Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Annoyed?


__ADS_3

" Sudah kukatakan, kau jangan masuk kerja hari ini. Kau sedang sakit, lebih baik istirahat di rumah. "


Dengan wajah kesal Anna mengancingkan kemeja Daniel, wanita cantik itu kini sedang kesal karena suaminya tetap ingin masuk kerja padahal dirinya sakit. Selesai mengancingkan kemeja, di lanjutkan dengan mengikat dasi dengan wajah yang masih menahan rasa kesal.


Daniel, pria itu hanya tersenyum senang melihat kekesalan di wajah cantik istrinya. Ingin dia melahap habis bibir yang kini di manyunkan oleh sang istrinya, tetapi dia tidak bisa. Daniel yang terus menatap istrinya merasa tercekik di lehernya ketika Anna dengan sengaja mengikat keras dasinya.


" Apa kau ingin membunuhku? "


Anna yang kesal semakin kesal dengan pertanyaan tidak masuk akal suaminya. Mana mungkin dia ingin membunuh suaminya sendiri, Anna tidak gila seperti itu. Daniel semakin tersenyum melihat kelakuan istrinya itu, dengan sigap kini tangannya sudah merengkuh tubuh sang istri.


" Jangan memanyunkan bibirmu seperti itu jika tidak mau aku buat membengkak. "


Dengan tatapan menggodanya Daniel berhasil membuat sang istri merah merona. Anna menundukkan wajahnya menahan rasa malu yang kini menjalar di tubuhnya. Daniel menyunggingkan senyumnya ketika melihat wajah malu sang istri, entah mengapa hal itu membuatnya bahagia.


Menarik dagu sang istri, Daniel pun mengecup pelan bibir manis itu. Tak hanya mengecup, Daniel juga sedikit melu**tnya. Keduanya seakan terbang di atas awan dengan ciuman pagi memabukkan itu.


" Jangan khawatir, aku sudah sembuh sekarang. Buktinya aku masih bisa menikmati bibirmu itu. "


Ucap Daniel ketika sudah melepaskan aktivitas rutinnya. Hal itu sudah mereka biasakan, bagi Daniel itu adalah salah satu energinya untuk bisa bekerja dengan tenang. Sangat bahagia, Daniel merasa hidupnya semakin berwarna semenjak hadirnya Anna.


Anna tersenyum menatap wajah tampan sang suami, jemarinya kini mengelus lembut rahang tegas itu. Tak terasa kini rasa benci yang dulu kini sudah berubah menjadi cinta.

__ADS_1


" Ah iya, aku kembali masuk bekerja hari ini. Semenjak kita menikah aku terlalu sering mengambil cuti, banyak tanggung jawab yang harus aku jalani. Apakah boleh aku kembali bekerja? "


" Aku lebih senang kau berada di rumah, tak harus bekerja. Aku bisa memberimu nafkah lahir dan batin. "


Anna tersenyum mendengar perkataan Daniel, dengan jemari yang terus menari nari di dada sang suami, Anna mendongakkan sedikit wajahnya kepada sang suami.


" Dokter adalah cita citaku dari dulu, dan sekarang aku merasa sangat sangat bahagia karena sudah mencapai cita citaku. Aku ingin membantu orang yang membutuhkan pertolongan dariku. Ini adalah profesiku, tugas dan tanggung jawabku. "


Tanpa mengalihkan pandangannya Anna terus menatap mata elang milik suaminya. Anna mengatakan satu hal yang membuat Daniel kembali mengembangkan senyumnya. Daniel segera menaruh telunjuknya tepat di bibir sang istri pertanda untuk tidak melanjutkan lagi ucapannya.


" Aku mengizinkanmu sayang. Lakukanlah segala sesuatu yang membuatmu bahagia, kecuali satu. Jangan pernah meninggalkanku apapun kondisinya nanti, aku tidak bisa hidup tanpamu. "


" Hustt... Tidak baik berkata seperti itu. Lagipula tidak ada alasan untukku meninggalkan suamiku. "


" Apa saat kau menemukan alasannya kau akan meninggalkanku Anna. Tidak, aku tidak akan pernah mengizinkanmu pergi dari hidupku, jika perlu aku akan mengurungmu di rumah ini Anna. "


Pelukan hangat suami istri itu terlepas ketika sebuah panggilan masuk di ponsel milik Anna. Wanita itu mengambil dan melihat ternyata adalah Anin yang menelponnya. Anna pun segera mengangkat telpon itu dan mendengarkan ucapan dari sang adik di seberang sana.


" Apa? Kalian sudah di bandara? "


Anna terkejut ketika mendengar ucapan sang adik dan melihat jam di dinding yang ternyata sudah menunjukkan angka 9. Anna memejamkan matanya ketika menyadari bahwa dia lupa bahwa bunda dan adiknya hari ini akan kembali ke Osaka. Seharusnya dia mengantarkan mereka ke bandara pagi ini, namun tidak bisa karena urusannya dengan Daniel yang tanpa sengaja menghabiskan waktu cukup lama sehingga dia melupakan pagi ini.

__ADS_1


Daniel yang sedang bercermin melirik sang istri sebentar sembari membenarkan ikatan dasinya. Anna pun menatap dirinya dengan tatapan tajam, Daniel mengerti tatapan itu.


" Kalian di antar oleh tuan Christian? "


"...."


" Ya sudah jika begitu. Maafkan aku karena tidak bisa mengantar kalian pagi ini. Saat tiba di Osaka, jangan lupa untuk mengabari aku, kau mengerti? "


Anna meletakkan kembali ponselnya di atas nakas dan berjalan mendekati sang suami. Daniel pun kini menghadap sang istri yang kini memberikan tatapan mengerikan kepada dirinya. Daniel menelan kasar ludahnya yang terasa kering, tidak seperti biasa dia akan takut dengan seorang wanita. Namun sekarang berbeda, entah mengapa sekarang terlihat begitu kejam dengan tatapan seperti itu.


" Ada apa? "


" Apa kau yang menyuruh tuan Christian mengantarkan bunda dan adik adikku? "


" Iya. Apa ada masalah? "


" Kau tahu jika bunda hari ini akan pulang ke Osaka? "


Daniel kembali mengangguk karena bunda juga sudah mengatakannya lebih dulu kepada dirinya. Bahkan semalam bunda berpesan kepada dirinya agar selalu melindungi Anna sampai kapanpun, jangan juga menyakiti wanita 23 tahun itu.


Daniel yang sudah sangat lama tidak merasakan kasih sayang seorang ibu, ketika kedatangan bunda, dia merasa bunda seperti ibunya sendiri. Dan tanpa berpikir panjang Daniel mengiyakan semua pesan bunda untuk dirinya.

__ADS_1


" Aku sedih karena tidak bisa mengantar mereka ke bandara pagi ini, aku benar benar melupakan hal itu. "


" Sudahlah. Jangan bersedih seperti itu, aku berjanji nanti jika ada waktu kita akan berkunjung ke Osaka. "


__ADS_2