
" Alisya! " histerisnya.
Anin menangis keras tidak percaya dengan apa yang terjadi kepada adik kecilnya. Tubuhnya terus memberontak agar ikatan itu terlepas dari tubuhnya, meskipun rasa sakit akibat ikatan itu terasa di kulitnya. Anin tidak perduli, tatapannya tidak terlepas dari sang adik yang tidak sadarkan diri itu.
Agatha juga histeris melihat tubuh Alisya yang di penuhi bekas luka dan gigitan yang Aaron tinggalkan di seluruh bagian tubuhnya. Matanya melihat tidak percaya dengan apa yang baru terjadi di ruangan penuh iblis itu. Tangisannya pecah, mengingat suara kesakitan yang Alisya keluarkan beberapa saat lalu.
" Alisya! " lirihnya pelan.
" Bajingan, biadab, bastard! "
Teriak Anin saat Aaron berada di depannya, Anin bisa melihat wajah bahagia penuh kebahagiaan yang Aaron tampakkan. Anin menatap jijik pria di hadapannya, pria bengis yang beberapa saat lalu mengambil paksa kesucian sang adik. Ingin sekali dirinya menampar pria keji itu, jika saja tubuhnya tidak di ikat di kursi saat ini.
__ADS_1
" Sssttt.... jangan berteriak! Atau kau juga ingin berakhir seperti adikmu itu, hm? "
Aaron membelai wajah Anin namun gadis itu malah meludahi wajah menjijikkan itu. Rasa jijiknya semakin bertambah kala tangan kotor yang menyentuh adiknya itu berani menyentuhnya. Keadaan Anin juga sudah berantakan, pakaiannya juga sudah lusuh.
" Kau? "
Amarahnya memuncak kala mendapatkan hal tak terduga dari Anin. Aaron mengusap kasar liur yang Anin berikan tepat di wajahnya. Dengan penuh kemarahan, Aaron menampar keras pipi Anin hingga sudut bibir Anin mengeluarkan darah.
Agatha membulatkan matanya ketika melihat Aaron menampar Anin, dirinya pun sama tidak bisa melakukan apa apa selain menangis meratapi keadaan. Kejadian hari ini sungguh membuatnya trauma, tak pernah melihat kejadian menjijikkan selama hidupnya, tetapi hari ingin dia melihatnya sendiri.
Dengan penuh amarah dan nafsu, Aaron kini sudah menarik paksa hijab yang sejak tadi setia menutupi rambut indah Anin. Tangannya kini sudah menarik tengkuk Anin untuk memaksakan ciumannya. Namun usahanya belum berhasil karena Anin terus menggeleng keras kepalanya agar menghalangi tujuan pria berhati iblis itu.
__ADS_1
Aaron semakin di penuhi amarah kala mendapatkan penolakan dan gigitan di tangannya yang di berikan oleh Anin. Gadis itu sungguh bergetar ketakutan dengan perbuatan Aaron yang ingin menyentuhnya.
Brakkk...
Perbuatan Aaron terhentikan kala pintu yang tertutup terlepas begitu saja saat tiga orang pria masuk setelah menendang pintu itu. Sekali lagi, perbuatan Aaron terhalangi oleh seseorang yang sangat dia benci. Dengan penuh kemenangan, dia melirik sekilas gadis yang yang sudah dia nikmati beberapa saat lalu. Rasanya begitu senang saat berhasil menikmati setiap inci tubuh indah itu.
Bughh.... Bughh.... Bughh....
Secara beruntun Aaron mendapatkan tiga bogeman mentah yang Christian layangkan sekaligus. Aaron sampai terjatuh ke lantai sembari menyentuh sudut bibirnya yang berdarah. Dengan sisa tenaganya Aaron bangkit sembari menatap meremehkan tiga pria yang baru datang. Tak lain adalah Daniel, Christian dan juga Lucas.
Di ikuti dengan seorang wanita yang sudah berteriak histeris saat melihat keadaan adik terkecilnya. Anna berlari mendekati tubuh mengenaskan adiknya, matanya melebar saat melihat bekas merah yang memenuhi seluruh tubuh kecil adiknya. Dengan sigap dia mengambil pakaian Alisya untuk menutupi tubuh polos adiknya itu.
__ADS_1
" Alisya, bangunlah! Buka matamu! "
Anna histeris sembari memeluk tubuh tak berdaya adiknya. Wanita yang sedang berbadan dua itu tidak percaya dengan apa yang baru saja di lihatnya. Perasaannya hancur kala melihat keadaan sang adik begitu mengenaskan. Tangisannya pun pecah sembari memeluk erat tubuh kecil itu.