
Wanita dengan paras begitu cantik, memiliki bentuk wajah dan tubuh yang begitu di dambakan oleh para wanita lainnya. Banyak wanita di luar sana yang ingin memiliki wajah dan tubuh se indah milik Anna. Karir yang begitu melambung tinggi semakin menjadikan Anna sebagai wanita yang sempurna.
Namun meskipun demikian, hal itu tidak membuat seorang Anna merasa sombong dengan apa yang di milikinya sekarang. Dia tahu semua ini hanya titipan semata, jika Tuhan ingin mengambilnya, maka detik itu juga dia akan kehilangan segalanya.
Memiliki segalanya namun tidak pernah membuat Anna lupa bersyukur kepada Tuhan yang sudah memberikan segalanya meskipun tidak dengan urusan hati. Entah dia bisa merasakan kebahagiaan dalam berumah tangga atau tidak dia tidak tahu
Tetapi terlepas dari semua itu, Anna selalu mengucapkan syukurnya kepada Tuhan dengan selalu menjalankan perintahnya dan menjauhi segala larangan-nya. Salah satu cara untuk dia dekat dengan sang pencipta yaitu selalu berusaha untuk melakukan sholat malam seperti sekarang ini.
Di saat membuka matanya dan melihat jam yang ternyata sudah menunjukkan waktu yang tepat untuk melakukan ibadahnya. Tanpa membuang banyak waktu dia pun akhirnya menyelesaikan ibadahnya.
" Jam segini tetapi dia masih belum pulang juga. "
__ADS_1
Selalu ada pikiran buruk mengenai suaminya di luar sana yang pulang hampir pagi setiap malam. Namun sebagai istri, dia tidak boleh memikirkan hal yang buruk mengenai suaminya sendiri.
Anna menengadahkan kedua tangannya untuk berdoa kepada sang pencipta. Dengan kedua mata yang berkaca-kaca dia meminta satu persatu keinginannya.
" Ya Allah Ya Rabb. Berikanlah aku kesabaran dan keikhlasan dalam menghadapi kehidupan hamba sekarang. Aku ikhlas sekarang, mungkin inilah yang terbaik untukku. Bukankah semua yang sudah kau takdirkan merupakan yang paling indah? Dan sekarang aku sudah menerimanya. "
" Ya Allah Ya Rabb. Kumohon berikanlah hidayah kepada suamiku agar dia tidak melakukan hal hal yang kau benci di luar sana. Kumohon lindungilah suamiku selalu di mana pun dia berada. Berikan suamiku umur yang panjang serta limpahkan rezeki yang halal. Berikanlah jalan agar aku bisa menjadi istri yang baik untuk suamiku. "
Daniel pun mendengar semua doa yang istrinya panjatkan, tak pernah di sangka ternyata sang istri mendoakan kebaikan untuk dirinya. Tidak pernah terjadi, tidak ada yang mendoakan kebaikan untuknya, bahkan mungkin banyak yang menginginkan dia mati.
Daniel bersandar di pintu kamarnya cukup lama hingga Anna menyelesaikan ibadahnya. Di saat Anna membalikkan badannya, dia melihat Daniel yang sedang berdiri di pintu kamar. Dengan cepat dia berjalan mendekati sang suami yang hanya melamun.
__ADS_1
" Kau sudah pulang? "
Daniel yang sedang melamun pun tersadar saat Anna bertanya kepadanya. Daniel menatap sang istri yang menurutnya semakin cantik apalagi dengan menggunakan mukena seperti saat ini.
Daniel segera memeluk erat sang istri yang entah mengapa dia ingin melakukannya sekarang. Anna hanya terdiam tanpa membalas pelukan sang suami. Menurutnya sedikit aneh dengan sikap sang suami yang tidak pernah memeluknya seperti sekarang.
Namun sesaat kemudian Anna merasa Daniel yang terisak di pelukannya. Dengan cepat dia melepaskan pelukan itu dan melihat sang suami yang menangis sembari menundukkan wajahnya. Anna mengangkat wajah sang suami yang sudah memerah karena menangis.
" Ada apa? Mengapa kau menangis? "
" Maaf! "
__ADS_1
Daniel kembali memeluk sang istri begitu erat hingga membuat Anna tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya. Mereka terduduk di lantai namun Daniel masih terisak di dada sang istri. Anna terus berusaha menenangkan sang suami yang tiba tiba menangis seperti ini.