Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Dare Myself


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 3 malam, Anna yang tadi terbangun dari tidurnya karena bermimpi buruk pun melakukan sholat malam. Setelah mencurahkan segala isi hatinya kepada sang pencipta dia pun merapikan kembali perlengkapan ibadahnya.


Matanya kembali melihat jam yang kini hampir menunjukkan angka 4 tetapi belum ada tanda tanda suaminya pulang. Anna terbangun karena mimpi buruknya, di dalam mimpinya Anna melihat suaminya membunuh seseorang.


" Tidak. Anna kau tidak boleh mencurigai suamimu seperti itu. "


Anna kembali memakai hijabnya, dia belum siap untuk melepaskan hijabnya di depan Daniel meskipun Daniel sudah pernah melihatnya telanjang. Dia merasa belum siap melepaskan penutup kepalanya itu.


Daniel tiba tiba masuk ke dalam kamar dan itu sangat membuat Anna terkejut saat melihat noda darah di wajah dan baju suaminya. Anna segera mendekati Daniel dan memegang wajah yang di penuhi percikan darah itu. Entah dia sadar atau tidak, dia mengkhawatirkan sang suami apalagi saat suaminya pulang dalam keadaan penuh darah seperti ini.


" Mengapa ada banyak darah? Apa telah terjadi sesuatu padamu, apa kau terluka? "

__ADS_1


Anna begitu khawatir dengan tangannya yang terus mengusap wajah suaminya. Daniel menatap wajah kekhawatiran Anna tanpa mengatakan apapun. Entahlah, dia tidak pernah merasakan perhatian seperti ini dari siapapun selama ini.


Anna menyadari kesalahannya karena sudah menyentuh sang suami. Anna pun segera memundurkan langkahnya untuk menjauhi sang suami dengan tatapan menunduk.


" Maaf karena aku sudah lancang menyentuhmu. "


Daniel hanya menatap istrinya tanpa mengeluarkan suara apapun. Daniel pun segera memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang di penuhi noda darah. Anna hanya menatap punggung sang suami sampai tubuh itu hilang di balik pintu.


" Mengapa ada begitu banyak darah di tubuhnya? Apa mungkin, tidak. Kau tidak boleh berpikiran buruk tentang suamimu Anna. "


Anna ingin sekali bertanya pulang dari mana suaminya, apa yang di lakukan olehnya hingga banyak darah yang memenuhi wajah dan pakaian miliknya itu. Namun tidak ada keberanian untuknya bertanya kepada sang suami.

__ADS_1


Daniel memeluk tubuh sang istri dari belakang dan mengendus aroma tubuh yang entah mengapa sudah membuatnya kecanduan. Daniel terus menggerakkan kepalanya di leher Anna meskipun masih di lapisi dengan hijabnya.


Anna merasa risih dengan perlakuan Daniel seperti itu apalagi tangan Daniel sudah bergerak nakal di tubuhnya. Ingin Anna melepaskan tubuhnya dari sang suami namun tidak ada yang bisa di lakukannya.


" Kau pulang darimana dan mengapa ada begitu banyak darah di wajah dan pakaianmu? "


Entah mendapat dari mana keberaniannya untuk bertanya kepada Daniel, namun perasaannya tidak tenang sebelum dia mengetahuinya. Mungkinkah mimpinya menjadi kenyataan.


" Aku ada urusan. Mengapa kau bertanya itu? "


Anna melepaskan tangan Daniel dari perutnya, dan membalikkan badannya menghadap Daniel yang tidak ada sedikit luka pun di wajah dan tubuhnya. Dan itu semakin membuat Anna mencurigai Daniel.

__ADS_1


" Apa kau mem.... "


Anna tidak bisa menyelesaikan ucapannya karena dengan cepat Daniel melu**t bibirnya. Tak memberi kesempatan untuk Anna menyelesaikan ucapannya, Daniel terus mencium serta membawa tubuh sang istri ke ranjang tanpa melepaskan ciumannya. Lagi dan lagi Daniel melakukan hubungan intim dengan sang istri. Anna hanya pasrah menerima setiap sentuhan sang suami, bahkan hati dan tubuhnya kini semakin menginginkan lebih.


__ADS_2