Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Groans Of Pain!


__ADS_3

" Kurang ajar. Lepaskan Alisya, bajingan! "


Agatha berteriak kala melihat sahabatnya di cengkeram oleh pria gila itu. Namun pria itu sama sekali tidak mengindahkan teriakan Agatha. Anin ikut meringis melihat adiknya menahan rasa sakit di dagunya.


Mata Alisya mengeluarkan cairan bening yang membasahi wajahnya. Dagunya bahkan sudah memerah akibat cengkeraman pria itu, sangat menyakitkan. Alisya hanya menangis tanpa mengeluarkan suara, matanya pun terpejam karena tidak berani melihat pria itu.


Pikiran Aaron benar benar gelap sekarang. Pria berusia 35 tahun itu menyunggingkan senyum tipis. Tangannya kini sibuk melepaskan ikatan di tubuh gadis yang menjadi targetnya. Alisya yang masih memejamkan matanya seketika tersentak kala Aaron melepaskan ikatannya.


" Mau kau apakan adikku, brengsek? "


Anin berteriak namun tidak membuat Aaron menghentikan perbuatannya. Pria itu menggendong tubuh kecil Alisya, Alisya terus memberontak bahkan dia menggigit bahu pria itu, meskipun Aaron merasa sakit akibat gigitan keras itu, tetapi tidak membuatnya melepaskan tubuh Alisya.


Dengan begitu kasar Aaron menjatuhkan tubuh Alisya di atas sebuah sofa panjang ruangan itu. Alisya berusaha untuk kabur dari sana, namun tangannya di cekal oleh Aaron.

__ADS_1


" Lepaskan aku! Jangan mendekatiku! "


Teriak Alisya namun tak di indahkan oleh pria dewasa itu. Alisya semakin bergetar saat pria itu merangkak ke atas tubuhnya, kedua tangannya sudah di kunci oleh Aaron ke atas sehingga dia tidak bisa melawan.


Anin dan Agatha melebarkan matanya kala melihat Aaron yang berusaha menyentuh Alisya. Kedua gadis itu terus berteriak namun sama sekali tidak di perdulikan oleh Aaron.


Aaron melihat tubuh gadis kecil itu penuh dambaan. Sungguh iblis sudah memasuki jiwanya, matanya terhipnotis dengan wajah Alisya yang dia kira adalah Anna. Mata elang itu memerah, dia menyunggingkan senyum devilnya. Alisya menggeleng tidak percaya melihat tatapan mesum dari pria itu.


" Biadab kau! "


Tetapi tenaganya kalah dengan tenaga yang di miliki bajingan itu. Alisya semakin bergetar ketika pakaian dan hijabnya terlepas begitu saja dari tubuhnya. Tubuh yang selama ini dia jaga dari siapapun, kini di lihat begitu jelas oleh pria yang tidak halal baginya.


Aaron tidak mempedulikan rintihan gadis kecil itu bahkan telinganya seakan tuli ketika Anin dan Agatha meneriakinya. Matanya sudah di tutupi oleh rasa dendam dan nafsu yang membara kala melihat tubuh indah itu. Mungkin sesaat dia begitu terpesona dengan keindahan tubuh milik Alisya.

__ADS_1


Mulut Alisya yang terus berteriak di bungkam oleh Aaron. Pria itu membungkamnya begitu penuh nafsu, bahkan tidak mempedulikan gadis itu yang kehabisan nafas. Tangannya pun sudah bergerilya bebas di tubuh yang tidak terbalut apapun lagi itu.


Anin dan Agatha memejamkan mata mereka tidak sanggup melihat perbuatan keji Aaron kepada Alisya. Mata mereka menutup kuat tak ingin melihat perbuatan keji itu, namun telinga mereka mendengar rintihan kesakitan yang Alisya keluarkan.


Arghhh...


Pria keji itu mengerang puas kala melepaskan sesuatu yang seketika membuat tubuh kekarnya ambruk. Entah sudah berapa lama dia menyerang tubuh kecil Alisya hingga gadis belia itu terkapar tidak sadarkan diri di bawah Aaron. Tidak pernah terlintas di pikirannya bahwa hari ini dia mendapatkan sebuah perlakuan kejam dan keji dari seorang pria.


Nafas Aaron terengah, dia pun bangkit dari tubuh polos Alisya yang baru beberapa saat lalu dia nikmati. Biadab, bajingan, brengsek! Itulah kata yang tepat untuk Aaron yang begitu tidak tahu malu melakukan perbuatan yang keji terhadap gadis kecil itu.


Sesaat hatinya teriris ketika mengingat rintihan kesakitan gadis itu, namun sebuah senyum kemenangan terbit di wajahnya. Tak lupa memakai kembali pakaiannya yang berserakan di lantai, Aaron segera berjalan mendekati Anin dan Agatha yang menangis histeris tanpa berani membuka mata mereka.


Pendengaran mereka masih terekam jelas bagaimana Alisya merintih kesakitan. Sebagai kakak, Anin merasa tidak berguna karena tidak bisa melindungi sang adik ketika membutuhkannya. Tangisannya pecah kala membuka mata dan melihat sang adik yang terlentang tanpa mengenakan sehelai benang pun di atas sofa.

__ADS_1


" Alisya? " teriaknya histeris.


__ADS_2