Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Shoot It!


__ADS_3

" Cintamu membuat hatiku bahagia dan sakit dalam satu waktu, Daniel. "


Lirih Anna yang kini terus memukul dada suaminya dengan tenaga yang begitu lemah. Daniel sama sekali tidak merasakan kesakitan karena pukulan sang istri. Hatinyalah yang sangat terluka ketika sang istri menyebutnya seorang pembunuh.


Yang Daniel takutkan ternyata hari ini terjadi, pria itu sudah berusaha menyembunyikan hal itu dari Anna. Tetapi tanpa di ketahuinya, ternyata ada seseorang yang sudah merencanakan semua ini. Hingga pada akhirnya, dengan mulutnya sendiri Daniel mengatakan bahwa dialah yang membunuh Ayah istrinya.


" Mengapa kau melakukan itu, apa alasan hingga kau tega menembak Ayahku tepat di depan mataku Daniel. Aku melihat sendiri bagaimana seseorang menembak Ayahku hingga meninggal. Aku tidak menyangka bahwa orang itu adalah suamiku sekarang. Kau pembu... "


Daniel segera membekap mulut Anna dengan ciumannya, Daniel mencium sang istri karena tidak sanggup mendengar kalimat meyakitkan itu keluar dari bibir manis itu. Anna membolakan matanya dengan perbuatan suaminya, dengan sekuat tenaga wanita itu mendorong tubuh Daniel hingga Daniel terpaksa melepaskan ciumannya.

__ADS_1


Daniel semakin tidak percaya dengan penolakan sang istri, bahkan karena dorongan itu dia sedikit terdorong kebelakang. Daniel melihat Anna yang menyeka keras bibirnya untuk menghilangkan bekas ciuman darinya. Daniel sangat sakit dengan tindakan Anna, dia tidak bisa menerima itu.


" Berani sekali kau menyentuhku Daniel. Kau tidak berhak menyentuh anak dari pria yang kau bunuh. "


Anna berteriak dan kembali menampar pipi sang suami. Wanita itu terus memukul dada bidang itu, Anna tidak sadar dengan apa yang di lakukannya sekarang. Tetapi yang pasti, hatinya kini sangat sakit di bandingkan dengan dirinya yang melihat suaminya itu membunuh orang lain beberapa bulan lalu.


Anna terus berteriak hingga dengan secepat mungkin Anna mengambil sebuah pistol yang terjatuh di tanah. Mengambilnya dengan cepat dan dengan tangan yang begitu bergetar, Anna menodongkan senjata itu tepat di depan dada bidang yang sudah menjadi tempatnya bersandar.


" Maafkan aku Anna, aku yang sudah membunuh Ayahmu dulu. Aku memohon maaf kepadamu istriku, aku sangat menyesal melakukan hal 13 tahun yang lalu. "

__ADS_1


" Ada alasan mengapa aku melakukan hal itu, tetapi yang pasti aku memang melakukan hal itu. Aku mencintaimu Anna, aku tidak bisa melihatmu meninggalkanku. Lebih baik aku yang pergi dari dunia ini, aku tidak sanggup jika kau meninggalkanku. Jika kau ingin membalaskan kematian Ayahmu kepadaku, aku menerimanya, aku siap menebus perbuatanku sayang, aku siap sayang! "


Lirih Daniel sembari menekan pistol itu di dadanya, buliran bening kini sudah jatuh di pipinya ketika dia memejamkan matanya. Sedangkan Anna, wanita itu sudah bergetar hebat bahkan dirinya hampir melepaskan pegangan pistol itu tetapi Daniel membuatnya semakin menggenggam kuat pistol itu.


Anna tidak bisa melakukan itu, dia hanya terbawa emosi menodongkan sesuatu yang tidak pernah dia sentuh selama ini. Anna menggeleng ketika tangan Daniel kini semakin menekan tangannya.


" Tidak, tidak Daniel. "


" Tembak aku sayang, bunuh aku sekarang! Aku tidak bisa hidup tanpamu, jadi biarkan aku yang pergi dari hidupmu sayang. "

__ADS_1


Anna terus berusaha melepaskan pistol itu tetapi tidak bisa, hingga akhirnya sebuah tembakan terdengar bersamaan Anna memejamkan kuat matanya. Anna bergetar ketika melihat Daniel tersenyum kepadanya, tubuh Daniel melemah dan terjatuh ke pelukan Anna. Anna segera merengkuh tubuh besar dan kekar itu, dan melihat darah sudah keluar begitu kental dari punggung suaminya.


" Tidak! "


__ADS_2