
Di sebuah universitas besar terlihat banyak sekali mahasiswa yang berlalu lalang bahkan ada juga mahasiswa yang masih berada di dalam kelas mereka. Hal itu yang kini di rasakan oleh seorang gadis cantik berkerudung mungkin hanya dia wanita yang berkerudung di dalam kelas itu.
Namun itu tidak menjadi masalah untuk dirinya, selama dirinya tidak melakukan hal negatif itu tidak menjadi penghalang untuk dirinya berpakaian berbeda dari yang lain. Namun di saat mahasiswa lainnya begitu berfokus dengan pembelajaran, gadis cantik berkerudung itu hanya melamun.
Dirinya menatap kosong dengan pikiran yang memenuhi isi pesan dari nomor tidak di kenal semalam. Tak ada fokus saat ini, Pikirannya sangat kacau, ada perasaan takut dalam dirinya setiap mengingat pesan misterius itu.
" Alisya! "
Alisya terkejut ketika sang sahabat memanggilnya begitu keras. Dirinya sungguh tidak sadar dengan suasana kelas yang kini sudah sepi. Tak ada orang lagi sekarang, hanya mereka berdua yang kini berada di dalam kelas yang baru beberapa saat lalu penuh dengan mahasiswa.
Alisya memejamkan matanya sejenak ketika dirinya melamun begitu lama. Sehingga tidak di sadari olehnya bahwa kelas sudah selesai dan seluruh orang sudah meninggalkan kelas itu. Dirinya yang sungguh tidak menyadari apapun bahkan pelajaran yang seorang dosen berikan tidak dia tangkap sama sekali.
" Kau tidak apa apa, Alisya? "
Agatha menyadari ada sesuatu yang sahabatnya sembunyikan. Karena dia belum pernah melihat sahabatnya seperti ini sebelumnya. Dan dia yakin sesuatu telah terjadi kepada sang sahabat yang hari ini terlihat sangat berbeda.
__ADS_1
" Aku baik baik saja, Agatha. "
Alisya tersenyum sembari berusaha menyembunyikan kegelisahan dalam hatinya. Sejak semalam, belum ada satupun yang dia beritahu mengenai pesan misterius itu. Gadis itu belum bisa mengatakan yang sebenarnya dia alami. Ada rasa takut dalam jiwanya ketika mengingat hal itu, dia pun memutuskan untuk tidak memberitahukan kepada siapapun termasuk kakaknya.
Alasannya hanya karena tidak ingin membuat kedua kakaknya khawatir tentangnya. Dia berusaha berpikir positif bahwa pesan itu hanya orang yang ingin bermain dengannya. Ataupun mungkin saja pesan itu hanya salah kirim ke nomornya karena dia tidak pernah melakukan kesalahan apapun kepada orang lain. Tidak mungkin jika ada yang ingin mengancamnya, sedangkan tak ada satupun yang dia buat dendam kepadanya.
Mereka berdua pun memutuskan untuk segera pulang karena keduanya sudah tidak memiliki kelas apapun. Persahabatan keduanya semakin erat, bahkan keduanya sudah menganggap seperti saudara sendiri.
" Alisya, bagaimana kalau kita makan siang dulu? "
Agatha mengantar Alisya dengan mobilnya, namun saat melihat arloji di tangannya, dia pun berniat untuk mengajak Alisya untuk makan siang. Karena sekarang sudah menunjukkan jam makan siang, perutnya pun sudah berbunyi tanda lapar.
Tak menunggu lama keduanya sudah berada di sebuah restoran yang mana suasana restoran tersebut begitu ramai oleh pengunjung. Kedua gadis itu pun duduk di sebuah meja kosong dekat jendela sehingga menampakkan pemandangan luar restoran.
Setelah menunggu lama, makanan yang mereka pesankan sudah sampai. Seorang pelayan menyajikan makanan pesanan mereka berdua. Setelah pelayan itu pergi, Alisya dan Agatha mulai menikmati makan siang mereka. Agatha terlihat begitu menikmati menu makan siangnya.
__ADS_1
Sedangkan Alisya, saat dirinya akan memakan makanannya, matanya tidak sengaja melihat sebuah kertas yang terselip antara piringnya. Dia pun mengambil kertas putih itu dengan kening yang berkerut.
Lantas tanpa sepengetahuan sang sahabat, dirinya pun membuka dan mulai membaca isi dari kertas itu. Secara refleks dirinya terkejut ketika membaca isi surat tersebut. Agatha yang melihat sang sahabat ketakutan segera bertanya.
" Alisya, ada apa? "
" Ini, aku menemukan kertas ini di makananku. "
Ujar Alisya bergetar sembari menyerahkan kertas tersebut kepada Agatha. Agatha mengambil dan membaca isi kertas itu, kedua matanya membola ketika membacanya.
" Sepertinya kau sedang melakukan apa yang aku katakan tadi malam rupanya. Nikmatilah, setelah ini akan ada sebuah kejutan untuk dirimu, sayang. "
Agatha membacakan kertas itu dan sontak dirinya menutup mulutnya. Dia pun meremas kertas itu dan mendekati Alisya yang sudah menangis ketakutan. Alisya memeluk sang sahabat begitu erat, sungguh saat ini dirinya sedang sangat ketakutan.
" Tenanglah, Alisya. Tidak ada apapun, mungkin itu hanya keisengan seseorang. "
__ADS_1
" Tidak Agatha, tidak. Tidak mungkin itu keisengan seseorang, sejak semalam ada yang berusaha menerorku. Apa mungkin dia sedang berada di sekitar ini, bagaimana ini? Aku sangat takut, bagaimana jika orang itu berniat buruk kepadaku? "
Alisya bergetar serta terus histeris dalam pelukan sang sahabat. Bahkan karena tangisannya, kini keduanya sedang menjadi bahan tontonan orang lain. Agatha yang menyadarinya pun segera memenangkan sang sahabat dan mengajaknya untuk keluar dari restoran itu.