
Dengan di temani Christian dan Lucas, kini Daniel sedang memasuki sebuah club yang terlihat ramai pengunjung. Dia mengedarkan pandangannya sebelum menemukan sebuah tempat duduk yang tepat.
Tak lama kemudian seorang pelayan datang dengan membawa satu botol bir serta beberapa gelas kristal. Setelah menaruhnya di atas meja, pelayan itu pun langsung pergi.
Ketiganya pun menuangkan bir itu ke dalam gelas mereka dan meminumnya.
" Apa kalian melihat pria tua yang sedang bercumbu dengan ja**ng itu? "
Christian dan Lucas mengangguk setelah melihat ke arah pria yang saat ini menjadi target mereka. Dengan terus meminum minumannya Daniel terus melihat ke arah pria tua bangka yang tidak malu dengan umurnya itu masih bermain dengan para wanita murahan di club itu.
" Sesuai rencana sebelumnya, setelah pria tua itu pergi kita akan langsung membunuhnya. "
Christian dan Lucas mengangguk mengerti ucapan Daniel. Mereka terus memperhatikan target mereka sekarang dengan sesekali meneguk bir di tangannya.
Seorang pria yang berusia sekitar 50 tahunan kini menjadi target mereka. Mereka mendapatkan sebuah pekerjaan dengan bayaran yang cukup fantastis sehingga tanpa berpikir panjang dia menerima pekerjaan itu.
Membunuh. Bagi Daniel hal itu sangat mudah di lakukan, untuk pekerjaan satu ini dia tidak membutuhkan banyak anggota The Black Devils. Cukup dirinya beserta Christian dan Lucas yang membantunya sudah bisa di atasi pekerjaan dengan bayaran yang fantastis.
__ADS_1
Di saat mereka fokus dengan targetnya, datanglah tiga wanita dengan pakaian kurang bahan mereka. Wanita itu berusaha menggoda mereka bertiga, Christian dan Lucas tergoda oleh wanita wanita itu hingga dengan sadar mereka berdua bercumbu dengan ja**ng itu.
Daniel melihat kedua bawahannya itu bercumbu serta tangan yang tidak bisa diam karena terus menyentuh lekuk tubuh ja**ng itu. Salah satu wanita sexy juga mencoba menggoda Daniel dengan menyentuh dadanya, sesaat Daniel menikmati sentuhan sensual itu.
Namun di saat dirinya memejamkan kedua matanya, wajah Anna istrinya tiba tiba memenuhi pikirannya. Dengan cepat Daniel mendorong wanita itu dari tubuhnya sehingga wanita malam itu terjatuh ke lantai.
Christian dan Lucas yang sedang sibuk bercumbu itu seketika melepaskan cumbuan mereka saat Daniel mendorong wanita itu. Mereka semua melihat ke arah Daniel yang bersikap tidak seperti biasanya.
" Kalian pergilah! "
Christian mengusir para wanita malam itu hingga para wanita itu pergi dari sana. Wanita yang di tolak oleh Daniel tadi merasa sangat kesal karena tidak bisa menikmati tubuh Daniel. Siapa yang tidak ingin menyentuh pahatan tubuh sempurna itu, banyak wanita yang ingin menikmatinya salah satunya wanita itu namun dia tidak berhasil.
" Ada apa tuan? "
" Tidak ada. Kita harus.... "
" Sialan. Kemana tua bangka itu? "
__ADS_1
Seketika Daniel membuang gelas di tangannya saat melihat targetnya yang kini sudah tidak ada lagi di sana. Tak membuang waktu, Daniel langsung berjalan cepat yang di ikuti juga oleh Christian dan Lucas.
Pandangan Daniel terus melihat sekitar berharap targetnya ada di sana. Dia segera masuk ke dalam mobil sedangkan Christian dan Lucas berada di mobil lainnya. Menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang hingga dia melihat mobil milik targetnya.
Mobil itu berjalan di jalanan yang begitu sepi dan itu adalah kesempatan yang bagus untuk melakukan tugas Daniel saat ini. Dengan keahliannya, mobil Daniel kini bisa menghalanginya mobil milik targetnya.
" Siapa kau? "
Pria tua itu keluar dari dalam mobilnya saat Daniel menghalangi mobilnya. Daniel pun turun dari mobilnya dan bersandar di mobilnya sembari memakai sarung tangan berwarna hitam.
Setelah memakai kedua sarung tangannya, Daniel mengambil pistol dari dalam saku jaketnya. Dengan smirk yang mematikan dia berjalan mendekati pria tua itu. Pria tua itu terlihat ketakutan saat melihat Daniel memegang sebuah pistol.
Dia memundurkan langkah dan berusaha untuk lari namun di belakangnya sudah ada Christian dan Lucas yang menghalanginya.
" Ucapkan selamat tinggal tua bangka! "
__ADS_1
Tanpa mengulur waktu lagi Daniel menembak pria itu dengan tiga peluru yang secara langsung membuat pria itu meregang nyawa. Daniel menembak pria itu begitu santai bahkan dia tidak perduli dengan jipratan darah pria itu yang mengenai wajah dan bajunya.
" Pekerjaan kita selesai. Kalian berdua pulanglah! "