
" Sayang? "
Dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang serta mengenduskan wajahnya di leher sang istri. Daniel berusaha membuat Anna merasa lebih baik, jangan terlalu stress mengingat kandungan yang sudah semakin membesar itu. Anna pun yang sedang berdiri melihat taburan bintang di langit malam seketika tersenyum.
Jujur dirinya masih terluka ketika mengingat sang adik kecilnya yang kini terbaring di rumah sakit. Ingin dirinya menemani sang adik di sana, tetapi tidak bisa. Sang suami tidak mengizinkannya, bukan apa apa karena tidak mau melihat sang istri kelelahan.
Memikirkan kesehatan dan kandungannya, Anna pun mengikuti perintah sang suami dan meninggalkan sang adik dengan Anin yang menemaninya di sana. Menghela nafasnya, Anna membalikkan tubuhnya menghadap sang suami dan memberikan sebuah senyuman indah untuk suaminya.
" Pekerjaannya sudah selesai? "
Tanyanya sembari meraba raba dada bidang milik Daniel yang tertutupi piyama tidur. Tak lupa Anna juga begitu berani mengecup dagu sekilas yang membuat Daniel tersenyum. Sejak kehamilannya, Anna seringkali menunjukkan sikap romantis terhadap sang suami.
Melihat keagresifan sang istri, Daniel pun semakin mengeratkan rengkuhannya. Keduanya saling bertautan pandangan, tak terasa hubungan keduanya kini semakin sempurna apalagi sebentar lagi sang buah hati yang akan lahir ke dunia.
__ADS_1
" Kau sangat cantik, sayang. " suara serak Daniel mampu menghipnotis Anna.
Sungguh Anna merona setiap kali mendengar kalimat itu, meskipun hampir setiap saat mendapatkan pujian dari sang suami, tetapi Anna tetap merasa malu. Tak mampu lagi menatap manik elang yang membuatnya panas dingin, Anna pun memilih menenggelamkan wajahnya ke dada bidang itu.
" Boleh aku bertanya sesuatu? "
" Hm. "
" Ceritanya panjang. Tetapi intinya aku tidak sendiri, Christian dan Lucas yang sudah membantuku. "
Ingatan pria dewasa itu kembali menerawang bagaimana perjuangan mereka menemukan keberadaan Aaron yang menyekap adik adik iparnya. Cukup sulit namun akhirnya kerja keras mereka membuahkan hasil. Tak menunggu lama mereka pun berhasil melumpuhkan bajingan itu.
" Kau tahu sayang? Christian sangat bekerja keras untuk mendapatkan informasi itu, bahkan dia rela tidak tidur demi cepat menemukan keberadaan Anindhita. " Ujar Daniel seraya tersenyum kala mengingat perjuangan Christian.
__ADS_1
Anna menanggapinya dengan tersenyum, dirinya sudah bisa menerima Christian yang jika di takdirkan menjadi pendamping adiknya. Meskipun Christian baru saja mulai belajar tentang Islam, tetapi Anna bisa melihat kesungguhan pria itu, tak jauh berbeda dengan suaminya yang kini sudah semakin baik agamanya.
Namun senyum itu kembali redup kala mengingat adik terkecilnya. Bagaimana setelah ini? Apakah dia bisa mengembalikan keceriaan adiknya seperti dulu. Anna tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya jiwa dan raga seorang gadis 18 tahun itu.
Tak terasa buliran air matanya kembali jatuh di dalam pelukan sang suami, hingga membuat baju yang Daniel kenakan mulai membasah karena air mata itu. Daniel mengerti perasaan istrinya saat ini, dia pun bisa merasakan kehancuran Alisya saat ini.
" Sudah sayang. Jangan menangis lagi, kita bisa mengembalikan keceriaan Alisya seperti dulu, yakinlah! "
Sungguh Daniel ingin membunuh bajingan itu kala itu tetapi mengingat janjinya dan larangan di agamanya, Daniel hanya bisa membuat Aaron yang menjadi penyebab kekacauan ini, menjadi babak belur saja untuk sekarang.
" Ayo sayang. I want you! "
Tanpa menunggu persetujuan dari sang istri, Daniel segera menggendong tubuh sang istri ala bridal style menuju ranjang. Anna pun hanya melingkarkan tangannya di leher sang suami sembari menunjukkan senyumannya.
__ADS_1