
Sesuai rencana dan jadwal yang sudah di atur oleh sekretaris, Daniel pun kedatangan tamu yang sudah di tunggu olehnya. Di dalam ruangan miliknya yang begitu indah karena di belakangnya bisa memperlihatkan keindahan kota Tokyo. Hanya di lapisi kaca besar yang membuat siapa saja yang melihatnya pasti akan menyukai pemandangan gedung gedung tinggi di belakangnya.
" Senang bertemu denganmu lagi tuan Daniel. "
Aaron pria tampan itu sedikit tersenyum kepada Daniel tak lupa pula mereka berjabat tangan. Daniel pun melakukan hal yang sama dengan Aaron.
" Senang bertemu denganmu juga tuan Aaron. "
Daniel pun mempersilahkan Aaron untuk duduk di sofa ruangannya. Daniel berjalan ke mejanya dan menghubungi seseorang untuk membawakan minuman kepada tamunya saat ini. Setelah selesai dengan panggilannya Daniel kembali ikut bergabung dengan Aaron.
Aaron mengedarkan pandangannya melihat ruangan yang juga tidak kalah besar dan mewah seperti miliknya.
" Bagaimana kabarmu tuan Aaron? Mengapa tiba tiba kau datang ke kota ini? "
" Ah aku sudah membeli sebuah perusahaan di kota ini, dan besok malam aku akan meresmikannya. Jadi aku datang langsung ke sini untuk mengundang kau tuan Daniel. Kuharap kau bersedia menyempatkan waktu untuk datang ke pestaku. "
Aaron, pria itu sudah berencana untuk menetap di negara itu, rencananya untuk menetap di negeri dengan julukan matahari terbit pun akhirnya bisa di capai. Dia menetap di sana bukan semata mata hanya untuk melebarkan bisnisnya di negeri matahari terbit itu.
__ADS_1
Tetapi ada satu niat lain yang membuatnya ingin menetap di sana. Hanya ada satu nama yang selalu membuatnya hatinya berdebar kala mengingat pertemuan yang tidak pernah di rencanakan. Aaron ingin bertemu lagi dengan pemilik nama yang sudah membuat hatinya berdebar ketika bersamanya.
" Berita bagus. Mungkin di sini kita bisa saling bekerja sama dan menguntungkan bagi perusahaan kita. Aku akan datang ke acara peresmian itu tuan Aaron. "
" Terima kasih tuan Daniel. Aku akan menunggu kedatanganmu besok malam. "
Pembicaraan Daniel dan Aaron terhenti sejenak di saat seorang OB datang dengan sebuah nampan berisi sebotol wine dan dua buah gelas kristal. OB tersebut meletakkan minuman itu tepat di meja di hadapan Daniel dan Aaron. Selesai dengan tugasnya, OB tersebut langsung pergi dari sana.
Daniel pun membuka botol wine itu dan menuangkan ke dalam gelas kristal dirinya dan Aaron. Daniel dan Aaron pun meminum minuman itu hingga tanpa sadar mereka sudah menghabiskan satu botol wine.
Entah mengapa tiba tiba Daniel ingin menanyakan hal itu kepada pria tampan di depannya. Seorang pengusaha besar yang bahkan namanya juga tidak kalah terkenalnya dengan dirinya.
Aaron yang sedang meminum minumannya pun langsung meletakkan kembali gelas yang tadi di pegangnya. Menurutnya sedikit aneh Daniel bertanya hal itu kepadanya tetapi dia tidak merasa risih dengan pertanyaan yang seperti ini. Karena sebelum Daniel bertanya itu, sudah banyak orang yang bertanya dan bahkan pernah ingin menjodohkannya dengan anak dari para klien bisnisnya.
" Tidak. Aku tidak memiliki kekasih saat ini, tetapi ada satu wanita yang kini selalu terbayang bayang olehku. Wajah teduhnya selalu membuat hatiku berdebar kala mengingatnya. "
Aaron kembali membayangkan wajah sang wanita yang ingin di miliki olehnya. Ingin sekali dia mendapatkan wanitanya bagaimana pun caranya. Mungkin sekarang dia sudah terobsesi dengan sang wanita, tetapi dia benar benar sudah jatuh cinta sejak pandangan pertama.
__ADS_1
Daniel yang mendengar ucapan Aaron seketika mengingatkan dengan sang istri yang juga sama halnya dengan yang di alami Aaron. Semenjak Anna hadir dalam hidupnya, dia selalu memikirkan sang istri.
" Lalu bagaimana dengan dirimu tuan Daniel? Apa kau juga sudah memiliki seorang kekasih saat ini? Aku mendengar kau selalu berganti wanita setiap saat, apa itu benar? "
Mungkin tidak jauh berbeda dengannya, Aaron juga seorang pria yang suka bermain dengan wanita di luar sana. Namun semenjak wanita berwajah teduh itu datang, kebiasaan buruknya pun hilang.
Daniel menyunggingkan senyumnya ketika mendengar perkataan Aaron, dia tidak merasa tersinggung sedikitpun karena dia juga tahu bagaimana Aaron yang tidak jauh berbeda dengannya.
" Aku sudah menikah! "
Perkataan Daniel sangat membuat Aaron terkejut, karena sangat mustahil bagi seorang pria yang sering bermain dengan ja**ng tiba tiba menikah. Aaron menatap Daniel namun dia tidak menemukan kebohongan di sana.
" Benarkah? Aku sangat terkejut. "
" Aku tidak pernah bercanda. Aku sudah menikah, dan besok malam aku mungkin akan membawa istriku untuk menemaniku datang ke pestamu. "
" Aku turut bahagia denganmu tuan Daniel. Kuharap pernikahan kalian selalu bahagia, mungkin kau sangat mencintai istrimu bukan, karena akhirnya kau meninggalkan kebiasaan buruk bermain dengan ja**ng dan menikah dengannya. Istrimu pasti sangat bahagia karena bisa mendapatkanmu tuan Daniel. "
" Terima kasih, kuharap kau juga segera membuat wanita yang kau cintai menjadi milikmu. "
__ADS_1