
Anna begitu menikmati halaman belakang rumahnya yang di penuhi oleh berbagai jenis tanaman dan bunga. Terlihat begitu indah, halaman belakang yang awalnya tak di tanami apapun kini sejak kehadirannya, Anna mulai mengatur rumahnya. Dan sekarang dia sudah menjadikan halaman kosong itu menjadi taman yang di penuhi berbagai bunga.
Sangat cantik, siapa pun yang melihatnya pasti akan terkagum kagum dengan keindahan taman asri tersebut. Hal itu pula yang kini sedang di rasakan oleh Anna. Dengan angin yang menembus kulitnya, membuatnya terlihat bahagia.
Wanita yang sedang mengandung itu duduk di sebuah ayunan yang beberapa hari lalu suaminya beli. Di waktu cutinya kali ini, Anna manfaatkan waktu itu untuk mendekor kembali isi rumahnya. Rumah yang dulunya kental dengan nuansa pria, kini sudah dia ubah sedikit menjadi lebih berwarna.
Semua itu dia lakukan karena keinginannya, sejak hamil dirinya selalu menginginkan sesuatu yang aneh. Mulai dari ingin terus mencium aroma maskulin sang suami, terkadang dia juga mengidam hal yang membuat sang suami memijit kepalanya.
" Aku semakin sayang denganmu! "
Anna tersenyum kala mengingat hal kemarin yang mana dirinya ingin sang suami memasak makanan untuknya. Seorang mantan mafia dan Cassanova yang sama sekali tidak tahu cara memasak, terpaksa melakukan hal itu hanya untuk melihat wanitanya tersenyum.
__ADS_1
Anna terus mengayunkan tubuhnya di ayunan itu sembari mengemil beberapa makanan. Rasa sedihnya sekarang tergantikan dengan rasa bahagia yang suaminya berikan.
Anna pun mengalihkan matanya ketika ponsel miliknya berdering. Anna tersenyum melihat siapa yang menelponnya dan tak menunggu lama, dia pun mengangkatnya.
" Halo Alice, ada apa? "
Anna mengerutkan keningnya ketika mendengar suara sang sahabat yang seperti sedang menangis. Dia pun menjadi penasaran ada apa dengan sahabatnya saat ini.
" ..... "
" Baiklah. Tunggu aku, Alice. Aku akan segera datang ke apartemenmu. "
__ADS_1
Anna pun segera berjalan masuk ke dalam rumahnya, pikirannya seketika berubah mengkhawatirkan sang sahabat. Tak biasanya Alice menangis hingga memintanya untuk bertemu. Tak menunggu lama, setelah mengambil tasnya, Anna pun segera menuju ke bagasi untuk mengambil mobil.
Seorang sopir yang sudah Daniel pekerjakan pun bertanya kepada Anna. Anna pun memilih untuk tidak membawa mobilnya sendiri karena Daniel tidak lagi mengizinkannya mengemudi karena alasan hamil. Dirinya pun duduk di kursi belakang sembari mengatakan alamat yang akan di tuju kepada sopir pribadinya.
Anna pun tak lupa meminta izin kepada suaminya dengan mengirimkan sebuah pesan singkat. Awalnya Daniel sempat menolak, namun dengan alasan yang Anna berikan, Akhirnya Daniel pun terpaksa memberikan izin kepada istrinya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 45 menit, mobil yang Anna tumpangi kini sudah berada di depan gedung apartemen Alice. Anna pun tak mengulur waktu lagi untuk segera menemui sang sahabat. Di dalam lift, Anna mendapatkan sebuah pesan dari Alice yang mengatakan bahwa dirinya sedang berada di atap gedung tersebut.
" Untuk apa dia berada di atap? "
Anna semakin gelisah memikirkan sang sahabat yang berada di atap. Pikirannya sudah kemana mana mengenai Alice apalagi wanita itu sedang menangis. Begitu lift terbuka, dia pun berjalan dengan perlahan karena bagaimanapun dia sedang hamil.
__ADS_1
Menaiki beberapa anak tangga hingga dirinya tiba di depan pintu yang akan menghubungkan dirinya dengan atap. Dia pun segera membuka pintu itu dan melihat seorang wanita yang sedang berdiri di tepi gedung tinggi itu.