Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Don't Leave Me!


__ADS_3

Anna yang sedang merapikan beberapa pakaian yang berantakan terkejut ketika sebuah tangan kekar tiba tiba melingkari pinggangnya. Anna tersenyum ketika kepala sang suami berada di pundaknya. Namun dia mengerutkan keningnya ketika melihat suaminya yang tidak seperti biasanya.


Anna mencoba melepaskan tangan Daniel namun Daniel malah semakin memeluk erat sang istri. Daniel menyandarkan kepalanya di bahu sang istri dengan pikiran yang sama sekali tidak tenang. Daniel hanya memikirkan bagaimana jik Anna mengetahui bahwa dirinyalah yang membunuh Ayahnya.


" Ada apa? Apa ada sesuatu yang membuatmu khawatir? "


Daniel menggeleng sembari terus merengkuh sang istri dari belakang. Anna merasakan deruan nafas Daniel yang mengenai tengkuknya. Karena Daniel yang terus menggerakkan wajah di tengkuknya, Anna pun melepaskan rengkuhan itu karena sudah merasa geli.


Anna membalikkan tubuhnya menghadap suaminya yang tanpa permisi langsung memegang tengkuknya dan mendaratkan sebuah ciuman hangat. Daniel memegang tengkuk wanitanya dan terus melu**t bibir yang sudah membuatnya candu.


" Aishitemasu. "


Daniel merapatkan keningnya dengan sang istri tanpa melepaskan sentuhan kepalanya. Pikirannya benar benar kacau saat ini, hanya satu yang di inginkannya yaitu hanya berada di samping wanitanya. Daniel kembali memeluk erat tubuh kecil milik istrinya, sangat erat bahkan Anna seakan sesak dengan pelukan sang suami.

__ADS_1


Cukup lama berpelukan Daniel melepaskan pelukannya dan menatap dalam sang istri. Anna semakin tidak mengerti dengan keadaan Daniel yang berubah seperti ini. Perlahan jari lembutnya membelai wajah sang suami yang menatap dirinya sangat dalam.


" Apa ada sesuatu? "


" Don't leave me! I can't live without you. "


" Aku tidak mengerti! "


Daniel kembali merengkuh sang istri dan itu semakin membuat Anna tidak mengerti. Anna ingin menanyakan kebenaran tentang perkataan Aaron beberapa hari yang lalu. Tetapi saat melihat kondisi suaminya seperti sekarang, dia pun tidak bisa bertanya apapun.


Dengan begitu lembut Daniel membaringkan sang istri di ranjang. Menciumi kening sang istri begitu lembut dan Anna pun tersenyum sembari menikmati sentuhan sang suami.


Anna membuka matanya ketika Daniel mengatakan sesuatu yang membuatnya sedikit malu.

__ADS_1


" I want you! "


***


Di tempat lain, di sebuah rumah besar namun tidak ada satu keluarga pun yang tinggal di rumah besar itu. Rumah besar hanya di tinggali beberapa pelayan yang mengurus rumah itu. Sama halnya dengan rumah, pemilik aslinya pun kesepian.


Aaron, pria itu kini duduk di depan jendela kamarnya serta di temani beberapa botol minuman alcohol yang ada di meja. Pria tampan itu mengambil satu gelas kristal dan menuangkan botol minuman itu ke dalam gelasnya tak lupa pula meminumnya.


Beberapa saat yang lalu dia memaksakan pulang dari rumah sakit tempat dia di rawat. Mungkin dulu dia begitu suka di rawat di rumah sakit saat Anna langsung yang merawatnya. Namun sekarang tidak, tanpa mempedulikan keadaannya, dia pun keluar dari rumah sakit.


" Mengapa kau tidak bisa melihat cintaku Anna. Aku bahkan lebih mencintaimu di bandingkan dengan pria itu. "


Dia terus meminum minumannya bahkan sekarang entah sudah berapa botol sudah dia habiskan. Kepalanya sudah sangat pening, rasanya saat ini sekelilingnya terasa berputar putar. Dengan langkah gontai Aaron berjalan ke arah ranjang dan langsung menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang itu.

__ADS_1


" I love you. Don't leave me Annastasia! "


Lirihnya dengan mata terpejam, hingga tak kuat lagi dirinya bahkan hanya sekedar membuka matanya pun tidak bisa. Bukan hanya nyeri akibat pukulan Daniel, namun hatinya berasa hancur berkeping keping.


__ADS_2