Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Know The Plan


__ADS_3

Sepeninggal Anna yang beberapa saat lalu memeriksa dirinya, kini Aaron sedang melamun memikirkan wanita pujaannya. Dia terus tersenyum seperti orang gila jika ada yang melihatnya saat ini.


Lamunan Aaron teralihkan ketika sebuah ketukan terdengar dan tak lama kemudian seorang pria berjas rapi datang dan membungkuk di depan Aaron. Aaron pun yang sedang bersandar langsung mendudukkan dirinya.


Aaron menerima sebuah berkas yang di berikan oleh pria berjas rapi itu. Aaron membaca setiap kata yang tertulis rapi di berkas itu dan seketika bibirnya tertarik melihat kalimat demi kalimat yang tersusun rapi di kertas kertas di tangannya.


" Oh ternyata Daniel memiliki dendam kepada orangtuaku. Baiklah aku mengerti sekarang, Daniel ingin membalas dendam kepadaku karena orangtuaku sudah tiada. "


" Ya seperti yang kau katakan tuan Aaron. Semuanya sudah tertulis di kertas itu. "


Aaron tersenyum tipis ketika mengetahui sebuah fakta yang membuat dirinya semakin bersemangat untuk menyingkirkan Daniel. Aaron menyuruh pria itu pergi dan dia langsung berjalan ke arah jendela besar yang di lapisi kaca besar sehingga memperlihatkan jalanan padat yang di lewati kendaraan.


Tak lupa pula dia membawa infus, sebenarnya dia sama sekali tidak membutuhkan perawatan seperti ini. Tetapi karena ingin bisa melihat Anna, dia rela di rawat di tempat yang sangat di benci olehnya.

__ADS_1


" Baiklah ternyata seperti itu permainanmu Daniel. Aku akan mengikuti permainanmu Daniel karena aku yakin aku yang akan memenangkan permainan ini. Tunggulah kematianmu Daniel dan saat itu juga aku akan memiliki Anna sepenuhnya. "


" Annastasia, apa kau tahu aku begitu mencintaimu. Aku berjanji tidak lama lagi kita akan bersama, kau akan menjadi milikku selamanya. Tidak ada yang akan bisa memisahkan kita Annastasia, meskipun Daniel sekalipun. Jika Daniel menjadi penghalang untuk hubungan kita, aku pastikan dia akan meninggalkan dunia ini. "


***


Anna tersenyum ketika melihat sebuah mobil yang begitu di kenali olehnya. Anna segera memasuki mobil mewah milik suaminya setelah begitu lama berada di rumah sakit.


" Bagaimana pekerjaanmu hari ini? "


Daniel bertanya sembari melajukan mobilnya dengan tatapan ke depan. Anna pun menjawab pertanyaan Daniel namun tiba tiba dia teringat sesuatu yang sepertinya harus dia bicarakan dengan Daniel.


" Ah iya, apa kau tahu bahwa tuan Aaron saat ini sedang di rawat di rumah sakit itu, dia terkena tembakan kemarin. "

__ADS_1


Daniel yang sedang fokus menyetir seketika menghentikan mobilnya mendadak sehingga membuat Anna terhuyung ke depan karena terkejut. Anna pun menatap heran suaminya karena kejadian tadi.


" Ada apa? "


" Tidak ada. Aku tidak sengaja. Apa kau terluka sayang? "


Anna menggeleng sedangkan Daniel kini meneruskan kembali perjalanan mereka dengan pikiran yang entah kemana. Dia memikirkan Aaron yang berada di rumah sakit tempat istrinya bekerja.


Daniel terus memikirkan bagaimana dia harus menyingkirkan Aaron secepatnya. Dia tidak ingin sampai Aaron mengetahui rencananya dan membuat keluarganya berada dalam bahaya karena dendam masa lalunya.


" Tidak, aku harus segera menjalankan rencana ku. Aku tidak ingin mengambil resiko dengan keselamatan istri dan keluargaku. "


Sedangkan wanita cantik di sampingnya kini hanya menatap lurus ke depan, dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh suaminya saat ini. Tetapi dia yakin ada sesuatu yang di rahasiakan oleh suaminya, namun dia tidak akan bertanya sekarang.

__ADS_1


__ADS_2