
" Hal apa yang ingin kau sampaikan, Nona Celine? "
Anna melihat gelagat wanita di depannya dengan penuh tanda tanya. Dia mencoba mengingat ingat wanita di hadapannya namun hanya nihil. Anna tidak pernah bertemu dengan wanita itu, entah mengapa hatinya merasa tidak enak.
Seketika hatinya tertuju kepada sang suami, apakah wanita di hadapannya memiliki sebuah hubungan dengan Daniel? Tidak, Anna berusaha menghilangkan pikiran buruk mengenai suaminya. Daniel sudah berubah, dirinya tidak boleh memikirkan hal yang tidak tidak mengenai suaminya. Sebagai seorang istri, sudah menjadi kewajibannya untuk selalu percaya dengan sang suami.
Lagipula Daniel dulu sangat berbeda dengan Daniel sekarang. Apalagi ketika dia melihat bagaimana keteguhan sang suami ketika berusaha menjadi seorang yang dekat dengan sang pencipta.
" Kau mungkin sudah mengetahui mengenai Daniel dulu bagaimana bukan? Sebenarnya aku sedikit tidak nyaman mengatakan hal ini, namun aku terpaksa mengatakan ini. "
Dengan rencana kotornya, Celine berusaha menghasut Anna agar meninggalkan Daniel. Tanpa berpikir panjang ketika melihat Anna dan Daniel yang berada di restoran yang sama dengannya, dan apalagi saat Daniel meninggalkan Anna sendiri. Dengan penuh rencana liciknya dia mendekati wanita yang berpakaian tertutup itu.
__ADS_1
" Sebelum Daniel menikah denganmu, aku dan Daniel seringkali tidur bersama. Maaf karena aku harus mengatakan hal ini, tetapi setiap kami berdua bercin... "
" Mengapa kau repot repot mengumbar aibmu sendiri kepada orang lain? Jujur sebagai seorang wanita aku tidak menyangka dengan wanita yang begitu berani membuka aibnya sendiri sepertimu. Di saat di luar sana banyak orang yang berusaha menutupi aibnya, di sini kau malah mengumbar aibmu sendiri. "
Meskipun hatinya teriris kala mendengar ucapan wanita itu, namun sebisa mungkin Anna bersikap santai. Dengan senyuman di wajahnya, Anna memotong perkataan Celine dengan mengucapkan kalimat yang seketika membuat Celine bungkam.
Anna mengerti maksud wanita yang bernama Celine mengatakan hal itu. Pasti ada sesuatu yang di inginkan oleh wanita itu sehingga dengan begitu tidak tahu malu membuka aibnya sendiri. Meskipun dirinya mengetahui bagaimana masa lalu sang suami, namun ketika dia mendengar langsung perkataan dari wanita yang pernah tidur dengan suaminya membuat hatinya sakit.
" Sekarang aku hamil. Aku sedang hamil anaknya Daniel! "
Celine menunjukkan matanya yang berkaca kaca. Dengan harapan bahwa akan terjadi sesuatu seperti keinginannya, namun nyatanya tidak. Sikap Anna hanya santai menanggapi perkataan yang sejujurnya membuat hatinya terluka. Tak ada wanita yang sakit ketika mendengar bahwa wanita lain sedang mengandung anak dari suaminya.
__ADS_1
" Kau hamil? "
Anna masih menunjukkan senyumannya meskipun hatinya kini hatinya sudah sangat teriris. Buliran bening yang menumpuk di sudut matanya, dia coba tahan agar tidak terjatuh. Sedangkan Celine masih tidak percaya dengan Anna yang masih memberikan senyum kepadanya.
Tak sesuai ekspektasi, ternyata Anna malah bersikap yang jauh dari bayangan Celine. Celine sudah membayangkan sikap Anna ketika mengetahui dirinya sedang hamil anak Daniel, dalam bayangannya Celine begitu yakin ketika Anna akan segera meninggalkan Daniel. Tetapi semuanya zonk.
" Bangsat! Omong kosong! "
Umpat Daniel yang nyaris melayangkan sebuah pukulan kepada wanita yang berani mengatakan hal yang tidak tidak kepada istrinya. Di saat dirinya kembali dari toilet, dirinya melihat Celine yang berbicara dengan sang istri dan tanpa sengaja mendengar semua perkataan menjijikkan Celine.
Celine hampir saja terkena pukulan dari Daniel jika saja Anna tidak segera menghentikan sang suami. Karena umpatan kasar Daniel, kini menjadikan mereka sebagai tontonan gratis para pengunjung restoran tersebut.
__ADS_1