabung dengan para pria itu. Alisya teringat jika itu wanita yang sama dengan wanita yang tidak sengaja bertabrakan dengannya saat pesta waktu itu.


Anin tidak mengerti dengan sikap wanita yang mencoba mendekati Daniel, Anin bisa melihat Daniel yang merasa risih. Sama halnya dengan Anin sang kakak, Alisya juga menatap tidak suka dengan wanita sexy yang menurutnya seperti tante tante.


" Centil sekali wanita itu. Aku tidak suka melihatnya, apalagi caranya berusaha mendekati kak Daniel. Padahal dia tahu sendiri jika kak Daniel sudah menikah dan memiliki istri. "


" Sudahlah. Bukankah kita percaya dengan kak Daniel yang tidak akan mengkhianati kak Anna. "


Mereka pun kembali fokus dengan makanan mereka yang beberapa saat lalu di antar. Tak lama setelah itu, Agatha teman Alisya datang. Gadis tanpa hijab namun mengenakan pakaian yang begitu sopan tersenyum dan duduk di hadapan Anin dan Alisya.

__ADS_1


" Kak Anin ya? Soalnya Alisya pernah menceritakan tentang kakak. "


" Ah benarkah? Senang bertemu denganmu Agatha. "


" Terima kasih kak, rasanya aku juga memiliki seorang kakak sekarang. Kak Anin sama cantiknya dengan Alisya. "


" Kau juga sangat cantik Agatha. "


Anin yang baru pertama kali bertemu dengan Agatha seketika menjadi begitu akrab. Jelas saja karena Agatha yang terlihat begitu bersemangat bahkan dia menceritakan apapun mengenai dirinya. Alisya tersenyum ketika melihat teman yang sudah dia anggap sebagai sahabatnya juga akrab dengan sang kakak.


Semenjak pertemuan mereka waktu itu, kini Alisya dan Agatha sering berhubungan dan menjadikan pertemanan mereka semakin dekat. Agatha adalah gadis yang sangat baik, dia merupakan anak tunggal dari orangtuanya. Sama dengan Alisya, Agatha juga seorang gadis rumahan yang tidak suka bergaul dengan orang luar.


" Agatha apa kau sedang melanjutkan sekolahmu di sini? "


" Iya kak, aku bersekolah di universitas kota ini. Tetapi mengapa Alisya belum melanjutkan pendidikannya sekarang? "


" Aku akan melanjutkan pendidikanku di Osaka saja setelah pulang nanti. "


" Mengapa tidak di sini sekalian? "

__ADS_1


" Tidak. Aku lebih suka di kota Osaka saja. "


__ADS_2