Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Hard Slap


__ADS_3

Osaka, Jepang


Tiga sehari sebelum kembali ke Tokyo.



Daniel sedikit berbohong kepada istrinya yang mengatakan akan melakukan sebuah pekerjaan di luar negeri. Daniel sudah berencana untuk membuat kejutan kepada istrinya dengan mendatangkan bunda dan kedua adiknya ke Tokyo. Oleh karena itu dia sudah bersiap untuk menemui wanita kesayangan istrinya.


Daniel melihat ke luar jendela mobilnya yang kini sedang duduk di kursi penumpang belakang sedangkan Christian kini yang mengambil alih kemudi. Tak hanya Christian, Lucas pun juga ikut dengan mereka. Kini ketiganya sedang menuju rumah di mana istrinya dulu tinggal.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam, mobil mereka kini sudah berhenti di depan sebuah rumah dua lantai yang begitu minimalis. Daniel sekilas melihat bangunan rumah yang kalah jauh dengan rumah miliknya, namun terlihat begitu elegan.


" Ayolah Daniel, apa kau sekarang takut menghadapi ibu mertua dan adik iparmu. "


Dia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya namun entah mengapa sekarang dia merasa sedikit takut ketika berhadapan dengan ibu mertuanya. Dia sudah bertekad akan mengatakan segalanya kepada mereka nanti sekaligus meminta restu kepada mereka untuk menjalankan pernikahannya.


Daniel menghela nafas sebelum dia keluar dari dalam mobil, sekilas dia merapikan pakaiannya yang sama sekali tidak kusut. Daniel yang diikuti oleh Christian dan Lucas, kini ketiganya berjalan masuk ke dalam perkarangan rumah itu.

__ADS_1



Christian pun langsung menekan tombol yang berada di samping pintu. Hingga tak lama kemudian keluarlah seorang gadis cantik dengan balutan baju yang menutupi seluruh auratnya. Gadis itu mengerutkan heran keningnya melihat tamu yang sama sekali tidak di kenalnya.


" Ada apa? Kalian sedang mencari siapa? "


Belum sempat Christian menjawab, datanglah dua wanita beda generasi yang sama seperti gadis tersebut memakai pakaian sangat sopan. Ketiga wanita beda generasi itu seketika mengerutkan kening saat melihat siapa tamu yang datang ke rumah mereka.


Daniel menarik nafas dalam sebelum dia membuka suaranya. Tak sepertinya Daniel akan bersikap seperti ini, karena sikap gugup seperti itu bukanlah diri Daniel. Namun sekarang entah apa yang terjadi pada dirinya ketika melihat ketiga wanita di depannya.


" Kalian siapa? Kalian sedang mencari siapa? " Wanita paruh baya bertanya.


Kini mereka semua sudah duduk di sofa ruang tamu yang tak lama kemudian seorang gadis datang membawa beberapa minuman untuk para tamunya. Gadis itu pun langsung duduk di samping ibundanya dan tatapannya berhenti kepada Daniel yang sedang meminum minumannya.


" Ah bukankah kau tuan Daniel Raymond? Pengusaha sukses di negara ini? "


Daniel yang sedang meminum itu seketika tersedak dengan minumannya sendiri. Mungkin karena kesusksesan yang ia miliki sehingga mampu membuat siapa saja yang melihatnya langsung mengenali dirinya.

__ADS_1


" Sebelumnya aku ingin meminta maaf yang sebesar besarnya kepada bunda, Anin dan Alisya. "


Ucapan Daniel yang membuat ketiga wanita itu heran karena Daniel mengenali mereka. Ketiga wanita itu saling bertatapan ketika mendengar Daniel menyebutkan nama mereka. Sang bunda langsung melihat ke arah Daniel meminta penjelasan.


Daniel pun mengatakan tujuannya datang ke sana serta tak lupa dia menceritakan seluruh kejadian sampai dia bisa menikahi Anna. Bunda serta kedua putrinya menutup mulut mereka tidak percaya dengan seluruh perkataan Daniel. Sedangkan Daniel dia hanya bisa tertunduk malu menyadari kesalahannya selama ini.


Tatapan mereka semua teralihkan kepada Daniel yang baru saja mendapatkan sebuah tamparan keras dari wanita paruh baya itu. Bunda Hana benar benar tidak menyangka kehidupan putrinya bisa seperti itu, dan ternyata selama ini dia di bohongi oleh Anna yang mengatakan baik baik saja.


" Kau pria kejam yang pernah aku temui! "


Teriak bunda Hana menangis dan Anin segera memeluk sang bunda. Tak pernah terpikirkan oleh ketiga wanita itu bahwa putri serta kakak mereka selama ini tersiksa oleh lelaki yang berada di hadapan mereka saat ini.


" Bunda tenanglah! "


Anin berusaha membuat bundanya tenang dan sedikit menjauhi Daniel yang pipinya memerah karena tamparan keras tadi. Daniel sama sekali tidak merasa marah dengan perbuatan bunda Hana karena dirinya merasa pantas menerima semua ini.


Christian dan Lucas juga hanya bisa diam ketika melihat tuan mereka seperti ini. Mereka berdua tidak bisa melakukan apapun karena Daniel menyuruh mereka untuk tidak melakukan apapun.

__ADS_1


__ADS_2