Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Gone For Good!


__ADS_3

Satu Minggu sudah berlalu semenjak kehilangan seorang wanita penuh kasih sayang kepada anak anaknya. Seorang wanita yang bersusah payah membesarkan anak anaknya seorang diri tanpa ada rasa lelah. Seorang wanita yang rela melakukan apapun demi kebahagiaan sang anak, tanpa ada rasa pamrih.


Kini sosok wanita yang di kenal dengan sebutan bunda oleh anak anaknya kini sudah tenang di surga bersama suaminya. Kehilangan sosok ibu yang meninggalkan sebuah luka di hati para anak anaknya, namun tak ada yang bisa lakukan selain kata ikhlas. Inilah takdir yang harus mereka terima dengan lapang dada, semua yang hidup pasti akan mengalami kematian.


Kini hanya sebuah doa yang mampu mereka panjatkan untuk kedua orangtuanya yang pasti sedang bahagia di surganya. Mereka sudah bisa menerima dan ikhlas kepergian sosok wanita yang mereka cintai. Tak pernah di sangka mereka akan secepat itu di tinggalkan oleh wanita yang mereka sebut sebagai malaikat tak bersayap.


Meskipun sudah satu Minggu berlalu namun rasa kehilangan masih menyelimuti Anna dan kedua adiknya. Seminggu terakhir mereka lalui dengan kesedihan, hati mereka masih merindukan sosok wanita itu.

__ADS_1


" Sayang, are you okey? "


Daniel tidak bisa berbuat apapun, dia terus berusaha menghibur sang istri. Bukan karena apa, dia mengerti apa yang saat ini di rasakan oleh istrinya, namun Anna tidak boleh bersedih berkepanjangan seperti ini. Ada sebuah nyawa yang harus dia jaga saat ini, bagaimana pun dia sedang mengandung dan itu tidak boleh membuatnya stress.


" I'm okey. Kau jangan khawatir, aku tidak apa apa. Maaf karena sudah membuatmu mengkhawatirkan kami. "


" Hustt... Kau tidak bersalah sayang. Aku mengerti bagaimana perasaanmu saat ini, jika kau bersedih, aku siap menjadi sandaranmu. Aku siap menjadi teman tempat bercerita dirimu, sayang. "

__ADS_1


Tak jauh berbeda dengan kondisi Anna, seorang gadis cantik kini sedang termenung di halaman belakang rumah mewah Daniel. Sejak sang bunda di nyatakan tidak selamat, Anin dan Alisya memutuskan untuk tinggal bersama sang kakak untuk sementara waktu.


Anin menatap lurus ke depan, pikirannya kosong saat ini. Dirinya masih belum percaya dengan kepergian sang bunda untuk selamanya. Andai saja waktu itu dia mencegah sang bunda untuk pergi, pasti hal ini tidak akan terjadi. Mungkin jika itu tidak terjadi, saat ini pasti mereka masih bersama.


Di tengah Anin melamun, Christian memerhatikan gadis itu dari posisi belakang Anin sehingga Anin tidak menyadari jika dirinya sedang di tatap oleh seseorang. Pria itu merasa kasian dan entah mengapa hatinya ikut sakit melihat kesedihan gadis itu.


" Apa kau baik baik saja? "

__ADS_1


Anin terkejut dan segera menyeka air matanya ketika suara Christian mengejutkan dirinya. Dirinya terlalu banyak melamun sehingga kedatangan Christian saja tidak dia sadari. Anin menatap dalam mata elang pria di hadapannya, entah ada apa tetapi mata elang itu mampu membuat Anin tenang.


Selama satu Minggu terakhir, Christian selalu ada untuk dirinya, terkadang pria itu selalu menemani dirinya saat sedang seperti itu. Anin merasa tenang berdekatan dengan pria di hadapannya, hatinya juga ikut berdebar ketika pria itu berada di dekatnya.


__ADS_2