
Sebuah kotak indah kini Anna berikan kepada suaminya. Daniel begitu bersemangat ketika menerima sebuah kotak berwarna cokelat muda dengan sebuah pita yang menghiasi atasnya. Dengan perasaan yang senang dan terus memberikan senyuman manisnya, karena mendapatkan sebuah hadiah dari sang istri, pria itu membuka kotak itu.
Keningnya kembali berkerut ketika melihat isi kotak tersebut yang terdapat sepasang sepatu bayi. Sebuah tulisan yang membuatnya kembali tidak mengerti maksud dari semua isinya.
Tangan Daniel mengambil sebuah testpack yang menunjukkan garis dua, mata elang itu terus menatap benda di tangannya itu.
Daniel mengalihkan pandangannya kepada sang istri yang sedang berdiri di hadapannya. Tangannya mengangkat benda tersebut yang sama sekali tidak pernah di lihat langsung olehnya sebelumnya. Dia masih belum mengerti maksud dari istrinya memberikan benda tersebut namun dia mengetahui hasil apa itu.
" Apa maksudnya? "
__ADS_1
Daniel mengangkat benda itu tepat di hadapan sang istri. Anna menyeka air matanya terharu dan menggenggam jemari sang suami. Anna membawa tangan itu ke perutnya yang masih rata itu. Daniel hanya mengikuti pergerakan sang istri yang semakin membuatnya bingung.
" I'm pregnant. Aku sedang mengandung anak kita, suamiku. "
Daniel terkejut dan seketika otaknya tidak bisa berpikir jernih. Dia terpaku mendengar ucapan sang istri, tangannya bergetar ketika menyentuh perut sang istri. Sesaat Daniel seperti orang bodoh, matanya turun ke perut sang istri, tak terasa buliran beningnya menetes di pipinya.
" Hamil? "
" Kau hamil anakku? Apa aku akan menjadi seorang Ayah? "
" Iya. Kau akan menjadi seorang Ayah. Sebentar lagi keluarga kita akan lengkap dengan kehadiran anak kita. "
__ADS_1
Daniel berlutut di hadapan perut sang istri. Tangannya yang bergetar mengelus perut itu, tanpa sadar dia menciumi perut itu serta air mata terharu yang kini membasahi baju yang Anna pakai. Pria itu sama sekali tidak berpikir akan menjadi seorang Ayah suatu saat nanti.
Jangankan menjadi Ayah, dia sama sekali tidak pernah berpikir akan memiliki seorang malaikat kecil di hidupnya. Namun hari ini, dia tidak bisa berkata kata ketika sang istri sedang mengandung seorang malaikat kecil yang akan menjadi pelengkap keluarga kecilnya. Daniel menangis terharu sembari terus mencium perut sang istri, hatinya begitu senang mengapa kabar sebahagia ini.
Tak pernah dia mendapatkan kabar yang membuat hatinya berbunga, bahkan ketika dia berhasil mengetahui pembunuhan kedua orangtuanya dulu. Hal ini yang benar benar membuat hatinya berbunga, kabar kehamilan sang istri sangat membahagiakan dirinya.
" Aku akan menjadi seorang Ayah. Terima kasih sayang, terima kasih karena sudah memberikan aku seorang malaikat kecil. "
Daniel menciumi seluruh wajah sang wanita, bahkan tangannya selalu mengusap calon buah hatinya. Anna bisa melihat bagaimana kebahagiaan sang suami dengan kabar ini. Tanpa sadar Anna berbinar melihat Daniel yang tidak pernah menghilangkan senyum di wajah tampannya.
" Kau bahagia? "
__ADS_1
" Jangan tanya aku bahagia atau tidak. Aku sangat bahagia, sayang. Aku tidak menyangka akan menjadi Ayah,terima kasih. Aku tidak akan membuatmu sedih, sayang. Aku akan membuatmu selalu bahagia, tidak akan aku biarkan kau kembali menangis karena diriku. "