Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Start Plan.


__ADS_3

Pasangan suami istri itu setelah sedang berjalan menuju ruang makan sembari bergandengan tangan. Keduanya saling tersenyum, siapa saja yang melihatnya pasti ikut merasakan kebahagiaan mereka kecuali bagi orang yang tidak suka kepada mereka.


Daniel menarik kursi untuk sang istri, Anna pun segera duduk di sana. Wanita itu mulai mengambilkan sarapan untuk sang suami seperti biasa. Tak lama kemudian acara sarapan pagi yang setiap hari di lakukan kini sudah selesai. Daniel mengelap mulutnya dengan tissue sebelum akhirnya mereka pergi dari ruang makan.


" Bukankah hari ini jadwal pemeriksaan kehamilanmu ke dokter? "


" Ah iya, aku sampai melupakannya. Nanti jam 2 siang janji bertemu dengan dokter. "


" Baiklah, aku akan menemanimu nanti. "


Daniel berlutut di hadapan sang istri sembari tersenyum ke arah perut yang sedikit menonjol itu. Jemarinya mulai menyentuh dan mengusap lembut perut itu. Pria itu tersenyum sembari mengucapkan salam kepada calon bayinya.

__ADS_1


Hal itu sudah di jadikan sebagai rutinitasnya setiap pagi sebelum dia berangkat bekerja. Selama dua bulan ini, dia selalu menyempatkan menyapa sang anak bahkan terkadang dia berbicara sendiri. Seperti saat ini, Daniel mengobrol dengan calon sang cabang bayi. Anna ikut mengusap rambut suaminya sembari tersenyum melihat interaksi Ayah dan anak itu.


" Ayah berangkat dulu, sayang. Jagalah bundamu, Ayah sudah tidak sabar untuk segera melihatmu datang ke dunia ini. "


Setelah cukup puas berbicara dengan sang bayi, Daniel pun tidak lupa mengecup kening sang istri. Tak hanya kening, namun seluruh wajah Anna tak di lewatkan olehnya, hingga akhirnya ciuman itu berhenti di bibir. Daniel sedikit ******* bibir itu hingga dia melepaskannya.


" Sayang, aku pergi dulu. Jagalah dirimu baik baik. "


Anna pun mengecup punggung tangan sang suami, Anna melihat sang suami yang memasuki mobil miliknya. Setelah kepergian sang suami, Anna mengusap perutnya tak lupa pula senyuman di wajahnya.


" Baik baik di dalam sana, sayang. Bunda dan Ayah sangat mencintaimu. "

__ADS_1


Anna pun memasuki rumahnya lagi, dia sudah memutuskan untuk mengambil cuti dari tugasnya hingga dia melahirkan. Padahal dirinya juga ingin melanjutkan bekerjanya namun Daniel sangat melarangnya dengan alasan tidak ingin melihat sang istri lelah.


Semenjak hamil, Daniel semakin menunjukkan sikap posesifnya kepada istri dan calon anaknya. Dan setelah berpikir panjang, Anna pun mengiyakan permintaan Daniel. Karena bagaimanapun, kehamilan ini merupakan kehamilan pertamanya. Dia tidak ingin sang cabang bayinya bermasalah hanya karena tugasnya sebagai dokter.


Tanpa Anna dan daniel sadari, sejak tadi mereka keluar dari rumah sudah ada sepasang mata yang memperhatikannya semuanya. Mata elang yang melihat penuh kemarahan, rahangnya yang mengeras ketika melihat interaksi pasangan suami istri itu.


Pria itu memukul setir mobilnya keras bahkan membuat tangannya memerah. Dia begitu sakit melihat kebahagiaan suami istri itu. Sudah dua bulan berlalu, namun perasaannya masih sama kepada Anna. Hatinya semakin hancur ketika mendengar bahwa kini sedang hamil anak Daniel.


Hal itu semakin membuatnya frustrasi, dua bulan terakhir dia hanya hidup tanpa arah. Memikirkan kebahagiaan Anna hanya membuatnya semakin tidak sadar diri. Rasanya dia sudah gila sekarang, jalannya untuk mendapatkan hati Anna kini sudah tertutup. Tak ada alasan bagi Anna meninggalkan Daniel sekarang, apalagi dirinya yang sedang mengandung anak pria itu.


" Brengsek! Kalian benar benar brengsek. Kalian hidup bahagia di atas penderitaanku. "

__ADS_1


" Baiklah. Sekarang sudah saatnya untukku membalaskan kalian semua. Annastasia, tunggulah permainanku. Aku akan membuat adikmu terluka, karena hanya dengan itu aku bisa membalaskan sakit hatiku ini. "


__ADS_2