
Daniel membuka ikatan di tubuh Anna, setelah berhasil terlepas dengan sisa tenaganya Anna mencoba mendorong Daniel. Daniel pun sedikit terdorong ke belakang dan itu kesempatan bagi Anna untuk segera lari.
Anna berlari bahkan kini kakinya tidak mengenakan apapun. Pakaian dan hijabnya pun kini sudah terlihat lusuh, wajah pucat karena sejak tadi malam dia belum mengisi perutnya dengan apapun.
Sedangkan Daniel, bukannya marah karena Anna berhasil kabur darinya, justru dia sedikit tersenyum melihat Anna yang berlari itu. Anna berlari sesekali melihat ke belakang, berkali kali dia jatuh bahkan kakinya kini sudah berdarah. Anna menangis menahan rasa sakit di kakinya, dia pun kembali jatuh di jalan yang terlihat sangat sepi karena tidak ada satupun orang yang melewati jalan itu.
" Ya Allah tolong bantu aku. "
" Kau tidak bisa lari dariku Annastasia. "
Entah kapan dia mengejar Anna, tetapi sekarang Daniel sudah berada tepat di hadapan Anna. Anna, wanita tak berdaya itu sangat ketakutan melihat tatapan Daniel yang seakan ingin segera menerkam dirinya.
Dengan cepat Daniel mengangkat tubuh kecil Anna dan menggendongnya bak sekarung beras di bahu besarnya. Anna terus memberontak namun itu sama sekali tidak menjadi penghalang untuk Daniel membawanya kembali ke rumah tua itu.
__ADS_1
" Lepaskan aku! Tolong! " Anna berteriak.
" Jangan berteriak! Tidak akan ada yang menolongmu di sini. Nikmatilah sayang. "
Daniel langsung menjatuhkan tubuh Anna di sebuah sofa rumah itu. Anna berteriak histeris kala tubuhnya kini sudah berada dalam kungkungan Daniel. Daniel mencoba mencium bibirnya namun Anna menggeleng dan berusaha mendorong tubuh besar itu walaupun tidak ada yang berubah tetapi semakin membuat Daniel sangat marah.
Anna terus menangis memohon agar Daniel tidak melakukan itu padanya. Tak mengindahkan permintaan Anna, Daniel semakin ingin menikmati tubuh di balik baju tertutup Anna. Dalam sekali tarikan, kini hijab yang menutupi rambut indah Anna terlepas dari kepalanya.
" Your hair is so beautiful, baby! "
Anna terus memberontak agar Daniel tidak bisa menyentuh dirinya. Meskipun kini rambut indah yang selama ini dia jaga dari siapapun, hari ini Daniel melihat itu. Daniel terlihat memerah menahan amarahnya karena sejak tadi Anna hanya memberontak dan menangis di bawah kungkungannya.
Selama ini tidak ada wanita satupun yang berani menolak dirinya. Setiap wanita yang di sentuhnya selalu mengeluarkan suara yang membuat dirinya semakin bergairah. Tetapi sekarang wanita ini bukannya menikmati tetapi hanya menangis dan memberontak.
__ADS_1
" Jangan memberontak! Atau aku akan membunuhmu sekarang juga. "
Mencengkeram kuat dagu wanita itu, Daniel tidak suka melihat wanita di bawahnya menangis. Dengan cepat dia pun berhasil mencium bibir pucat Anna, Anna semakin menangis dan terus berusaha melepaskan ciuman itu.
Cukup lama Daniel mencium bibir yang menurutnya sangat manis itu, tidak ada yang semanis milik Anna. Sesaat matanya menatap mata bengkak milik Anna, bibirnya pun kini sedikit membengkak akibat ulahnya.
" Ku mohon jangan lakukan itu padaku! "
Anna berucap begitu lirih sembari menatap dalam mata milik Daniel. Daniel merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya saat manik matanya menatap mata indah Anna.
" Mengapa aku tidak boleh menyentuhmu? Bukankah kau juga menginginkan ini, tidak ada wanita satupun yang berani menolak diriku. "
Anna menggeleng dengan tangannya menahan dada Daniel di atasnya. Sekilas dia memejamkan matanya sebelum dia mengatakan sesuatu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh dirinya.
__ADS_1
" Jika kau ingin menyentuhku, menikahlah denganku. Aku tidak ingin melakukan perbuatan zina ini, ku mohon! "