Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Painful Fact.


__ADS_3

Karena rasa penasarannya dan mengempiskan rasa takutnya, Anna pun melangkahkan kakinya menuju taman itu. Wanita yang begitu erat mencengkeram tali tasnya kini sudah memasuki area taman yang terlihat mengenaskan karena tidak terawat. Mungkin taman tersebut bisa menjadi salah satu destinasi wisata jika terawat, tetapi karena kondisinya buruk seperti ini menjadikan taman tersebut terlihat mengerikan, tak ada satupun yang berkunjung di sana kecuali wanita itu.


Saat tiba di dalam sana, Anna membekap mulutnya sendiri ketika melihat sesuatu yang begitu membuatnya tidak percaya. Anna melihat dua pria yang begitu dia kenali kini saling memukul satu sama lain. Anna ingin berlari ke arah dua pria itu yang sama sekali tidak menyadari kedatangannya. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar teriakan dari dua pria itu.


" Kau seorang pembunuh Daniel, kau tidak pantas menjadi suami dari anak seorang pria yang sudah kau lenyapkan dengan tanganmu. Kau pembunuh, kaulah yang sudah melenyapkan Ayah Annastasia. Kau tidak berhak menjadi suaminya Daniel. "


Teriak Aaron ketika berhasil melumpuhkan Daniel dengan posisi dirinya kini mengunci kedua tangan Daniel di belakang pria yang tengkurap di atas tanah itu. Daniel kehilangan fokusnya sehingga Aaron berhasil melumpuhkannya. Namun tidak bertahan lama karena dengan secepat kilat kini Daniel membalikkan keadaan, saat menyadari kelemahan Aaron, pria yang berstatus sebagai seorang suami itu kini sudah balik melumpuhkan Aaron dengan mengunci tangan Aaron seperti halnya yang di lakukan Aaron terhadap dirinya.


Kaki kanan Daniel kini sudah menginjak keras punggung Aaron hingga pria di bawahnya berteriak kesakitan apalagi dengan tangannya yang terpelintir ke belakang. Dengan wajah yang begitu merah karena api kemarahannya, Daniel menarik tangan Aaron.

__ADS_1


" Aku memang orang yang sudah melenyapkan Ayah istriku dulu, tapi asal kau tahu Aaron Ryan Harrison. Aku.... "


Perkataan Daniel terhenti ketika pandangannya tidak sengaja melihat seorang wanita yang berdiri tak jauh di depannya. Dengan hati yang bergemuruh Daniel melepaskan cengkeramannya pada Aaron. Daniel tidak percaya dengan apa yang di lihat sekarang, pria itu memundurkan langkahnya pelan dengan tatapan yang tidak teralihkan dari wanita itu.


Aaron menyadari sesuatu yang aneh, dengan sigap pria itu berdiri dan sama terkejutnya dengan Daniel ketika melihat Anna di dekat mereka. Namun sesaat kemudian dia menyunggingkan senyum devilnya, bukankah ini yang dia inginkan sebelumnya. Aaron melupakan rasa sakit di tubuhnya ketika melihat kedatangan wanita yang sudah di tunggu olehnya.


" Sekarang waktunya, nikmatilah Daniel Immanuel Raymond. "


Tetapi sesaat dia menyadari bahwa ini adalah kehidupan nyata, tidak ada mimpi buruk. Semua yang dia dengan dengan jelas adalah sebuah fakta. Fakta yang begitu menyakitkan bahkan membuat hidupnya seketika hancur detik itu juga.

__ADS_1


Kedua kakinya sudah bergetar, lututnya tidak bisa lagi menahan tubuhnya yang begitu gemetar. Hingga dirinya hampir terjatuh ke tanah jika tidak ada sebuah tangan kekar yang menahan tubuhnya. Anna menatap sayu sepasang mata elang di tersebut, sebuah tawa kesedihan keluar dari bibirnya.


" Sa.. sayang? "


Daniel mencoba mengeluarkan suaranya dengan begitu gemetar sembari terus menahan tubuh kecil istrinya di rengkuhannya. Daniel juga sama gemetarnya dengan sang istri, Daniel sangat takut jika istrinya mendengar semua ucapan mereka beberapa saat lalu. Daniel tidak siap jika sesuatu yang di takutkan olehnya menjadi kenyataan hari ini.


Pria yang sudah menjadi seorang suami itu sama sekali tidak menyangka keberadaan sang istri di tempat sialan itu. Entah sejak kapan sang istri berada di sana, apakah istrinya mendengar semua ucapannya atau tidak. Daniel berdoa agar sang istri tidak mendengar apapun, karena jika dia mendengar, entah apa yang akan terjadi.


Anna melepaskan tangan sang suami dari pinggangnya, dan memundurkan langkahnya menjauhi sang suami. Daniel semakin ketakutan melihat sikap sang istri yang tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya. Tubuh dan tangan kekar itu kini bergetar, Daniel berusaha mendekati istrinya.

__ADS_1


" Jangan mendekat! "


__ADS_2