Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Tokyo, Jepang


__ADS_3

Membutuhkan waktu yang begitu sangat lama, kini Anna sudah kembali menginjakkan kakinya di negara yang membuat namanya begitu di muliakan. Namun Anna merasa semua itu seketika hilang kala dia datang ke kota dengan julukan The Big Apple yang membuat hidupnya berubah.


Menghembuskan nafasnya perlahan dia melihat kota Tokyo, Jepang. Ya, Daniel membawanya ke Tokyo namun Anna tidak mengungkapkan apapun. Karena percuma saja dia berbicara karena Daniel tidak mau mendengarkan dirinya.


Lamunannya hilang ketika mobil yang di tumpanginya bersama Daniel berhenti di depan sebuah rumah mewah bernuansa hitam abu abu. Sekilas dia begitu mengagumi rumah di depan matanya, pekarangan rumah yang begitu luas dan indah.


" Turunlah! "


Mendengar perintah Daniel dengan cepat dia turun dan mengikuti Daniel yang berjalan masuk ke dalam rumah mewah itu. Kedatangan mereka di sambut begitu banyak pelayan yang sudah berdiri begitu rapi serta tak lupa membungkuk ke arah mereka.

__ADS_1


Anna tidak pernah mendapatkan perlakuan seperti itu, ah mungkin mereka membungkuk kepada Daniel bukan kepada dirinya. Setelah memasuki rumah itu, antara mengagumi dan takut karena nuansa hitam menghiasi rumah itu. Dia tidak melihat siapapun di rumah besar itu selain para pelayan dan beberapa penjaga rumah.


" Ini rumahmu, aku menjadikan rumah ini sebagai mahar pernikahan kita. "


Daniel berkata kepada Anna yang berdiri di belakangnya. Anna tidak menyangka ternyata mahar rumah yang di maksud ternyata ini. Anna sama sekali tidak mengharapkan materi apapun, dia hanya ingin kembali bekerja menjadi dokter namun dia belum memiliki keberanian untuk mengatakan hal itu.


Anna terus berjalan hingga dirinya melihat Daniel memasuki sebuah kamar yang tidak kalah luasnya. Lagi dan lagi suasana kamar itu begitu gelap karena warna hitam dan abu abu menghiasi dinding dan furniture di dalamnya.


Anna mengangguk cepat dan mencari pintu kamar mandi. Setelah berhasil menemukannya dia pun masuk ke dalam sana. Segera dia menyiapkan air untuk Daniel mandi, selesai dengan tugasnya dia pun keluar namun dia tidak melihat Daniel di sana. Mengedarkan pandangannya hingga terhenti di sebuah balkon kamar itu yang mana terlihat Daniel sedang menelpon seseorang.

__ADS_1


" Kirimkan semuanya melalui emailku! "


Setelah mengatakan itu Daniel menutup panggilannya. Dia berbalik namun ternyata Anna sudah berada tidak jauh darinya. Anna merasa sangat bersalah karena tidak sengaja mendengarkan pembicaraan Daniel itu.


" Aku sudah menyiapkan air untukmu mandi. "


Tanpa berbicara apapun Daniel pergi ke kamar mandi dan meninggalkan Anna di sana. Anna berjalan ke balkon itu dan melihat langit yang di sinari cahaya matahari itu. Memejamkan matanya menikmati indahnya kota Tokyo di siang hari.


" Bunda, Anin, Alisya. Aku merindukan kalian, bagaimana kabar kalian, semoga kalian tidak mengkhawatirkan diriku. Aku harap kalian di sana baik baik saja, aku berharap semoga kita bisa bertemu kembali. "

__ADS_1


Cukup lama dia berdiri di sana hingga fokusnya teralihkan kepada pintu kamar mandi yang terbuka. Terlihat Daniel yang baru menyelesaikan ritual mandinya, dengan handuk yang hanya menutupi bagian bawah perutnya hingga dada bidangnya terlihat jelas oleh Anna dan itu membuat Anna mengalihkan pandangannya karena dia tidak terbiasa melihat hal seperti itu.


Daniel berjalan sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil di tangannya. Matanya teralihkan kepada Anna yang sedang berdiri membelakanginya di balkon. Dia tidak memperdulikan itu, dia berjalan ke walk in closet untuk mengambil dan memakai pakaiannya.


__ADS_2