Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Met The Former Secretary


__ADS_3

" Semoga kau bisa tenang di sana, Alice. Aku sudah memaafkan segala kesalahanmu, karena aku yakin jauh dari lubuk hatimu yang paling dalam, kau baik Alice. Hanya saja kebencian dan iri dengki membuatmu berubah seperti ini. "


Anna masih mengusap nisan yang bertuliskan nama sahabatnya, Alice Maurin. Wanita yang sudah bertahun tahun bersamanya kini sudah pergi meninggalkan dunia untuk selamanya.


Tak ada yang sempurna, semua manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing. Dan jika seseorang berbuat hal buruk terhadap kita, sudah menjadi kewajiban kita untuk saling memaafkan. Hal itu pula yang di lakukan oleh wanita yang masih berada di pemakaman sang sahabat, Alice.


Di temani sang suami, Anna masih betah berada di samping makam sang sahabat. Sedangkan orang orang yang tadi mengantar Alice ke tempat peristirahatan terakhirnya, kini sudah pulang. Menghela nafasnya perlahan, dengan di bantu sang suami, Anna pun berdiri.


" Kita pulang! "


Keduanya pun meninggalkan area pemakaman tersebut. Meskipun masih terselimuti kesedihan karena kepergian Alice, Anna berusaha tersenyum kala sang suami menggenggam erat jemarinya. Alice seorang yatim piatu bahkan tidak ada kerabat satupun di hidupnya. Hanya Anna yang selama ini bersamanya, hingga kepergian untuk selamanya pun hanya Anna yang ada.

__ADS_1


Setelah memasuki mobil, Daniel pun segera melajukan mobilnya dengan satu tangan yang tak terlepas dari jemari sang istri. Anna pun tersenyum melihat perlakuan manis sang suami.


" Kita ke restoran dulu ya, aku lapar! "


Anna hanya mengangguk sebagai jawaban. Beberapa menit kemudian mobil Daniel berhenti di sebuah restoran khusus makanan Jepang. Tak lupa dengan label halal yang tertera di restoran itu membuat Daniel lebih memilih restoran itu.


Keduanya segera memasuki restoran super mewah itu serta tak tanggung tanggung dengan harganya yang tentunya fantastis. Memilih duduk di dekat jendela karena mereka bisa menikmati pemandangan kota tersebut. Daniel pun memesan beberapa menu makanan yang dia samakan dengan sang istri.


Daniel meminta izin sang istri karena dia ingin segera menuntaskan hajatnya ke toilet. Anna pun mengangguk mengiyakan, setelah Daniel pergi, seorang pelayan datang membawa pesanan mereka. Anna berbinar melihat menu makanan yang seakan membuatnya ingin segera memakan semua itu. Namun dia tidak bisa karena lebih memilih sang suami terlebih dahulu.


Anna yang sedang melihat ke ponselnya mengerutkan keningnya ketika melihat seorang wanita sexy dengan berpakaian memperlihatkan lekuk tubuhnya tiba tiba berdiri di hadapannya. Anna pun segera menyimpan ponselnya, dan beranjak dari duduknya serta memberikan senyuman ramahnya kepada wanita itu.

__ADS_1


Anna tidak mengenal wanita cantik dan sexy itu, namun meskipun begitu dia tetap memberikan sapaan ramahnya.


" Kau Annastasia bukan, istrinya Daniel? "


Ujar wanita itu sembari menatap dalam wajah cantik milik Anna. Anna yang tidak mengerti bagaimana bisa wanita di hadapannya mengenalinya pun hanya mengangguk. Anna berpikir positif, mungkin saja wanita di hadapannya salah satu rekan kerja suaminya.


" Aku Celine. Mantan sekretaris Daniel! "


Anna pun menerima uluran tangan Celine yang memperkenalkan dirinya. Anna merasa heran mengapa wanita itu tiba tiba datang dan mengatakan bahwa dirinya adalah mantan sekretaris suaminya.


" Ada satu hal ingin aku bicarakan denganmu, Anna. "

__ADS_1


Karena Daniel belum menampakkan dirinya, akhirnya dengan penuh keraguan Anna mengajak wanita yang mengaku mantan sekretaris suaminya untuk duduk di mejanya. Celine dengan tidak tahu malunya langsung mendaratkan tubuhnya di kursi yang Daniel duduki tadi. Karena di meja tersebut hanya ada dua kursi yang tersedia, jadi dengan penuh senyum Celine duduk di sana.


__ADS_2