Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Allow


__ADS_3

Anna membuka matanya dan merasakan seluruh tubuhnya kesakitan akibat perbuatan sang suami tadi malam. Menuruni ranjang dengan sangat hati hati karena tidak ingin membangunkan Daniel yang terlihat begitu terlelap di sampingnya.


Perlahan dia memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena dia akan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslimah. Tak lama kemudian dia sudah selesai dengan kewajibannya.


Tanpa melepaskan mukenanya, dia berjalan mendekati sang suami yang begitu terlelap dengan tidurnya. Tak memakai atasan apapun hingga Anna bisa melihat perut sixpack sang suami.


Ingin sekali dirinya mengajak sang suami untuk menjadi imamnya, namun dia masih belum memiliki keberanian untuk hal itu.


Matanya terhenti di sebuah gambar tatto naga yang berada di dada Daniel dan itu membuat Anna merasa mengingat sesuatu.


" Apa kau mulai terpesona dengan suamimu? "


Anna sangat di buat terkejut dengan suara Daniel yang entah sejak kapan bangun. Anna segera menjauhkan dirinya namun tangan Daniel justru menariknya sehingga membuat Anna terjatuh tepat ke atas tubuh sang suami.


" Kau sudah bangun? "


" Hm. "

__ADS_1


Anna merasa risih dengan Daniel, diapun mencoba untuk bangun dari tubuh sang suami. Tetapi Daniel malam semakin merengkuh tubuh sang istri.


" Kau ingin mengatakan sesuatu? "


Entah sadar atau tidak, Daniel bertanya begitu lembut kepada Anna. Mungkin inilah pertama kalinya dia bersikap lembut dengan seorang wanita dan itu adalah istrinya sendiri. Bahkan dulu dengan kekasihnya pun dia tidak bersikap demikian.


Daniel tidak mengerti apa yang terjadi dengan hatinya, mengapa dia merasa bahagia dan tenang ketika bersama istrinya. Dia bahkan tidak mengerti, mengapa wajah sang istri selalu terbayang bayang di pikirannya. Dan tubuhnya, selalu ada rasa untuk menikmati tubuh sexy sang istri.


Anna, wanita itu tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Daniel, pria kejam berhati iblis yang sebelumnya bersikap sangat kasar kepada-nya tiba tiba sekarang bersikap begitu lembut.


" Bisakah kau melepaskanku? "


Daniel menggeleng cepat saat wanita di atasnya meminta hal itu. Dia tidak mengerti mengapa lidahnya langsung mengatakan hal itu. Sedangkan Anna, dia mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang suami.


" Bisakah kau lepaskan aku, aku tidak bisa bernafas jika terus begini. "


Dengan cepat Daniel melepaskan tubuh Anna dan Anna pun segera menjauhi Daniel yang menurutnya sedikit aneh. Daniel melihat jam ternyata sudah pagi dan dia pagi ini harus datang ke perusahaan lebih awal karena ada rapat yang sangat penting.

__ADS_1


" Siapkan setelan pakaianku! "


Lima belas menit kemudian Daniel menyelesaikan ritual mandinya dan saat keluar dia melihat sebuah setelan pakaian yang terletak di atas ranjang. Namun matanya tidak melihat sang istri di kamar, tak memikirkan hal itu Daniel segera memakai pakaiannya.


Di saat dirinya sedang mengancingkan kemejanya, terlihat sang istri yang baru memasuki kamar.


" Kemarilah! Pakaikan dasi untukku! "


Anna mengangguk dan segera mendekati sang suami, Anna berdiri tepat di hadapan sang suami. Daniel pun demikian, dia menatap sang istri yang tinggi hanya sebatas dadanya, sangat kecil tubuh yang sudah membuatnya candu itu.


Anna menyelesaikan mengikat dasi Daniel, namun dia terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Daniel yang melihat Anna melamun pun bertanya.


" Apa ada yang ingin kau katakan? "


" Bolehkan aku mendapatkan sebuah ponsel. Aku berjanji tidak akan membuat kesalahan apapun, aku hanya ingin menghubungi Bunda dan adik adikku yang berada di Osaka. Aku yakin mereka pasti sangat mengkhawatirkan diriku, oleh sebab itu aku ingin mengabari mereka bahwa aku baik baik saja di sini. "


Anna terlihat memohon kepada sang suami, dia terus memikirkan hal ini dan dia rasa pagi ini waktu yang sangat tepat untuk mengatakan hal itu. Daniel bisa melihat kesedihan dari mata sang istri yang entah mengapa membuatnya tidak bisa melihat kesedihan di mata indah itu.

__ADS_1


" Baiklah. Kau harus menepati janjimu untuk tidak berusaha macam macam denganku. "


__ADS_2