
" Ini semua informasi yang kau butuhkan, Tuan Aaron. "
Seorang pria berjas rapi sedang memberikan beberapa informasi yang di dapatkannya karena perintah dari atasannya. Aaron mengambilnya dan menyuruh pria tersebut untuk meninggalkan ruangannya.
Setelah kepergian salah satu bawahannya, Aaron membuka sebuah map besar yang di dalamnya terdapat kalimat kalimat panjang serta beberapa buah foto. Aaron mulai membaca setiap kalimat serta tak lupa memperhatikan setiap foto yang ada.
Aaron menarik bibirnya ketika mengetahui semua yang dia inginkan. Jemarinya menyentuh sebuah foto gadis yang tersenyum begitu indah, berpakaian tertutup serta hijab yang juga menutupi rambutnya.
" Anna, kau akan merasakan apa yang aku rasakan saat ini. Kau juga harus merasakan rasa sakit dengan melihat saudarimu yang akan aku buat menderita. Aku akan membalaskan sakit hatiku kepada saudarimu, Annastasia. "
__ADS_1
Ya, pria itu belum bisa menerima Anna yang lebih memilih Daniel daripada dirinya. Pria itu sakit setiap kali mengingat wanita yang di cintainya memilih pria lain di bandingkan dirinya yang mencintai wanita itu begitu dalam.
Aaron tidak bisa menerima semua itu, karena Anna dia kehilangan akal sehat dan memutuskan untuk membuat Anna menyesal karena sudah menolaknya. Dengan pikiran liciknya dia berencana untuk membalaskan sakit hatinya kepada adik dari wanita itu.
Aaron sudah mendapatkan semua informasi mengenai keluarga Anna. Setelah membaca dan melihat foto dari keluarga Anna, Aaron sudah berencana untuk menjadikan salah satu adik Anna dalam ajang balas dendam karena sakit hatinya.
" Alisya Wilson. Sepertinya dia gadis yang tepat untukku membuat Anna menyesal. Anna pasti akan sangat hancur ketika adik terkecilnya hancur. Ini kesalahanmu, Anna. Jika kau tidak menolakku, aku pasti tidak akan melakukan hal ini. Tunggulah Annastasia sayang! "
Jauh dari lubuk hatinya, Aaron masih mengharapkan wanita yang sudah mengobrak abrik hatinya. Aaron berharap dengan menggunakan Alisya adiknya, Anna akan menerima dirinya kelak. Aaron masih sangat mencintai wanita itu, hatinya saat ini sudah terkunci dengan nama Anna seorang.
__ADS_1
Pria itu berjalan ke arah kaca besar ruangannya yang mana itu tembus pandang dengan pemandangan luar kota itu. Aaron berdiri dengan kedua tangannya dia masukkan ke dalam saku celananya. Pandangan begitu tajam melihat kota yang sudah membuat hatinya hancur berkeping keping.
Rahangnya mengeras dan kedua matanya yang kini memerah karena menahan amarah serta sakit hatinya. Bagaimana pun dia begitu mencintai wanita itu, wanita yang berbeda dengan wanita lain. Karena itulah hatinya jatuh kepada satu nama yaitu Annastasia.
Wanita yang sama dengan gadis kecil di masa lalunya yang membuatnya tersenyum setiap kali membayangkan wajah teduh gadis kecil yang tanpa sengaja memberinya kekuatan menghadapi masa lalunya. Namun sekarang nama itu membuatnya hancur, Aaron berteriak keras dalam ruangannya.
Pria itu melampiaskan amarahnya dengan berteriak dan mengacak rambutnya frustrasi. Dia benar benar gila karena seorang wanita yang bahkan tidak pernah melihatnya sama sekali. Wanita yang sudah menjadi milik orang lain, tetapi dia masih tetap menginginkan wanita itu dalam hidupnya.
" Aku mencintaimu, Anna. Aku sangat mencintaimu. Tidak bisakah kau merasakan cintaku kepadamu. Mengapa kau melanggar janji yang kau buat sendiri untukku, mengapa Anna? "
__ADS_1
Tanpa sadar Aaron meneteskan air matanya sembari kedua lututnya terjatuh ke lantai. Dia menunduk dan menangis karena cintanya yang tidak terbalaskan. Pria itu rapuh, tak pernah dia menangis seperti ini hanya karena seorang wanita. Tetapi sekarang dia menunjukkan titik kelemahannya, menangis. Hanya menangis yang bisa membuat hatinya menjadi lebih tenang saat ini.