
Tidak ada rumah tangga yang berjalan mulus. Di dalam membina sebuah rumah tangga, pasti ada sebuah kerikil yang menjadikan itu sebagai keharmonisan. Di dalam rumah tangga sudah seharusnya saling berkomunikasi, saling jujur dan saling percaya ke pasangan.
Jika hal itu tidak ada, pasti sebuah rumah tangga akan menjadi kacau. Karena itu, sudah sepatutnya kedua pasangan saling menjaga komunikasi, serta saling terbuka satu sama lain. Jika hal tersebut di kokohkan, pasti itu akan membuat kedua pasangan menjadi semakin harmonis dan bahagia.
Meskipun sudah banyak sekali ujian yang di hadapi oleh Daniel dan Anna, tetapi keduanya semakin bahagia. Menjadikan semua masa lalunya itu sebagai sebuah pembelajaran dan hikmah untuk di masa depan.
Tak ada yang tahu bagaimana takdir Tuhan selanjutnya, kita sebagai hamba hanya bisa berdoa dan berusaha. Berdoa di sepanjang malam, selalu mendekatkan diri kepada sang pencipta. Dan serta berusaha untuk bisa menjaga keharmonisan di dalam rumah tangganya.
" Bismillah. Jadikanlah rumah tangga kami sebagai sebuah ibadah Ya Rabb! Aamiin! "
__ADS_1
Menatap dirinya di cermin, Anna tersenyum bahagia apalagi ketika tangannya mengusap perutnya. Mendapatkan seorang suami seperti Daniel adalah hal yang paling Anna syukuri. Meskipun di awal dia menolak, tetapi sekarang dirinya begitu bersyukur karena Tuhan sudah memberikan suami yang sebaik Daniel.
Karena jam hampir menunjukkan jam makan siang, dan rencananya dia hari ini ingin membawa makan siang spesial untuk sang suami di perusahaan. Setelah bersiap, Anna pun segera mengambil kotak makan siang yang sudah dia siapkan sebelumnya.
Dengan di antarkan oleh sopir pribadinya, Anna pun kini sudah di jalan menuju perusahaan sang suami. Wajahnya berbinar sembari melihat kotak makan siang di sampingnya. Dia bahkan tidak memberitahu sang suami akan ke perusahaan hari ini, karena dia menjadikan itu sebagai sebuah kejutan.
Karena jalan masih terlihat sepi dan tidak menyebabkan macet parah, setelah menempuh waktu kurang lebih 30 menit, mobil yang di tumpangi Anna berhenti tepat di depan perusahaan besar suaminya. Anna pun turun dari mobil dan mendongakkan wajahnya ke atas melihat tinggi dan megahnya gedung itu.
Seorang wanita yang bertugas sebagai resepsionis yang menyadari kedatangan istri Daniel segera membungkuk hormat. Karena seluruh karyawan di perusahaan itu sudah mengetahui siapa istri dari Tuan mereka. Bahkan ketika ada beberapa karyawan yang melewati Anna, mereka terlihat begitu hormat kepada wanita berkerudung itu.
__ADS_1
" Selamat siang, Nona. Ada yang bisa kami bantu? "
" Selamat siang. Jika boleh, tolong antarkan aku ke ruangan suamiku! "
Tanpa membantah, resepsionis tersebut segera memanggil seorang karyawan yang akan membawa Anna ke tempat Daniel.
Dengan di temani seorang pegawai, Anna pun kini mengikuti pegawai tersebut yang akan membawanya ke tempat Daniel sang suami.
Lift khusus yang Anna naiki kini sudah berhenti di lantai 15 yang mana di lantai tersebut terdapat ruangan milik Daniel. Setelah mengetahui di mana ruangan tersebut, Anna pun segera berjalan ke arah sebuah pintu yang begitu kokoh.
__ADS_1
Tangannya kini akan mendorong pintu tersebut namun terhentikan ketika ada sebuah obrolan yang menyebutkan sebuah nama yang begitu Anna kenali.