
Rasa bahagia pria yang pernah menjadi ketua mafia, melakukan pekerjaan yang terlarang. Bahkan mantan Cassanova itu kini sudah benar benar hijrah. Tak ada lagi pemimpin mafia, pembunuh bayaran serta tak ada lagi Cassanova dalam dirinya sekarang.
Pria yang dahulu begitu suka bermain dengan wanita, kini tidak ada lagi. Daniel begitu setia kepada wanitanya, dirinya bahkan tidak ingin melirik wanita manapun. Tak ada wanita yang mampu menggetarkan hatinya, hanya istrinyalah yang selalu membuatnya bergetar.
Kini semuanya sudah jauh berubah dan perubahan itu terjadi semenjak kehadiran seorang bidadari yang mampu membuatnya bertekuk lutut pada bidadari itu. Seorang pria yang tidak pernah percaya lagi dengan yang namanya cinta, kini kembali menemukan cinta sejatinya.
Seorang pria yang tidak pernah mempunyai kepercayaan apapun, kini sudah hijrah. Seorang pria yang sangat jauh dari sebuah agama, kini dengan bantuan dan dukungan sang istri, justru semakin dekat dengan sang pencipta. Sangat berubah, dari yang dulunya suka melakukan sesuatu yang terlarang kini semuanya sudah hilang. Hanya ada Daniel yang berusaha menjadi suami Sholeh kepada istrinya dan menjadi Ayah untuk calon anaknya.
Anna, wanita itu begitu bahagia melihat semua perubahan sang suami. Kehamilannya benar benar membawa keajaiban dalam keluarganya saat ini. Tak pernah berhenti dia panjatkan rasa syukur kepada Tuhan atas semua kenikmatan ini.
" Sayang? "
Daniel memanggil sang istri dari dalam Walk in closet yang sedang mencari kemeja yang akan di pakainya hari ini. Namun hingga saat ini dia masih bingung harus memakai yang mana, selama menikah istrinyalah yang selalu menyiapkan semua keperluannya.
__ADS_1
Pria yang dulu selalu mempersiapkan segala sesuatu oleh pelayan, kini tidak lagi karena dirinya kini hanya ingin sang istri yang menyiapkan segalanya. Dari menyiapkan pakaian hingga sang istrilah yang memakaikan pakaian itu di tubuhnya. Dirinya sangat manja, sangat jauh berbeda dari sikapnya ketika berada di luar rumah.
Anna yang baru memasukinya kamarnya segera berjalan ke arah Daniel. Keningnya berkerut ketika melihat suaminya yang berdiri berkacak pinggang di hadapan gantungan jenis kemeja dan jasnya.
Anna tersenyum sembari mengambil sebuah kemeja serta jas yang senada. Tak menunggu lama dia segera memasangkan kemeja ke tubuh kekar milik suaminya. Tak ada rasa terpaksa dia melakukan hal ini, dia hanya merasa senang bisa membuat sang suami bahagia.
" Sayang? "
" Hm. "
" Sempurna. "
" Semakin hari kau semakin terlihat cantik, sayang. Apa ini karena salah satu efek dari kehamilanmu sekarang? "
" Entahlah, aku juga tidak mengerti. Saat aku bercermin aku hanya melihat diriku yang semakin berisi sekarang. Lihatlah wajahku semakin gendut sekarang. "
__ADS_1
Anna memegang wajahnya sembari mengerucutkan bibirnya kepada sang suami. Semenjak hamil nafsu makannya semakin bertambah dan hal itu membuatnya sedikit gemuk sekarang. Di usia kehamilan yang sudah memasuki usia dua bulan, sudah sedikit terlihat perubahan di perutnya.
" Tapi aku semakin mencintaimu, sayang. Aku tidak perduli bagaimana pun bentuk tubuhmu saat ini, yang pasti aku tidak akan pernah berpaling darimu. Kau tahu, aku semakin menyukai wajahmu yang berisi seperti ini, kau semakin imut. "
Daniel berujar sembari tersenyum serta mengecup sekilas bibir manis itu. Mungkin dulu dia memang menyukai wanita yang sexy, namun sekarang hanya ada rasa bahagia di hatinya ketika melihat sang istri yang seperti sekarang.
" Bukankah dulu kau menikahiku hanya karena tubuhku ini? "
Daniel mengecup sembari menggigit bibir milik istrinya, dia tidak suka mendengar istrinya bicara hal itu. Dirinya menerima dan mencintai segala sesuatu pada istrinya, bukan hanya tubuhnya namun segalanya.
" Aku tidak suka kau mengatakan hal seperti itu, sayang! "
Anna tersenyum sembari meletakkan kedua tangannya di pundak Daniel. Semenjak hamil hormonnya sering berubah, terkadang dia merasa tidak cantik lagi dan takut Daniel akan berpaling ke wanita lain. Terkadang dia juga sedikit lebih agresif kepada suaminya itu, tak ada malu seperti dulu.
" Aku semakin sayang denganmu! "
__ADS_1
Anna begitu berani mencium suaminya terlebih dahulu, tak lagi rasa malu ketika bersama sang suami. Bagi Daniel, dia sangat menyukai istrinya yang seperti ini.