
" Tuan Aaron? "
Anna tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini. Tak pernah di sangka ternyata yang melakukan hal ini kepadanya adalah Aaron. Anna tidak mengerti mengapa Aaron melakukan hal menjijikkan ini kepada dirinya, Anna tidak melakukan kesalahan apapun kepada pria itu. Tetapi mengapa pria itu berani merusak kebahagiaan dirinya dengan sang suami.
Mengapa Aaron melakukan itu? Anna sama sekali tidak mengerti maksud Aaron melakukan hal itu. Sedangkan Aaron yang baru saja menunjukkan identitas dirinya kepada Anna kini terlihat menahan amarahnya dengan mengepalkan tangannya.
" Mengapa kau menguntitku seperti ini? "
Aaron kembali berjalan mendekat kepada wanita yang begitu dia obsesi. Anna yang melihat Aaron mendekatinya seketika memundurkan langkahnya ketakutan. Anna meremas dress pengantinnya sembari memejamkan kedua matanya saat dirinya sudah tidak memiliki jalan untuk menghindari pria di hadapannya.
" Kau ingin mengetahui alasannya Annastasia? "
Anna melihat ke arah Aaron yang tiba tiba berubah menjadi pria yang tidak berdaya itu. Anna mengerutkan keningnya ketika Aaron kini berjalan ke arah jendela kamar itu. Anna menatap punggung pria itu yang kini sudah membelakanginya.
Anna melihat pintu terbuka dan terbesit di pikirannya untuk kabur dari sana. Namun di saat dia akan melangkahkan kakinya, suara Aaron menghentikan langkahnya.
__ADS_1
" Karena aku mencintaimu Annastasia. "
Aaron kembali membalikkan tubuhnya menghadap Anna yang kini terpaku setelah mendengar ucapan Aaron. Anna tersadar ketika Aaron berjalan ke arahnya, Aaron terlihat begitu sedih menatap dirinya.
" Tidak. Kau jangan pernah mengatakan hal itu. "
" Why not? Apa perasaanku salah Annastasia? "
" Salah, sangat salah. Kau tidak berhak mencintai wanita yang sudah bersuami. "
Aaron menduduki sebuah single sofa yang berhadapan langsung dengan Anna. Aaron melihat Anna dari bawah sampai atas yang begitu cantik dengan dress yang masih membalut indah tubuhnya. Sedangkan Anna yang di tatap seperti itu merinding ketakutan menahan tangisannya. Dia tidak boleh terlihat lemah sekarang, dia harus bisa terlepas dari pria gila di depannya sekarang.
" Kumohon lepaskan aku! "
" No honey, you can't be with Daniel. You are mine. "
__ADS_1
Aaron menggeleng dengan tatapan yang tidak pernah teralihkan dari wanita yang begitu di cintainya. Ingin sekali Aaron menjadikan wanita itu menjadi miliknya sekarang juga, tetapi dia tidak ingin membuat Anna membenci dirinya. Aaron harus bisa menahannya saat ini, karena bagaimanapun dia tidak ingin melihat wanitanya menangis.
" You are crazy! "
Anna berteriak kepada Aaron yang menurutnya sangat menjijikkan karena sudah berani mengatakan hal itu kepadanya. Anna tidak pernah menyangka ternyata pria yang di kenalnya begitu baik ternyata hanyalah seorang penguntit dan gila.
Aaron, pria itu sama sekali tidak mempedulikan teriakan Anna kepadanya karena menurutnya suara itu malah membuatnya candu. Aaron tersenyum namun Anna semakin jijik dengan wajah pria di hadapannya saat ini.
" Aku memang gila, aku gila karena cintaku kepadamu Annastasia. Tinggalkan Daniel dan hiduplah denganku. "
" Jangan bermimpi! Aku tidak akan pernah meninggalkan suamiku. Aku mencintaimu suamiku, bukan dirimu. "
" Kau mengkhianati janjimu kepadaku Anna. Kau sendiri yang berjanji akan selalu bersama denganku kelak, tetapi sekarang kau mengkhianati janjimu sendiri. "
Anna mengerutkan keningnya ketika mendengar perkataan Aaron yang menurutnya sangat tidak masuk akal. Janji apa yang dia katakan, kapan dia berjanji seperti itu bahkan dirinya tidak mengenal pria di hadapannya yang hanya beberapa kali bertemu hanya karena sebuah kebetulan.
__ADS_1