Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Wrath!


__ADS_3

" Kurang ajar! "


Aaron berteriak keras serta menghancurkan segala isi ruangan miliknya. Aaron marah besar ketika dia melihat beberapa foto Anna dan Daniel yang sedang berciuman.


Ya, semua momen romantis Daniel dan Anna semalam sudah di abadikan oleh seseorang yang tidak mereka tahu. Aaron sendiri yang sudah menyuruh seseorang untuk memata matai segala gerak gerik Daniel. Hingga beberapa saat lalu email-nya di penuhi dengan foto foto romantis Daniel dan Anna.


Dan karena melihat itu amarahnya memuncak sehingga membuat dirinya seketika hilang akal melihat wanitanya bercumbu dengan pria lain. Aaron mengacak rambutnya frustasi sehingga kini penampilannya benar benar hancur.


Tak ada yang berani mengganggu Aaron saat ini, semua karyawan perusahaannya merasa takut ketika mendengar teriakan serta sesuatu yang pecah di ruangan milik bos mereka. Aaron tidak perduli meskipun kini dirinya menjadi gunjingan seluruh karyawannya.


" Bajingan kau Daniel, berani sekali kau menyentuh wanitaku. "


Aaron bernafas tidak beraturan dengan tatapan membunuh yang membuat wajahnya kini memerah. Sebuah bogeman dia layangkan ke sebuah dinding bercat putih hingga membuat tangannya berdarah.


" Aku akan membunuhmu Daniel. Aku akan membunuhmu. "

__ADS_1


Daniel berjalan ke mejanya dan mengambil sebuah ponsel hitam miliknya. Setelah menunggu beberapa saat, ponselnya pun tersambung dengan seseorang dan secepatnya dia mengatakan apa yang sedang di rencanakan olehnya.


Setelah mematikan ponselnya, Aaron duduk di kursi miliknya dengan sebuah senyum smirk di wajah tampannya. Entah apa yang sedang di rencanakan olehnya kali ini, tidak ada yang tahu.


" Aku akan membunuhmu Daniel. " lirihnya.


***


Berbeda dengan keadaan Aaron yang begitu memprihatikan, kini di sebuah restoran mewah kota itu, terlihat seorang gadis cantik dengan balutan pakaian serta hijabnya yang sedang duduk sendirian di sana.


Gadis itu mengerutkan keningnya ketika melihat siapa yang sedang memarahi seorang pelayan restoran tersebut, yang ternyata adalah pria yang begitu di kenal olehnya.


" Bukankah itu tuan Lucas? Ada apa dia memarahi pelayan itu? "


Tetapi tatapan matanya kini teralihkan dengan sebuah panggilan yang membuatnya seketika tersenyum. Gadis itu tersenyum ketika melihat orang yang sejak tadi di tunggunya akhirnya datang juga.

__ADS_1


" Alisya, kau apa kabar? Sudah lama kita tidak bertemu. "


" Aku baik. Bagaimana dengan kabarmu Agatha? "


Seorang gadis dengan pakaian yang berbeda jauh dengan Anna kini sudah duduk di depannya setelah sebelumnya berpelukan sesaat. Ya mereka berdua merupakan teman ketika berada di satu sekolah yang sama. Karena kebetulan sekali kini mereka berada di kota yang sama, mereka pun membuat janji untuk bertemu setelah sekian lama tidak saling bertatapan muka lagi.


" Aku tidak menyangka kita akan bertemu lagi di sini? "


" Iya Agatha, aku juga merasakan hal sama. "


Alisya dan Agatha hanya berteman sebagai teman sekelas tidak ada ikatan persahabatan apapun antara mereka berdua. Mereka bukanlah teman akrab, tetapi meskipun demikian, Alisya hanya ingin menjaga tali pertemanan itu.


Alisya yang sedang berbicara dengan Agatha entah mengapa tiba tiba dia melihat ke sampingnya yang entah kebetulan atau tidak, sudah ada pria yang beberapa saat lalu memarahi pelayan restoran tersebut.


Sama halnya dengan Alisya, kini Lucas pun tak sengaja melihat keberadaan seorang gadis yang di kenal olehnya berada di sana. Namun tak memikirkan hal apapun, dia kembali fokus dengan pekerjaannya.

__ADS_1


" Sungguh hal tak terduga bisa bertemu dengannya saat ini. "


__ADS_2