
Di sebuah club yang begitu berisik karena dentuman musik menggema serta lampu yang kerlap kerlip menemani orang orang yang sedang asyik dengan duniawi. Wanita dengan baju minim, serta pria muda dan tua kini berkumpul bersuka ria.
Tak terkecuali dengan seorang pria yang sedang meneguk kasar minuman di tangannya. Pria itu sedang duduk di depan bartender sembari menyodorkan gelasnya kepada bartender tersebut untuk kembali mengisi minumannya.
Aaron, pria itu sudah menghabiskan banyak minuman alkohol namun meskipun begitu dia masih sadar diri. Pria itu begitu kuat jika hanya meminum minuman memabukkan itu, bahkan terkadang dia menghabiskan 3 botol sekaligus tetapi tetap tidak membuatnya mabuk. Tak terkecuali malam ini, dengan perasaan marah dan kecewa, dia pun melampiaskannya dengan datang ke sebuah club.
" Brengsek! "
Aaron berteriak sembari melemparkan gelas di tangannya ke lantai hingga hal itu membuat semua orang di sana terdiam mendengar umpatan Aaron. Namun pria itu tidak perduli dengan ratusan pasang mata yang sedang melihat kearah dirinya.
Aaron beranjak dari kursinya dan berjalan ke arah sebuah kerumunan wanita sexy dengan pakaian minim mereka. Aaron melihat satu persatu wanita yang sudah berusaha menggoda dirinya. Tatapan Aaron berhenti di salah satu wanita, Aaron menunjuk wanita itu dengan telunjuknya.
__ADS_1
" Kau! Ikut denganku! "
Tanpa banyak bantahan wanita yang tersenyum bahagia itu kini mengikuti langkah Daniel yang membawanya ke luar dari jurang neraka itu. Wanita itu memasuki mobil mewah yang membuatnya ternganga sesaat, kini dirinya sudah memasuki mobil itu.
Tanpa mengucapkan satu kata pun, Aaron melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga membuat wanita di sampingnya ketakutan. Wanita itu tidak mengerti dengan keadaan pria yang memilihnya itu, namun tidak apa karena dia bisa menikmati sentuhan pria tampan itu nanti.
" Tuan, sepertinya kau sedang kesal. Tetapi ini berbahaya, tuan. "
Wanita itu memberanikan diri untuk mengeluarkan suaranya, hingga dirinya terjungkal ke depan saat Aaron menghentikan mobilnya dengan mendadak. Aaron keluar serta di ikuti oleh wanita tadi di belakangnya. Kini keduanya sudah berada di sebuah hotel mewah, setelah berjalan cukup panjang, Aaron membuka sebuah kamar hotel yang terlihat begitu mewah.
Aaron memejamkan matanya ketika wanita yang di sewanya kini mulai nakal menyentuh dirinya. Wanita itu sudah berhasil melepaskan pakaian Aaron hingga kini pria itu bertelanjang dada. Pun dengan dirinya, wanita itu sudah melepaskan semua pakaiannya hingga tubuhnya kini sudah tidak terlapisi kain apapun.
Wanita itu mencoba memancing gairah Aaron dengan gerakan sensualnya, namun keningnya berkerut ketika melihat pria itu hanya terdiam tanpa melakukan apapun. Aaron membuka matanya dan melihat tubuh telanjang wanita di hadapannya.
" Sialan! "
__ADS_1
Aaron mendorong keras wanita yang sudah telanjang itu hingga wanita itu terjatuh ke lantai. Aaron merasa jijik dengan sentuhan sentuhan wanita itu, entah mengapa tubuhnya tidak bereaksi apapun saat ini. Bukannya bergairah tetapi dirinya hanya merasa jijik dengan wanita di hadapannya.
" Keluar! "
Aaron melemparkan setumpuk uang tepat di wajah wanita itu, setelah itu dirinya segera memasuki kamar mandi berencana untuk membersihkan tubuhnya dari bekas sentuhan wanita itu. Wanita yang masih terduduk di lantai menatap setumpuk uang yang terjatuh di depannya. Tanpa berpikir panjang dia segera mengambilnya serta tak lupa juga memakai pakaiannya kembali.
" Pria aneh, bagaimana bisa dia tidak bergairah saat aku memberikan sentuhan sensual padanya. Dasar tidak normal. "
Aaron menatap dirinya depan kamar mandi hotel tersebut. Aaron bisa melihat bagaimana dirinya yang menahan amarahnya saat ini. Rahangnya mengeras serta kedua tangannya sudah mengepal.
" Anna, kau sangat keterlaluan. Kau masih bisa bersama pria itu bahkan setelah kau mengetahui semua kebenarannya. Tidak, aku tidak bisa menerimanya Anna. Bahkan aku tidak memiliki gairah dengan wanita lain selain dirimu. Kau tidak bisa mencampakkanku begitu saja setelah kau sendiri yang berjanji kepadaku. "
Aaron menyentuh bagian atas dada kanannya dan melihat sebuah tatto bertuliskan Annastasia. Ya, pria itu bahkan sudah menuliskan nama wanita yang di cintainya pada tubuhnya. Tetapi sekarang nama itu menjadi sebuah luka yang menyayat hatinya.
" Kau tidak bisa bahagia di atas penderitaanku, Anna. "
__ADS_1
" Aku akan melakukan sesuatu yang membuatmu hancur, Anna. Kau harus membayar mahal karena telah menghancurkan hatiku. Tunggulah permainannya, Anna. "