Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Alisya's Cries!


__ADS_3

Perlahan sepasang manik mata indah milik seorang gadis terbuka, mata yang membengkak serta wajah yang begitu pucat kini sedang menerawang kembali kejadian yang membuatnya terpaku sesaat. Kepalanya sakit. Tidak, bukan hanya kepala tetapi seluruh tubuhnya seakan retak apalagi di area bawah perutnya sungguh perih yang rasanya seakan robek.


Air matanya jatuh kala mengingat bagaimana pria menjijikkan itu mengambil kesucian yang dia jaga selama 18 tahun terakhir. Matanya terpejam serta tangan yang mencengkeram kuat sprei berwarna putih. Tangisannya pecah mengingat wajah pria bajingan itu ketika menyentuh tubuhnya dengan begitu ganas.


" Tidak! "


Alisya berteriak histeris sembari memegang kepalanya yang tidak berhenti mengingat perlakuan bajingan itu. Gadis yang baru saja di renggut kesuciannya oleh pria asing, histeris di atas brankar. Tangannya yang di infus pun kini sudah mengeluarkan darah segar. Sungguh hidupnya sudah berakhir di saat kehormatannya di renggut paksa oleh pria brengsek itu.


Kala mendengar teriakan sang adik, Anna dan Anin segera berlari masuk ke ruangan itu. Kedua kakak beradik itu segera berusaha menenangkan sang adik yang berteriak histeris di brankar itu.


" Tenanglah, Alisya. Tenanglah! "

__ADS_1


Namun tak di gubris oleh Alisya, gadis itu menangis meraung meratapi hidupnya. Tak pernah di bayangkan hidupnya akan berakhir seperti ini. Mungkin jika dia tidak pernah ke kota itu, semua ini tidak terjadi.


Melihat sang adik yang tidak bisa mengontrol dirinya, Anna segera menyuntikkan obat penenang di lengan sang adik. Dan beberapa saat kemudian, Alisya sudah melemah karena pengaruh obat penenang itu. Matanya sudah layu, dengan di bantu oleh Anin tubuhnya secara pelan-pelan di baringkan.


" Tidak. Jangan lakukan itu kepadaku, jangan lakukan itu. Kumohon! "


Ucapan terakhir Alisya yang sangat lemah, dan setelah itu gadis itu sudah kembali tenang di alam mimpinya. Tangis Anna dan Anin pecah melihat kondisi adik yang pasti sangat trauma sekarang. Anin memeluk erat sang kakak, tak sanggup melihat kondisi memprihatinkan adik kesayangan mereka.


" Tenanglah Anin. Hanya kita yang dia punya sekarang, kita harus bisa membuatnya tenang dan melupakan itu secara pelan-pelan. Kita tidak boleh lemah, jika kita lemah, siapa yang akan menghibur adik kita, hm? "


Anna juga merasa hancur sekarang, yang terjadi kepada Alisya adalah karena kesalahannya. Jika saja dia tidak pernah mengenal pria keji itu, ini semua tidak akan pernah terjadi. Tetapi itu hanya tertinggal angan, semua sudah terjadi.

__ADS_1


Melirik sekilas sang adik yang kembali tertidur membuatnya terluka. Namun dia tidak bisa menunjukkan kelemahannya saat ini. Sekarang fokusnya hanya pada kesehatan Alisya, meskipun itu akan menjadi sangat sulit, tetapi dirinyalah yang harus mencoba.


Pelukan keduanya terlepas saat Daniel datang. Juga di ikuti oleh Christian, Lucas serta Agatha yang jauh lebih membaik sekarang. Dalam kejadian ini, hanya Alisya yang menjadi korban, sedangkan Anin dan Agatha masih terselamatkan dari kekejaman bajingan itu.


" Are you okey? "


Daniel bertanya sembari mengusap air mata sang istri serta mencium sekilas kening wanitanya. Pun matanya sesaat melihat adik iparnya yang terlihat tenang tertidur di sana. Sama halnya dengan Daniel, Christian juga ingin sekali memeluk wanitanya tetapi tidak bisa.


Karena itu dia hanya menatap dalam wanita di depannya. Sebuah sapu tangan dia berikan kepada Anin yang di terima dengan sebuah senyuman oleh gadis itu. Mungkin karena kejadian ini, Christian dan Anin harus bisa mengesampingkan rencana mereka sementara waktu. Andai saja ini tidak terjadi, hubungan keduanya pasti akan berjalan ke jenjang yang lebih serius, mengingat Anin yang sudah menerima pria itu.


Tak hanya Anin, namun Anna serta Daniel juga sudah menerima niat baik Christian beberapa hari lalu. Tetapi karena musibah ini, terpaksa mereka harus mengesampingkan kepentingan mereka untuk saat ini.

__ADS_1


__ADS_2