Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Celine's Anger


__ADS_3

Di dalam ruangan yang begitu besar serta interior yang begitu elegan. Tak hanya interiornya, namun warna yang begitu cocok dengan seorang pria. Tak lupa pula dengan furniture furniture yang begitu kontras dengan suasana ruangan besar tersebut.


Sebuah meja dan kursi dengan desain begitu mewah juga tersusun rapi di dekat jendela kaca besar. Seorang pria berjas rapi duduk di kursi kebesaran miliknya, mengotak atik laptop di depannya. Terlihat begitu tampan dan berkharisma ketika dia duduk dengan bekerja seperti itu.


Namun pria itu sama sekali tidak fokus dengan pekerjaannya saat ini. Pikirannya kacau mengingat satu permintaan wanita yang di cintainya. Daniel menutup paksa laptop itu dan menyandarkan punggungnya di kursi serta satu tangan yang memijit pelipisnya.


" Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa membubarkan mafia itu, dan jika bisa pasti mereka tidak ingin hal itu terjadi. Tetapi aku juga tidak ingin mengecewakan istriku, aku sangat mencintainya. Aku tidak bisa melihat istriku meninggalkanku hanya karena persoalan itu. "


Daniel membenarkan duduknya ketika pintu ruangannya di ketuk dan di buka oleh seseorang. Daniel kembali menghela nafasnya kasar ketika Celine sekertarisnya masuk dengan beberapa berkas di lengannya. Daniel ingin secepatnya menggantikan sekretarisnya, namun dia belum memiliki waktu untuk hal itu.


" Ada apa? "

__ADS_1


Daniel bertanya tanpa melihat ke arah wanita yang sudah berdiri di sampingnya. Celine meletakkan berkas itu di meja depan Daniel, tangannya yang nakal kini mencoba memegang pundak Daniel bermaksud memijit bosnya walaupun ada tujuan lain dalam hatinya.


Daniel yang tiba tiba merasa ada yang menyentuh bahunya dengan cepat menghempaskan tangan Celine. Celine begitu terkejut ketika mendapatkan perlakuan kasar dari bosnya. Ingin dia meluapkan emosinya namun tidak bisa karena dia hanya bawahannya di sini, lagipula dia masih ingin bekerja dengan bos tampan itu.


" Jangan berani menyentuhku b*tch! "


" Tapi.... "


" Kau tidak bisa seenaknya memecatku seperti itu Daniel. "


Celine begitu marah ketika mendengar ucapan Daniel yang seenaknya memecat dirinya. Dia tidak melakukan kesalahan apapun dalam bekerja, dirinya begitu ahli di bidang pekerjaan saat ini. Hingga dengan kemarahannya, Celine berani memanggil nama Daniel tanpa embel embel tuan.

__ADS_1


Sebenarnya dia memanggil Daniel selama ini dengan sebutan tuan hanya formalitas ketika bekerja. Karena setiap dirinya melakukan hubungan terlarang dengan Daniel, wanita itu selalu menyebut nama itu ketika menikmati setiap sentuhan sentuhan dari Daniel.


" Jangan berteriak. Pergilah aku tidak ingin melihatmu. Satu lagi jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi di hadapanku jika kau tak ingin wajahmu itu hancur. Dan ya jangan pernah menyebut namaku dengan mulut kotormu itu. "


" Kurang ajar. Berani sekali kau menghinaku Daniel. Apa kau lupa, kau pernah menikmati tubuhku ini, jangan bersikap seakan kau pria tidak berdosa. Pria sepertimu hanyalah bajingan, mungkin sekarang kau bisa mendapatkan wanita seperti istrimu, tapi ingatlah suatu hari nanti kau pasti akan merasakan kehilangan. Camkan itu Daniel. "


Dengan kemarahan Celine meninggalkan ruangan itu tak lupa menutup keras pintu ruangan Daniel. Daniel terdiam mendengar perkataan Celine barusan, hatinya tiba tiba tertusuk dengan perkataan Celine yang memang benar.


Daniel juga tidak lupa bagaimana kehidupannya sebelum menikah, entah sudah berapa banyak wanita yang sudah dia nikmati tak terkecuali dengan Celine. Dia sangat berdosa dan menyesali masa lalu yang begitu kelam. Mungkin sekarang dia tidak bermain dengan wanita lain, tetapi dirinya kini masih memimpin organisasi ilegal itu.


" Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? "

__ADS_1


__ADS_2