Cinta Hitam Putih

Cinta Hitam Putih
CHP: Company Inauguration Part 2


__ADS_3

Daniel berbicara dengan para tamu lainnya, sedangkan Anna dia hanya diam berdiri di samping sang suami. Dia hanya mendengar setiap pembicaraan suaminya yang sama sekali tidak di mengerti olehnya.


Kemudian seorang pelayan membawakan beberapa gelas minuman ke arah Daniel. Daniel pun mengambilnya dan hendak meminum minuman itu namun di hentikan oleh sang istri.


" Apa itu minuman keras? "


" Iya ini wine, apa kau ingin meminumnya juga? "


Anna mengerutkan keningnya ketika melihat Daniel akan meminum minuman beralkohol itu. Anna pun menghentikan suaminya yang akan meminum minuman haram itu.


" Kau tidak boleh meminumnya! "


Daniel pikir istrinya juga ingin meminum minuman itu. Namun keningnya berkerut ketika sang istri justru melarangnya meminum salah satu minuman kesukaannya. Daniel sama sekali tidak mengerti maksud Anna tidak mengizinkan meminum itu.


" Ada apa, mengapa kau melarangku meminum ini? "


" Itu haram, agama kita tidak memperbolehkan kita untuk meminum minuman haram itu. "

__ADS_1


Daniel sama sekali tidak mengerti perkataan Anna, dia sama sekali belum mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan dijauhkan dari agamanya sekarang. Daniel memang sudah masuk Islam tetapi dia sama sekali tidak mengetahui satu hal pun mengenai Islam.


Anna mengerti dengan tatapan bingung dari suaminya. Anna sadar jika suaminya memang seorang muslim sekarang, tetapi Anna belum pernah mengajarkan sang suami mengenai Islam.


" Aku tidak mengerti. "


Daniel pun kembali meletakkan minuman di tangannya ke atas sebuah meja. Dia menatap Anna yang kini juga sedang menatap dirinya.


" Aku tahu kau masuk Islam hanya karena ingin menikah denganku waktu itu. Kau tidak masuk islam dengan sepenuh hatimu tetapi ada niat lain di dalamnya. "


" Maukah kau belajar Islam bukan karenaku, tetapi karena dirimu sendiri? "


" Iya, aku akan belajar tentang Islam. Boleh aku minta tolong? "


" Hm iya. "


" Ajari aku Islam Annastasia! "

__ADS_1


Anna terharu mendengar permintaan sang suami yang begitu sungguh sungguh. Tak terasa air matanya menetes di pipi putih mulusnya, tetapi dengan cepat Daniel menyeka air mata itu.


" Kau tidak boleh menangis. "


Daniel mencium kening istrinya cukup lama hingga dia melepaskan kecupan itu ketika sebuah suara di atas podium terdengar. Terlihat Aaron sang pemilik pesta malam ini kini sedang berbicara untuk menyambut para tamu yang sudah hadir malam ini.


Daniel dan Anna pun fokus kepada pemilik acara sama seperti tamu lainnya. Daniel tersenyum begitu tipis bahkan Anna tidak menyadarinya. Daniel melihat Aaron dari jarak cukup jauh dengan tatapan membunuh.


Tak berbeda dengan sang suami, Anna juga melihat ke arah pria itu dengan tatapan bingung. Dia merasa tidak asing dengan wajah pria itu, dia terus mengingat ingat siapa pria itu.


" Berbahagialah untuk saat ini Aaron. Karena kebahagiaan itu tidak lama lagi akan lenyap bersamaan dengan dirimu. "


" Wajah pria itu tidak asing untukku, sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Ah iya bukankah pria itu sama dengan pria yang berada di New York waktu itu? "


" Aku ingin ke toilet sebentar. "


" Aku bisa mengantarmu Anna. "

__ADS_1


Anna menggeleng dan setelah Daniel mengiyakan keinginannya saat ini, dia pun berjalan menjauhi area pesta untuk menemukan toilet. Sesaat Anna pergi, Daniel di hampiri oleh Aaron yang sudah sejak tadi selesai dengan sambutan dan membuka secara resmi perusahaan barunya.


__ADS_2