
Pesta terus berjalan, suasana semakin meriah karena semua tamu yang datang sangat menikmatinya. Dengan music yang bergema menambah kemeriahan pesta itu.
Tapi tidak bagi Anna, dia kembali merasa tidak ingin melanjutkan acara pesta itu. Menurutnya pesta itu sudah sangat berlebihan karena minuman beralkohol lagi dan lagi di sediakan. Mungkin itu sudah terbiasa bagi orang orang di sana saat mengadakan sebuah pesta. Tetapi bagi Anna dia tidak ingin melanjutkan pesta itu, sebagai muslim tidak seharusnya dia berpesta berlebihan seperti itu.
Dengan berjalan perlahan dia menjauhi kerumunan orang yang sedang menari nari dengan segelas minuman di tangan mereka. Anna merasa tidak nyaman berada di sana, dia pun memutuskan untuk pulang terlebih dahulu apalagi waktu sudah terlalu malam.
Setelah mengatakan keinginannya pada rekan dokternya, Anna pun keluar dari hotel di adakannya acara itu. Sangat lama dia menunggu taksi yang lewat, tapi tidak ada satupun yang melewati dirinya. Dirinya sudah kedinginan padahal dia sudah memakai blazer panjangnya. Tetapi dia tetap kedinginan mungkin karena sudah terlalu malam apalagi sekarang di kota itu sedang mengalami musim dingin.
" Dingin sekali malam ini. kenapa tidak ada taksi yang lewat? "
Sembari terus mengusap dan meniup telapak tangannya dia mencoba berjalan ke depan mungkin di sana dia akan mendapatkan kendaraan yang bisa mengantarkan dia pulang. Terus berjalan melewati pepohonan yang begitu indah, tidak sendiri begitu banyak orang yang juga sedang berlalu lalang, tetapi dirinya masih merasa sendiri.
Akhirnya ada sebuah taksi yang bisa mengantarkannya ke hotel tempat dirinya menginap selama berada di kota metropolitan itu. Hingga 30 menit kemudian dia sampai di gedung hotelnya, setelah membayar taksi dia segera keluar dan berjalan cepat menuju lantai di mana kamarnya berada.
__ADS_1
" Astaghfirullah. "
Anna sangat terkejut karena lagi dan lagi saat dia hendak menuju ke kamarnya, dia tidak sengaja melihat Daniel yang lagi bercumbu dengan seorang wanita. Dan Anna sangat yakin itu wanita berbeda yang pernah di lihatnya dua Minggu lalu.
Daniel yang sedang bercumbu itu sadar ada orang yang melihatnya, dia pun melepaskan cumbuannya dan melihat ke arah Anna. Sesaat keduanya saling bertatapan, namun dengan cepat Anna mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Saat hendak membuka pintu kamar hotelnya, suara bariton Daniel terdengar oleh Anna. Anna tidak jadi membuka pintunya dan kembali membalikkan tubuhnya ke arah Daniel yang sedang menatap dirinya.
" Ada apa? Mengapa kau melihatku seperti tadi? Apa kita saling mengenal? "
" Tidak, aku tidak mengenalmu. Aku tidak sengaja melihat mu tadi. Maaf karena sudah membuatmu tidak nyaman. "
Setelah mengatakan itu Anna langsung masuk ke dalam kamarnya tanpa berniat ingin mendengar ucapan Daniel setelahnya. Anna merasa tenaganya sekarang sudah habis, sangat lelah dia pun membersihkan terlebih dahulu sebelum tidur.
__ADS_1
Sedangkan Daniel sibuk dengan pikirannya, entah apa yang sedang dipikirkannya. Tetapi yang pasti sedang mengingat wajah wanita yang di temuinya tadi.
" Cara berpakaiannya sangat kuno. Wajahnya seperti tidak asing, sepertinya aku pernah melihatnya, tapi kapan dan di mana? "
Daniel memikirkan wanita yang baru saja di lihatnya, wanita dengan cara berpakaian yang menurutnya sangat kuno. Ketika dirinya terus melamun mengingat wanita tadi, tiba tiba lamunannya hilang ketika sang wanita bayarannya menepuk pelan pundaknya.
" Tuan, kau tidak ingin melanjutkannya? "
Wanita itu bertanya dengan tatapan menggodanya tak lupa pula tangan nakalnya sudah menyentuh dada bidang Daniel. Entah kenapa, tapi tiba tiba hasrat yang tadi menggebu dalam dirinya kini hilang seketika.
Dengan kasar dia menghempaskan tangan wanita itu dari dadanya. Mengambil beberapa lembar uang dan melemparnya pada wanita itu.
" Pergilah. Aku tidak ingin melakukan *** denganmu. "
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Daniel pun meninggalkan wanita bayarannya di depan pintu kamar hotel tanpa mempedulikan wanita itu. Wanita pun langsung membungkuk untuk mengambil lembar demi lembar uang yang tadi di lemparkan oleh Daniel.