Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Forgive Each Other.


__ADS_3

Anna membuka matanya yang sembab karena dia tertidur setelah lelah menangis semalam. Mata Anna melihat ke sampingnya tetapi tidak terlihat sang suami, ingatannya pun kembali memutar kejadian sebelum dirinya terbangun. Anna menyadari ternyata masih memakai baju yang sama, tubuhnya beranjak dan menurunkan kakinya.


Matanya terhenti di sebuah sofa panjang sudut kamarnya yang mana terlihat sang suami yang tertidur dengan lengan yang menjadi alas tidurnya. Hatinya kembali tercabik kala mengingat tentang pertemuannya dengan wanita yang bernama Celine.


Melirik sekilas jam yang masih menunjukkan angka 3 pagi, Anna pun langsung berjalan ke arah kamar mandi. Setelah mengambil air wudhu dia pun menunaikan shalat malam untuk mencurahkan isi hatinya kepada sang pencipta. Dirinya bahkan menangis ketika kedua tangannya menengadah ke atas, hatinya mencurahkan segalanya.


Cukup lama dirinya mencurahkan hatinya kepada sang pencipta, Anna pun berjalan ke arah sang suami yang masih terlelap. Dengan masih mengenakan mukena, tangan Anna perlahan menyentuh wajah tampan sang suami.


" Maafkan atas sikapku beberapa saat lalu. Aku tidak bermaksud bersikap kasar kepadamu, tetapi hatiku sakit ketika mendengar ucapan wanita itu. Entah mengapa aku malah hilang kontrol dengan bersikap buruk kepadamu, maaf suamiku! "


Anna merasa sangat bersalah, tidak seharusnya dia bersikap demikian terhadap sang suami. Seharusnya dia mendengarkan penjelasan sang suami, tapi saat itu dia sungguh hilang kendali. Padahal dia sendiri tahu bagaimana kehidupan sang suami sebelum menikah dengannya.


Tidak seharusnya dia mengatakan hal menyakitkan kepada suaminya. Hatinya di penuhi rasa bersalah, apalagi ketika dia menyuruh sang suami menjauhinya. Tak terasa Anna kembali menumpahkan kesedihannya sembari menggenggam jemari kekar suaminya.


" Maafkan aku sayang! "

__ADS_1


Anna terkejut ketika suara serak sang suami terdengar di telinganya. Dia pun mengangkat wajahnya yang menunduk ke suaminya, sejak kapan suaminya terbangun. Apa karena dirinya yang membuat Daniel terganggu.


Belum sempat Anna membuka mulutnya, tubuhnya lebih dulu di tarik ke dalam pelukan hangat sang suami. Keduanya terdiam cukup lama sembari menikmati hangat pelukan itu. Daniel terus menciumi kepada Anna dengan tangan yang masih mengusap punggung milik wanitanya.


" Maafkan aku karena sudah membuatmu menangis. Aku memang pria brengsek yang mempunyai masa lalu kelam. Aku hanya seorang bajingan yang melakukan banyak dosa dan maksiat. Aku pria bodoh karena.... "


Ucapan Daniel terpotong kala jari telunjuk Anna sudah berada di depan bibirnya.


" Hustt... Jangan berbicara lagi. "


Daniel memelas kepada sang istri bahkan mantan mafia itu kini sudah menahan air matanya. Daniel membawa sang istri duduk di sampingnya. Jemari besarnya menggenggam erat tangan dingin milik istrinya. Rasanya dia begitu bersalah kepada sang istri, karena dirinya sang istri harus menangis lagi dan lagi.


" Aku akan menjelaskan segalanya, sayang. Celine mantan sekretarisku dulu tetapi sekarang dia tidak bekerja denganku lagi. Memang benar bahwa aku pernah bahkan sering tidur dengannya, tapi itu dulu. Percayalah sayang sekarang aku bahkan tidak melirik wanita manapun selain dirimu. "


Meskipun hatinya sakit ketika sang suami mengatakan hal itu namun Anna tetap bersikap tenang dan tersenyum. Sedangkan Daniel dia begitu ketakutan ketika membuka aibnya sendiri kepada sang istri. Tetapi tidak ada pilihan lain, jika tidak menjelaskan sekarang, dia takut sang istri akan salah paham dengannya.

__ADS_1


" Maaf karena harus mendengarkan hal itu! Percayalah jika pun Celine kini sedang hamil, itu bukan anakku. Aku bersumpah Celine tidak sedang hamil anakku. Dia hanya mencoba membuat hubungan kita renggang dengan tuduhan palsu itu. Sejak kita menikah, aku tidak pernah sekalipun dekat dengan wanita lain. "


" Aku memiliki bukti apa yang wanita itu katakan semuanya bohong. "


Daniel pun menyalakan ponsel miliknya dan memperlihatkan sebuah rekaman suara. Di rekaman tersebut terdengar suara Celine yang mengakui bahwa dia tidak hamil anak Daniel melainkan pria lain. Di dalam rekaman itu, dengan jelas dia mengatakan bahwa itu hanyalah tipu dayanya agar Anna membenci dan meninggalkan Daniel.


Tidak sulit bagi Daniel mendapatkan semua itu. Tak membutuhkan waktu lama, dia berhasil membuat Celine membuka mulut. Bahkan setelah mendapatkan apa yang dia inginkan, Daniel bahkan mengasingkan wanita itu ke tempat jauh dari mereka.


Anna cukup terkejut dengan kebenaran yang sebenarnya, dan rasa bersalah semakin besar karena tidak mendengarkan penjelasan Daniel lebih dulu. Bahkan dalam kemarahannya dia mengatakan sebuah kalimat yang membuatnya sangat menyesal.


" Maafkan aku, maafkan aku! "


Anna menjatuhkan tubuhnya dalam pelukan sang suami. Hanya kalimat maaf yang bisa dia ucapkan, karena dalam keadaan emosi dirinya tidak sengaja sudah menyakiti perasaan sang suami. Wanita itu bahkan terisak dalam dekapan sang suami, sedangkan Daniel hanya bisa mengusap lembut punggung itu.


" Aku istri tidak berguna karena sudah sudah menyakiti perasaanmu karena ucapanku. Maafkan aku! "

__ADS_1


" Jangan berbicara seperti itu, sayang. Aku yang seharusnya minta maaf kepadamu, aku yang bersalah. Maafkan aku, istriku! "


__ADS_2