
" Apa yang ingin kau tanyakan? "
" Benarkah kau pemimpin dari mafia The Black Devils? Bukankah itu mafia besar di negara ini, juga aku pernah mendengar pekerjaan mafia itu membunuh, jual beli obat terlarang dan senjata api ilegal. "
Dengan perasaan sedikit tidak enak, Anna akhirnya bertanya hal yang sudah beberapa hari terakhir mengganggu pikirannya. Dirinya begitu penasaran dengan fakta itu, setelah menunggu hari yang tepat, kini dia bertanya.
Daniel yang sedang meminum air tersedak ketika mendengar pertanyaan sang istri. Daniel berpikir bahwa istrinya sudah melupakan hal itu namun ternyata tidak. Daniel menelan ludahnya kasar menatap istrinya yang kini juga menatap dirinya.
Menarik nafas panjang, Daniel rasa sudah waktunya dirinya mengatakan identitas yang belum dia ceritakan dengan istrinya. Sekarang sudah tidak ada alasan bagi dirinya untuk menyembunyikan dari Anna. Entah apa yang terjadi nanti, tetapi dia akan berkata jujur kepada istrinya kecuali tentang fakta dirinya yang menjadi pembunuh Ayah istrinya. Mengenai hal itu, Daniel belum siap mengatakannya, dia tidak bisa melihat wanitanya pergi meninggalkannya.
" Benar, itulah faktanya. Aku pemimpin dari The Black Devils. Kelompok mafia yang melakukan berbagai kejahatan. Membunuh, transaksi jual beli senjata ilegal, serta obat obatan terlarang. Kami melakukan dan menjalani hal itu cukup lama. Kami mendapatkan keuntungan banyak dari pekerjaan ilegal itu.
__ADS_1
Anna terkejut dengan setiap perkataan suaminya, dia kembali mengingat bagaimana pria di hadapannya membunuh satu keluarga di hadapan matanya sendiri. Dia masih tidak percaya dengan pekerjaan ilegal suaminya, Anna memejamkan matanya sesaat sebelum Daniel melanjutkan ucapannya.
" Kau tahu? Bagiku, kehidupan seperti itu sangat menyenangkan, saat aku berhasil mengerjakan tugasku dan melihat musuhku mati di tanganku, hatiku sangat bahagia. The Black Devils sangat berharga dalam hidupku, mereka sudah kuanggap seperti keluargaku sendiri. Aku bukan pria baik Anna, aku seorang pembunuh. Entah sudah berapa banyak korban yang sudah aku lenyapkan, aku pria yang penuh dengan dosa. Sedangkan dirimu adalah berlian, mungkin aku tidak pantas menjadi suamimu yang seorang bidadari. Tapi aku sangat mencintaimu Anna, aku tidak bisa kehilanganmu. "
Daniel menggenggam erat tangan sang istri, dengan mata memerah menahan tangisan di hadapan wanitanya. Daniel memberanikan diri mengatakan segala kepada istrinya. Daniel menyeka pelan air mata yang kini sudah membasahi pipi lembut istrinya.
Anna tidak bisa membayangkan kehidupan suaminya sebelum menikah dengannya. Kehidupan gelap suaminya, wanita itu bahkan tidak berani mengingat saat tepat di hadapannya, pria itu menembak musuhnya.
" Aku tidak tahu. Cukup sulit untukku membubarkan mafia yang sudah sangat besar itu. "
" Kumohon tinggalkan semua itu. Jangan pernah melakukan kejahatan apapun lagi sekarang. Bisakah kau melakukan permintaanku? "
__ADS_1
Anna menggenggam erat tangan kekar suaminya yang terasa bergetar itu. Anna mencoba tersenyum kepada suaminya, karena bagaimanapun suaminya sudah mengatakan semua masa lalunya. Dan itu cukup membuat Anna takjub karena keberanian suaminya itu.
" Aku akan berusaha merubah diriku menjadi lebih baik dan bisa menjadi imam yang baik untukmu. Maafkan aku Anna! "
Daniel meneteskan air matanya ketika mengatakan hal itu, dan itu bukanlah dirinya yang mudah menangis seperti itu. Tetapi jujur hatinya merasa damai melihat wanita yang begitu di cintainya tetap menerima dirinya meskipun mengetahui masa lalunya yang begitu gelap.
" Kau mau memaafkanku? "
" Iya. Semua orang punya masa lalu, entah baik atau buruk. Tidak ada satupun manusia yang sempurna di dunia ini. Kau salah satunya, maka dari itu jadikan masa lalumu sebagai pengalaman untuk masa depanmu. "
Anna menarik tubuh kekar sang suami dalam pelukannya, Keduanya menangis terharu. Anna terus mengusap lembut rambut Daniel yang tersedu sedu di pelukannya. Anna tidak pernah melihat suaminya serapuh ini, Daniel yang dia kenal tidak mudah menangis seperti ini. Daniel yang dia kenal adalah pria pemberani, namun saat ini dia melihat sendiri bagaimana kerapuhan seorang Daniel.
__ADS_1