
Tak terasa sudah tiga hari Anna kembali mengemban tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang dokter. Dia melakukan tugasnya begitu bersemangat bahkan kini para pasien yang di tanganinya merasa senang bisa bertemu dengan dirinya.
Tidak hanya para pasien, namun para staf juga merasa senang karena Anna bisa bekerja di rumah sakit mereka sekarang. Mereka begitu menghormati Anna namun mereka masih janggal ada hubungan apa dirinya dengan pengusaha seperti Daniel.
Baik Anna maupun Daniel mereka belum memberikan penjelasan apapun mengenai hubungan mereka. Mereka sudah berencana akan mempublikasikan pernikahan mereka dalam waktu dekat. Anna akan meminta restu kepada bunda dan adik adiknya terlebih dahulu sebelum melakukan resepsi pernikahan.
Anna sudah merapikan segala barangnya karena waktu pulang sudah datang. Anna pun mulai berjalan keluar dari gedung rumah sakit itu dengan membalas sapaan para karyawan maupun rekan dokternya. Di saat dia sampai di area parkiran mobil, tiba tiba langkahnya terhenti ketika ada yang memanggil namanya.
" Dokter Annastasia. Apa kau akan langsung pulang. "
Seorang pria muda dengan jas dokter berada di lengannya menghampiri Anna yang akan memasuki mobilnya. Anna pun tidak jadi masuk ke dalam mobil karena pria tersebut.
" Iya dokter Jonathan, aku akan langsung pulang, sebentar lagi malam. "
__ADS_1
" Aku berencana mengajakmu untuk makan malam bersama dokter Annastasia. "
Jonathan, seorang dokter pria yang memiliki wajah serta tubuh yang sempurna. Dia adalah dokter pria yang menjadi incaran para dokter dan perawat wanita yang berada di rumah sakit ini. Namun tak ada satupun yang memikat hatinya tetapi ketika Anna datang, dia langsung jatuh hati pada pandangan pertama.
Dia yakin meskipun gosip memberitakan bahwa wanita yang di sukainya memiliki hubungan spesial dengan Daniel pengusaha kaya raya, tetapi dia tidak percaya dengan semua itu. Dia sangat yakin, tidak ada hubungan apapun antara mereka. Karena itu dokter tampan itu bertekad untuk mendekati wanita yang sudah terlukis di hatinya.
" Maaf dokter Jonathan, tetapi aku tidak bisa. Aku harus pulang sekarang. Sekali lagi aku minta maaf. "
Anna langsung masuk ke dalam mobilnya dan meninggalkan gedung tinggi itu. Anna mengemudikan sendiri mobilnya semenjak tiga hari lalu Daniel tiba tiba ingin ke luar negeri karena satu pekerjaan.
Anna tidak tahu mengapa pikirannya tidak enak saat ini. Dia terus memikirkan sang suami yang sejak semalam belum mengabarinya apapun. Padahal selama dia pergi hampir setiap menit dia mendapatkan pesan dan panggilan dari suaminya.
" Tidak Anna, kau jangan berpikiran buruk tentang suamimu. Suamimu sedang bekerja, kau harus yakin dia mengerjakan pekerjaan yang halal di sana. "
__ADS_1
Anna menggelengkan kepalanya guna menyingkirkan semua pikiran buruk tentang suaminya. Anna terus berusaha fokus dengan setirnya dan melihat ke arah depan. Anna mengerem mendadak mobilnya ketika melihat seseorang yang terjatuh di depan mobilnya. Jika saja dia tidak menghentikan mobilnya, mungkin orang tersebut akan di tabrak olehnya.
Dengan cepat dia turun dari mobil dan berlari mendekati orang tersebut. Anna di buat terkejut dengan keadaan orang tersebut karena ada sebuah tembakan di bahu kanan orang yang di kenali oleh Anna.
" Apa yang terjadi, mengapa ada luka tembakan di bahumu tuan Aaron? "
Aron terkejut ketika melihat wanita yang di cintainya di depannya. Namun dia hanya terdiam melihat wajah khawatir Anna, Aaron hanya melihat tindakan Anna yang kini sedang merobek sedikit baju berdarah miliknya untuk mengikat luka itu.
Anna segera membantu Aaron berdiri untuk segera ke rumah sakit, karena dia tidak bisa melakukan tindakan di jalan raya seperti ini. Padahal Aaron merasa tidak begitu sakit di lukanya tetapi dia tetap mengikuti langkah Anna. Dia tersenyum ketika Anna tanpa sengaja merengkuh dirinya, tanpa Anna ketahui, Aaron kini sedang menikmati aroma tubuh milik wanitanya.
Anna pun langsung melesatkan mobilnya menuju kembali ke rumah sakit untuk memberikan pertolongan kepada Aaron di sampingnya. Anna tidak menyadari kini Aaron menatap ingin memilikinya. Anna terlalu panik ketika melihat ada orang yang terkena tembakan.
" Terima kasih karena sudah menolongku dokter Annastasia. "
__ADS_1