
Anna begitu bahagia ketika dia mendapatkan sebuah ponsel di tangannya. Ternyata pria yang berhati kejam itu menepati janjinya untuk memberikan Anna sebuah ponsel.
Anna duduk di balkon kamarnya sembari terus menatap bahagia ponsel di tangannya. Sebuah ponsel berlogo apel tergigit di belakangnya dengan berwarna hitam.
Dengan tersenyum bahagia dia membuka ponsel baru itu, dia pun mulai mengetik sebuah nomor dan tak lama kemudian nomor tersebut pun tersambung.
" Assalamualaikum Bunda. "
Anna berusaha menahan tangisannya ketika dia bisa mendengar lagi suara sang bunda setelah begitu lama. Anna menyeka air matanya dan berusaha untuk tidak terdengar menangis oleh sang bunda. Karena jika dia menangis pasti akan membuat bundanya khawatir.
__ADS_1
" Anna sayang. Mengapa kau tidak pernah menghubungi kami lagi, apa pekerjaanmu di sana begitu sibuk sehingga kau tidak memiliki waktu untuk sekedar mengirimkan pesan untuk kami di sini. "
Terdengar jelas bagaimana sang bunda khawatir tentangnya. Anna tidak bisa menahan air matanya yang tanpa izin turun dari matanya. Anna tidak tahu harus mengatakan segalanya atau tidak. Ingin sekali dirinya bisa kabur dari sini dan menemui Bunda dan adik adiknya namun dia tidak bisa mengambil resiko apapun karena Daniel bukan pria biasa.
" Bunda, dengarkan Anna. Maaf karena selama ini Anna tidak mengabari kalian di sana. "
" Apa Alice mengatakan sesuatu kepada kalian? "
Anna seketika menangis ketika sang bunda mengatakan itu, dia menutup mulutnya agar suara tangisannya tidak bisa di dengar oleh sang bunda. Ingin sekali dia memeluk sang bunda dan mencurahkan segala isi hatinya kepada sang bunda.
" Bunda jangan khawatir. Anna di sini baik baik saja, secepatnya Anna akan segera pulang ke sana. Ya sudah, nanti Anna hubungi bunda lagi, kirimkan salam untuk Anin dan Alisya. Anna merindukan kalian. "
__ADS_1
Setelah menutup panggilan telponnya, Anna menangis sesenggukan. Anna menutup mulutnya dengan kedua tangannya agar suara tangisannya tidak terdengar. Anna menangis karena merasa sangat bersalah karena sudah berbohong kepada sang bunda.
Selama ini Anna tidak pernah berbohong kepada sang bunda. Tetapi sekarang dia harus berbohong dan menutupi keadaan dirinya sekarang. Anna menyeka air matanya dan menarik dalam nafasnya agar dia berhenti menangis. Anna berusaha untuk tersenyum, dia tidak boleh lemah.
Dia harus bisa segera terlepas dari Daniel, dan setelah itu dia bisa kembali bersama dengan bunda dan adik adiknya di Osaka. Dia menatap langit yang begitu cerah karena matahari bersinar begitu terang di atas sana.
" Kau tidak boleh lemah Anna. Kau harus bisa terbebas dari Daniel, tetapi apakah aku bisa terbebas dari pria itu? "
" Bagaimana caranya agar aku bisa bebas dari penjara ini? Apakah suatu saat nanti aku bisa kembali bertemu dengan bunda di sana? "
Anna menatap ponsel di atas meja, dia terus menatap ponsel itu. Dia memikirkan apakah dia bisa menggunakan ponsel itu sebagai caranya untuk keluar dari penjara ini. Tetapi sesaat hatinya merasa sesuatu yang aneh ketika dia berniat untuk pergi dari kehidupan Daniel suaminya.
__ADS_1
" Ada apa ini? Tidak. Kau tidak mungkin mulai jatuh hati dengan pria itu. Kau tidak boleh jatuh cinta kepadanya Anna, dia bukan manusia tetapi dia seorang iblis. Mungkin saat nanti dia bosan dia akan meninggalkanmu, maka dari itu kau tidak boleh jatuh cinta kepadanya. "