
Tak terasa malam pun kini sudah tiba, semenjak Daniel pergi tadi siang tanpa mengatakan apapun padanya, Anna hanya menghabiskan waktu seharian ini di kamarnya. Dia tidak tahu harus melakukan apa, karena di rumah ini dia merasa sendiri meskipun banyak pelayan yang bekerja namun dia tetap merasa asing.
Ingin sekali dirinya berbicara kepada sang bunda dan adik meskipun hanya melalui ponsel, namun dia tidak bisa karena Daniel tidak memberikan ponsel kepadanya. Anna hanya menghabiskan seharian di dalam kamar itu tanpa melakukan apapun.
Bosan. Dia sangat merasa bosan, ingin dia ke dapur untuk membuat sesuatu yang bisa menghilangkan rasa bosannya, namun dia tidak bisa melakukan apapun karena para pelayan melarangnya dengan alasan dia adalah nyonya di rumah itu. Mereka tidak ingin jika Daniel melihat nyonya mereka berada di dapur, Daniel bisa memecat mereka semua karena sudah membiarkan Anna melakukan pekerjaan di dapur.
Anna terkejut karena tiba tiba pintu kamar di buka begitu kasar oleh Daniel. Secepatnya dia berdiri dari sofa yang sejak tadi di dudukinya ketika melihat keadaan Daniel yang begitu berantakan. Padahal saat tadi pria itu pergi, pakaiannya begitu rapi, tetapi kini kerapian itu sudah hilang.
" Bajingan! "
Umpat Daniel setelah menutup pintu kamarnya sangat kasar. Anna di buat ketakutan melihat Daniel yang begitu marah bahkan wajahnya kini sudah memerah pertanda dia sangat marah saat ini.
Anna bahkan tidak berani mendekati suaminya itu, dia sangat takut Daniel akan melakukan hal yang tidak di inginkan olehnya. Namun ketakutannya semakin besar kala Daniel memandang dirinya. Tatapan mata Daniel membuat dirinya merinding.
Ketika Anna hendak melangkahkan kakinya untuk menjauhi Daniel, Daniel dengan cepat menarik dan merengkuh tubuh kecil istrinya dan tanpa permisi dia mencium kasar bibir merah alami milik istrinya. Anna membulatkan matanya ketika bibir kenyal milik Daniel ******* bibirnya.
Anna berusaha melepaskan ciuman itu tetapi tidak bisa karena Daniel semakin erat merengkuh tubuhnya. Dengan tenaganya, Daniel menghempaskan tubuh Anna ke atas ranjang dan dengan cepat dia naik ke atas tubuh istrinya.
Anna sangat ketakutan saat melihat mata Daniel yang memerah. Dia berusaha mendorong tubuh Daniel dari atas tubuhnya itu tetapi tidak bisa karena Daniel membawa kedua tangannya ke atas kepalanya.
__ADS_1
" Kau mau apa? "
" Aku ingin melakukan sesuatu yang seharusnya sudah aku lakukan dulu. "
Anna menggeleng saat Daniel ingin kembali menciumi wajahnya. Namun usahanya tidak berhasil karena Daniel kembali mencium bibirnya begitu rakus. Daniel tidak mempedulikan Anna saat ini, dia hanya ingin melakukan sesuatu yang sudah menjadi haknya. Bukankah itu adalah haknya, bukankah wanita itu sudah menjadi miliknya sekarang.
Tidak hanya bibir, sekarang Daniel sudah melepaskan hijab yang menutupi rambut indah istrinya. Dia membelai rambut hitam milik istrinya dan menciuminya. Sangat harum, Daniel tidak pernah melihat rambut indah dan masih alami itu begitu wangi. Daniel sangat menyukai rambut yang begitu wangi itu.
" Aku belum siap. Tolong jangan lakukan ini kepadaku! "
Terus berusaha memohon agar Daniel tidak meminta haknya sekarang. Anna sangat tahu kalau ini adalah salah satu kewajibannya sebagai istri untuk menyenangkan suami. Tetapi sejujurnya Anna belum siap memberikan hak Daniel untuk saat ini.
" Aku tidak membutuhkan izin darimu. Kau istriku, bukankah ini sudah menjadi kewajibanmu untuk memberikan hakku? "
Tak perduli meski Anna sekarang sudah menangis, dia hanya ingin menuntaskan nafsunya sekarang. Mungkin sudah beberapa hari dia tidak melakukannya, hari ini dia ingin melampiaskannya kepada sang istri.
Dengan tangan yang begitu cepat dia sudah berhasil merobek pakaian yang di pakai Anna. Hingga terlihatlah tubuh indah milik istrinya meskipun area intimnya masih tertutupi bra dan ****** ********.
" Berapa banyak? "
__ADS_1
" Apa maksudmu?
" Berapa banyak pria yang sudah menyentuh tubuhmu ini? "
Anna seketika menampar Daniel karena bisa bisanya dia mengatakan hal itu. Sangat kurang ajar, Anna sakit hati mendengar perkataan Daniel tadi.
Daniel hanya menyunggingkan senyumnya ketika dia menerima tamparan dari seorang wanita. Selama ini tidak ada satupun yang pernah berani menampar dirinya, tetapi sebaliknya.
Anna juga terkejut dengan dirinya karena secara tidak sengaja dia menampar suaminya sendiri. Dia takut Daniel akan semakin marah karena perbuatannya tadi.
" But, i like the shape of your body, baby! "
Setelah mengatakan itu Daniel langsung membuka kain yang menutupi bagian dada istrinya. Dia tersenyum saat melihat dada milik Anna yang begitu pas di genggaman tangannya. Menciumi setiap lekuk tubuh sang istri tanpa memperdulikan penolakan sang istri.
Hingga tak lama kemudian Daniel berhasil memasukkan miliknya kepada sang istri, dia merasakan miliknya yang begitu sempit di dalam milik Anna. Anna menjerit kesakitan di area bawahnya karena perbuatan Daniel, tak kuasa menahan rasa sakitnya dia pun menangis.
Daniel tidak perduli dengan jeritan kesakitan sang istri, dia tersenyum karena ternyata dirinyalah yang pertama bagi Anna. Hatinya merasa bahagia saat melihat miliknya sudah di penuhi darah perawan sang istri.
Selama ini Daniel tidak pernah merasakan kenikmatan bercinta seperti ini. Bahkan ja**ng yang pernah bercinta dengannya selama ini tidak senikmat dengan istrinya.
__ADS_1
" I'm your first, but you are not my first. "