Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Came At The Right Time.


__ADS_3

" Jangan pernah mengatakan kau mencintai suamiku dengan mulut busukmu, Alice. "


Anna menatap tajam wanita di hadapannya, rasa percaya selama ini untuk Alice saat ini hilang seketika. Alice yang menyentuh pipi panasnya karena tamparan Anna hanya memberikan senyum jahatnya.


Dengan perasaan penuh dendam dan amarah, Alice mengeluarkan sebuah pisau lipat dari saku celananya. Anna yang melihatnya pun segera memundurkan langkahnya. Melihat Alice memegang sebuah pisau, membuat Anna merasa takut jika wanita itu melakukan hal buruk terhadap dirinya.


Tidak, bukan dirinya. Tetapi Anna sangat takut hal buruk terjadi kepada kandungan yang hampir memasuki usia 3 bulan itu. Tangannya menyentuh perutnya dengan mata yang tak berkedip dari wanita yang memegang pisau itu.


" Mau apa kau, Alice? "

__ADS_1


Alice kembali tertawa sembari mengusap usap pisau miliknya. Anna semakin panik ketika melihat Alice tertawa. Alice menghentikan tawanya sembari berjalan mendekati Anna yang sudah pucat.


" Jangan melakukan hal bodoh, Alice. "


Anna mencoba menghalangi langkah Alice namun tak di indahkan oleh Alice sama sekali. Anna melihat celah untuk bisa lari dari sana, dirinya sangat menyesal sudah datang. Di saat mendapatkan satu kesempatan, Anna menendang perut Alice hingga wanita itu meringis kesakitan. Tak menunggu lama, Anna segera berlari menuju pintu, namun sialnya pintu malah terkunci.


" Kau tidak bisa berlari kemanapun, Anna. Kau akan mati, dengan tanganku sendiri aku akan menghabisimu! "


Anna berusaha berlari dari Alice namun dirinya terjebak di atap itu. Tak ada jalan untuk dirinya bisa keluar. Dia terus berdoa agar Daniel bisa menolongnya saat ini. Ketakutan terbesarnya saat ini adalah terjadi sesuatu yang buruk terhadap janinnya, maka dari itu dia terus berusaha menghindar dari wanita yang sudah gila itu.

__ADS_1


Alice yang semakin marah itu kembali berlari mengejar Anna. Dalam pikirannya hanya satu, yaitu melihat Anna mati dan dengan itu dia bisa memiliki Daniel sepenuhnya. Karena suami orang lain, dirinya sungguh telah gila. Tak bisa berpikir tenang, hati dan pikirannya sudah di penuhi ambisi jahat.


Dorrr


Anna sangat terkejut dan secara refleks dia menutupi telinga dan matanya ketika mendengar sebuah tembakan yang begitu menggelegar di atap gedung itu. Saat membuka matanya, Anna membulatkan matanya ketika melihat Alice yang terdiam tepat di hadapannya dengan tangan yang berusaha menusuk dirinya.


Alice terkena tembakan di punggungnya sesaat dia akan menusuk Anna. Sebuah peluru menembus di punggungnya hingga membuatnya lemah serta pisau yang ada di tangannya terjatuh begitu saja.


Brukk

__ADS_1


Alice terjatuh tepat di samping kaki Anna, Anna begitu shock dengan apa yang terjadi kepada Alice. Matanya pun perlahan melihat seorang pria yang memegang pistol tak jauh dari posisinya. Daniel, pria itu datang di waktu yang tepat. Jika saja dia terlambat satu detik, maka Alice pasti akan berhasil menyakiti sang istri dan calon bayinya.


Daniel terpaksa menembak wanita itu, tak ada pilihan lain selain dirinya menembak wanita itu saat ini. Meskipun dirinya sudah berjanji kepada sang istri untuk tidak menyakiti dan membunuh siapapun, tetapi untuk kali ini dia terpaksa melanggar janjinya.


__ADS_2